Misteri Pulau Balunyawa (Part 2 Final Episode)

Halo nama ku Fitra Rama sudah tak asing lagi kan dengan nama ku, ini ceritaku yang ke 4 di KCH dan ini cerita sambungan dari Misteri Pulau Balunyawa, langsung aja deh ke ceritanya dan Ingat “Jangan pernah membaca ini sendirian“.

Perempuan iblis itu berbicara kepada krisna sepertinya ada 1 orang yanng mendengar pembicaraan kita kamu harus membunuh nya krisna, krisna pun menjawab aku sudah mengetahuinya dia adalah rendi anak dari kepala desa aku akan membunuhnya dan semua warga desa sambil tersenyum manis. Aku yang mendengar krisna bilang mau membunuh ku dan warga desa membuat ku terdiam membuat ku tak percaya semua ini, aku ingin lari, aku ingin teriak, aku sangat ketakutan tetapi tubuhku tak mau mengikuti perintahku sama sekali.

Kenapa ini, kenapa tubuhku tidak bisa bergerak, krisna mulai jalan ketempatku dengan membawa sebuah pisau di tangannya, aku sangat takut aku mau lari tapi tubuhku tak bisa bergerak mau bicara suara ku pun tak keluar, akhirnya krisna sampai di sebelah ku dia nyengir dan ketawa “Hahahaha”, Rendi dia bisikin di telinga ku malam ini waktunya kau mati tapi sebelum itu aku ingin kau melihat semua warga dan orang tuamu mati di depan matamu tersenyum dengan manis dia memeluk ku dan langsung menjabak rambut ku sambil menyeret ku keluar goa dan menuju pemukiman warga, aku teriak krisna jangan. Ampun Krisna, ampun jangan bunuh aku dan warga yang ada disini krisna ampun (sambil menangis).

Krisna tak mau menghiraukan ku dia tetap terus berjalan dan sambil menyeret ku. Akhirnya Kami pun sampai di pemukiman warga desa, krisna melepaskan rambutku yang telah di jambak nya, aku yang tertidur lemas sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi. Aku hanya bisa menangis seakan aku tidak percaya semua ini, Krisna berbicara kepadaku kalian semua akan mati dan terlebih itu aku akan membuat mu mati dengan tersiksa tanpa basa basi krisna langsung menusuk pisau di pahaku di tusuk sampai ke dalam mengenai tulang ku rasa nya sakit dan perih.

Aku teriak ampun krisna ampun, dan krisna pun memutarkan pisaunya yang menancap dipahaku di situlah semakin aku teriak dan menangis ampun krisna, krisna tidak mempedulikan ku dia terus menusuk dan memutarkan pisaunya di pahaku dan menarik pisaunya, darah ku yang mengalir banyak membuat ku mati rasa aku ngak bisa berdiri yang aku bisa cuma berteriak kesakitan dan krisna menusuk telapak kakiku dan di putarnya kan lagi pisau yang menusuk telapak kaki ku di tusuk lagi 2 kali dan darah ku muncrat seperti air mengalir, setelah itu krisna membangunkan ku yang sedang terbaring kesakitan di tanah dan dia mengikatku di pohon setelah itu krisna pergi meninggal kan ku dia menuju ke pemukiman desa. Aku berusaha melepaskan diri tetapi usahaku sia-sia, aku hanya bisa pasrah dan berdoa .

10 menit kemudian aku mendengar suara teriakan dari pemukiman warga, suara jeritan aku hanya bisa terdiam, aku tidak bisa melakukan apa-apa, dan akhirnya aku melihat krisna dia membawa beberapa orang ke hadapanku ternyata orang itu adalah keluarga ku, ayah ku, ibuku, sepupuku dan adik adik ku. Dan keluarga di bunuh secara sadis adik ku dan sepupuku di bakar, orang tua ku di penggal kepalanya di hadapanku, aku tidak berbuat apa-apa, berteriak pun aku tidak bisa, yang bisa aku lakukan adalah melihat keluarga ku yang mati di hadapanku, Krisna adalah Manusia yang kejam yang ku kira selama ini salah krisna yang baik itu adalah Penyihir ilmu hitam.

Selepas semua keluarga ku mati dia berkata kepada ku kalau ada 1 orang lagi yang belum dia bunuh yaitu pendeta perempuan yang ada di pulau balunyawa. Krisna pun bergegas pergi mencari pendeta itu selepas krisna pergi, tiba-tiba dengan kagetnya pendeta itu keluar dari semak-semak yang berada di sebelah ku, dia melepaskanku dan mengajaku pergi dari pulau ini, aku yang tidak sanggup berjalan lagi karna luka yang ada di pahaku dan akhirnya aku pun pingsan.

Aku tersadar dari pingsanku, aku melihat di sekeliling ku aku bertanya dimana aku? aku berada seperti di ruangan yang gelap, yang cuma ada sinar dari lentera, aku melihat pahaku yang luka sudah di obati, mungkin pendeta tadi yang mengobatiku, tapi dimana pendeta itu. Aku mau mengucapkan terima kasih kepadanya. Aku berdiri dan aku pun ingin mencari pendeta wanita itu, aku membuka pintu yang ada di ruangan ini, dan aku pun melihat bercak darah yang sangat banyak, aku mengikuti jejak darah itu dan aku melihat pendeta itu yang sudah bergeletak di bawah dengan tangan yang memegang perutnya yang berlumur darah, aku langsung mendekati pendeta itu dan aku baringkan kepalanya di pahaku siapa yang melakukan ini? apakah krisna? pendeta itu mengangguk dan air mata ku pun keluar lagi, melihat kejadian ini yang tidak pernah aku bayangkan.

Pendeta itu berbicara kepadaku hentikan krisna ambilah buku yang pernah dia baca di dalam goa di dekat hutan, dan bakar buku itu sebelum matahari terbit. Goa yang di dekat hutan, goa yang pernah aku masuki saat mengikuti krisna, tak lama kemudian pendeta itu menghembuskan nafas terakhirnya, aku berjanji akan membalas kan dendam kalian semua. Aku akan membunuh krisna dan menguburkan kalian semua!! Aku lihat jam, jam menunjukan pukul 01.30 aku punya waktu 4 jam sebelum matahari terbit, aku bergegas menuju kehutan, aku melewati jalan yang jarang di lewati para penduduk desa supaya aku tidak ketahuan krisna.

Saat aku berjalan tak aku sangka krisna sedang berdiri di hadapanku, dengan membelakangiku dia berkata tikus kecil akhirnya kau kutemukan, tinggal membunuh saja aku akan mendapatkan apa yang aku mau, wajah yang cantik dan awet muda “Hahahaha” (ketawa kegirangan ). Krisna menghadap ku dan sambil tersenyum menyeramkan dengan memegang pisau yang di lumuri darah, tanpa basa-basi aku pun lari dengan lari ku yang pincang karna bekas tusukan di pahaku yang di sebabkan oleh kerisna. Aku paksakan lari walaupun kaki ku kesakitan, aku lihat kebelakang ternyata krisna sudah tidak mengejarku lagi, mungkin dia ketinggalan di belakang. Aku mendengar suara langkah kaki datang menghampiri tempatku dan aku pun bersembunyi di balik semak-semak sambil mengintip siapa yang datang, ternyata itu krisna dia datang sambil melihat ke kanan dan ke kiri.

loading...

Jantungku berdetak kencang, mudah mudahan aku tidak ketahuan, kalau ketahuan akan mati disini aku, krisna melewati ku, hati ku pun lega. Setelah krisna agak jauh dari ku, aku pun keluar dari semak-semak, aku melangkah pelan-pelan supaya krisna tidak mendegarkan suara langkahku, setelah agak jauh aku pun lari waktu menunjukan pukul 3.00 akhirnya aku pun sampai di goa, aku masuk ke dalam goa mengambil api lantera yang berada di gua dan buku yang di katakan oleh pendeta. Sewaktu aku mau membakar buku itu, krisna melihatku dan dia berteriak Rendi akan ku bunuh kau, aku akan membuat kau mati secara perlahan akan ku potong bagian tubuhmu itu.

Krisna lari ke hadapanku dan langsung mencekik ku, lentera dan buku itu pun terjatuh, api dari lentera itu menyebar ke tanah, mati kau rendi semakin keras krisna mencekik ku. Aku tidak bisa ngomong, suara ku tertahan di tenggorokan, kaki ku mulai mengambang. Aku pikir ini saatnya aku akan mati, maafkan aku pendeta, aku tidak bisa membakar buku itu, tanpa dengan sadar setelah aku mengatakan perkataan itu aku teringat kalau aku membawa jepit kuku yang ada pisaunya, sewaktu aku mau pergi untuk membakar buku itu, aku masukan tangan ku ke dalam saku celanaku.

Ah sial tangan ku tidak sampai, ku coba lagi akhirnya kudapatkan ku buka penjepit kuku dan aku keluarkan pisau nya lalu langsung ku tancapkan pisau itu ke tanganya. Dia melepaskan ku dari cekikan nya berjalan mundur dan diapun berteriak sialan kau rendi, saat dia mulai mendekatiku lagi untuk membunuhku, aku pun langsung mengambil buku itu dan ku lempar buku itu ke dalam api lentera yang terjatuh tadi. Lalu krisna berteriak kesakitan tubuhnya terbakar dan dia bersumpah akan membunuhku, krisna pun lenyap dan aku pun bisa bernafas dengan tenang. Aku ambil abu buku itu kumasukan ke dalam guci dan langsung aku tanam di dalam goa tersebut dan akhirnya sinar matahari terbit mulai terlihat dengan sisa kekuatan ku yang masih ada, Aku ingin mengubur semua penduduk desa dengan layak.

Dan sepertinya aku ingin mengubur pendeta itu duluan, dia lah yang telah menolongku, dengan sekuat tenaga aku menggali tanah itu dan akhirnya siap juga, jasad pendeta itu ada di sebelah kuburan nya nanti aja deh aku kuburnya. Aku mau istirahat sebentar, sebelum itu aku melihat wajah pendeta itu dan aku mengucapkan terima kasih banyak kamu rela mengorbankan nyawamu demi aku.

Aku pun meninggalkan jasadnya dan memilih untuk beristirahat sebentar di bawah pohon yang rindang dan tanpa tersadar aku telah tertidur. Ya tuhan aku harus segera menguburkan jasadnya aku bergegas menuju kuburan yang aku gali tadi dan melihat jasad pendeta itu sudah tak ada. Aku melihat kedalam kuburan juga tak ada, kemana jasad itu, jangan-jangan “Bruk” Sebuah kayu menghantam tubuhku, aku masih sadar tapi tubuh ku tak bisa di gerakan dan aku melihat sekarang “aku berada di dalam kuburan yang aku gali tadi” dengan samar-samar aku melihat ternyata pendeta itu lah yang telah “Menguburku”.

Share This: