Misteri Rumah Nenek Hindun

Mamah dan papahku sedang pergi keluar kota dan aku disuruh tinggal dirumah nenek untuk beberapa hari. Aku menuju rumah nenek yang berada dipedalaman, tak ku sadari aku melewati pohon-pohon yang begitu rindang, saat itu jalanan terasa amat sepi, 1 jam telah aku lewati, bulu kudukku berdiri. Saat aku lihat kanan kiriku rumah kosong. Tak lama dari itu sekitar pukul 18.30 aku sampai di rumah nenek. Namaku Davira Nurin Nazah, nenek selalu memanggilku dengan nama Nurin.

Aku mengetuk pintu rumah nenek yang berusia 65 tahun itu dan mengucapkan salam, tak lama nenek membukakan pintu rumahnya dan menjawab salam dariku, “waalaikum salam, eh nurin ayo masuk nak” ujar nenek sambil merangkulku. “Iya nek terima kasih” jawabku. “Oh iya kamu mau menginap di rumah nenek sampai kapan?” tanya nenek kepadaku. “Kayaknya sampai mamah papah pulang dari Bandung deh nek” jawabku sambil menatap mata nenek.

“*Em ya sudah cu kamu boleh istirahat di kamar yang dekat kamar mandi, nenek mau keluar dulu sebentar” ujar nenek sambil memegang pundakku. “Nenek mau kemana memangnya?” aku memutarkan bola mataku melihat seisi ruangan yang agak membuatku merinding ini. “Nenek mau ke warung dulu mau mengantar kue-kue ini untuk di jual besok” jawabnya sambil menunjukan kue kepadaku. “*Em ya sudah jangan lama ya nek” jawabku sambil memegang tas dan menuju kamar.

Saat dikamar aku merebahkan badanku diatas kasur, aku melihat di sekeliling kamar yang agak tua ini. Agak seram memang sendiri dirumah tua, yang berada dipedalaman jauh dari orang-orang dan kendaraan yang ramai, beda seperti dikota. Setelah itu aku beranjak dari tempat tidur dan bergegas untuk mandi. Beres sudah aku mandi kini saatnya aku memakai pakaian, aku menuju ke lemari yang berada disebelah jendela.

Memakai baju sudah, kini saatnya untuk tidur, tapi kenapa nenek belum pulang juga padahal sudah jam 20.30 malam. Aku pun keluar dan membuka pintu, aku melihat kanan kiriku yang penuh dengan pohon rindang, sepi, gelap gulita. Bulu kudukku kembali berdiri untuk yang kesekian kalinya. Dan tiba-tiba aku mendengar suara kaleng jatuh dari dalam rumah, sontak aku terkejut dan bergegas menuju kamar.

Lalu aku menarik selimut hingga badanku ditutupinya. Tak lama kemudian suara pintu kamarku terbuka (*srek). Aku pun mengintip dari balik selimut tapi tidak ada siapa-siapa, apa mungkin itu nenek? Aku mulai turun dari tempat tidur untuk melihat keluar kamar. Aku memanggil “nek, nenek. Duh nenek jangan nakutin aku *dong sekarang sudah malam aku takut” kataku sambil berjalan dengan pelan dan melihat-lihat sekeliling.

Waktu aku didapur tak sengaja aku melihat disebelah kiriku jendela masih terbuka. Saat aku ingin menutupnya, aku melihat seseorang yang melambaikan tangannya kepadaku dari luar. Aku perhatikan lama-lama seseorang itu mendekatiku, aku pun mengucek mataku untuk memastikan tetapi saat aku buka mataku kembali tidak ada apa-apa. Aku pun langsung menutup jendelanya dan langsung menoleh kebelakang, ternyata seseorang yang melambaikan tangannya tadi tiba-tiba ada di belakangku.

Aku pun terkejut sampai akhirnya aku pingsan, esoknya aku tersadar dari pingsanku itu dan aku mulai mengingat apa yang telah terjadi kepadaku semalam. Pikiranku samar-samar, aku ingat gak ingat apa yang terjadi saat itu, aku baru sadar nenek belum pulang sampai hari ini pukul 07.00 pagi. Aku mengecek lewat jendela dan pintu, beberapa menit kemudian seorang warga entah dari mana menghampiriku.

“Neng apa benar ini rumah ibu hindun?” Hindun nama nenekku. “Benar, ada apa ya pak?” jawabku dengan begitu cemas. “Itu neng ibu hindun ditemukan tidak bernyawa di dekat sungai pulo” ujar bapak itu. Aku sontak sangat terkejut, badanku lemas. “Aduh neng, neng nggak apa-apa?” kata bapak itu sambil memegang tanganku yang ingin membantu.

“Bapak bisa mengantar saya?” jawabku sambil nangis tak kuasa. “Ayo neng” jawabnya. Saat aku ingin mengunci pintu rumah tiba-tiba suara jeritan perempuan terdengar entah dari mana suara itu, tapi sangat kencang angin pun yang tadinya tenang kini menjadi membludak. “Aduh pak ada apa ini?” menutup telinga dan aku menoleh ke bapak itu tetapi sangat aneh bapak itu tiba-tiba hilang dari hadapanku.

Aku merasa takut apa yang sedang terjadi sebenarnya. Aku mulai bergegas menuju kamar untuk mengambil kunci mobil dan barang-barangku yang masih ada didalam sana. Aku pun langsung pergi menaiki mobilku, saat itu keadaan tak memungkinkan, air mata terus keluar begitu deras. Aku tak percaya apa yang sudah terjadi hari ini. Kemarin nenek tak pulang dan dikabarkan sudah tak bernyawa, suara jeritan, orang yang melambaikan tangan, seorang bapak yang tiba-tiba menghilang, angin yang begitu kencang.

loading...

Aku tak mengerti dengan semua yang terjadi ini. Saat aku sampai dirumah nanti aku akan menceritakan ini semua pada mamah dan papah, aku menancap gas mobil. Sampai mobilku melaju sangat kencang tak ku sadari seorang perempuan berdiri dihadapan mobilku yang sedang melaju dengan kecepatan yang tinggi. Aku pun menginjak rem mendadak dan aku mengalihkan gagang setirku. Ternyata aku salah mengambil jalan, aku mulai terperosok ke dalam jurang yang dibawahnya dipenuhi pohon bambu. Sekian.

KCH

Davira Nurin

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Davira Nurin has write 2,704 posts

Please vote Misteri Rumah Nenek Hindun
Misteri Rumah Nenek Hindun
Rate this post