Misteri si Kaya dan Pebisnis Biasa

Hiruk pikuk dunia terbentang luas namun tak seluas bagi kami di gang jalan buntu. Roda kehidupan selalu berputar, kadang di atas, kadang di bawah. Namun yang paling mencolok adalah yang selalu di atas tak mau turun ke bawah. *Hm, apa yang anda pikirkan kalimat itu? Itu bukan Tuhan melainkan kisah hidup manusia. Iya, si kaya dan pebisnis biasa.

Kenapa dan ada apa dengan mereka? Misteri itu tidak bisa di ungkap secara tak kasat mata. Dan hanya orang-orang tertentulah yang bisa melihatnya. Gang jalan buntu mengundang misteri, yang di mana rakyat biasa tidak bisa berkutik untuk jenis bisnis. Setiap ada orang yang berbisnis pasti selalu bangkrut, Entah bisnis apa yang di geluti.

Namun yang paling banyak bisnis di sini adalah di bisnis kerupuk. Tidak sedikit masyarakat di sini bekerja di bidang itu, entah hanya sekedar bekerja atau pengusaha. Tapi sayang seribu kali sayang, beberapa pebisnis berlaku curang. Hanya karena tidak ingin kalah saing menjadi mata mereka tertutup, yang dia pikirkan adalah aku orang terkaya, aku terpandang, aku di hormati.

Salah satu narasumber mengakui, karena ia pernah membantunya menjadi kaya. Namun ia tercampakan, karena si kaya lupa akan jasanya. Tapi narasumber lain berkata, hasil kekayaannya tidak jernih, seperti yang di katakan narasumber pertama. Terbukti, ketika si kaya memiliki sesuatu yang baru dan bernilai mahal dalam mata uang.

loading...

Setiap ada yang baru, maka ada orang dari sanak keluarganya meninggal dadakan. Mereka hanya keluarganya? Tapi lambat laun beralih ke masyarakat yang ia benci, termasuk si pesaing bisnis. Sungguh tidak masuk akal pikirku. Dan hanya Allah yang tahu.

Kejadian ini bermula, ketika almarhum abahku sekaligus mertuaku hobi dengan memancing ikan. Tidak jarang setiap memancing selalu bercanda ria dengan rekan pebisnisnya. Karena area pemancingan milik si kaya atau rekan bisnis yang sama-sama besar omsetnya. Lalu ketika pulang dari memancing, tidak sadar dompet abah terjatuh. Karena sudah pusing mencarinya, akhirnya ia pergi ke narasumber pertama (seorang kyai sekaligus mantan tentara).

Ia terkenal pintar dan bisa melihat dunia lain. Dan ia termasuk dalang si kaya menjadi tambah kaya dengan cara islami. Katanya dompet abah jatuh di pemancingan, namun si penemu adalah keponakan si kaya. Tidak berapa lama kemudian, si abah menegur si pengambil dompet itu. Tapi namanya maling ya pasti tidak mau ngaku. Karena tidak terima atas tuduhan itu, akhirnya bapaknya si pengambil dompet marah.

Dan akan puas jika pabrik abah jatuh/bangkrut. Tapi dia tidak puas jika si pemiliknya belum mati, tapi dia tidak punya dana untuk menyewa dukun bali yang terkenal ampuh. Akhirnya di berilah modal si kaya, setelah menceritakan keinginannya. (Kata narasumber pertama). Ya benar, itu terjadi, lambat laun abahku mulai sibuk memancing.

Bahkan tidak peduli dengan keadaan pabrik yang semakin hari semakin merosot omsetnya. Karyawan mulai merasa tidak ada yang betah, padahal sebelumnya karyawan sampai 2-3 tahun bekerja di pabrik abah. Setiap ada yang karyawan baru, 3 hari sudah pergi.

Suatu malam, abah dan ibu duduk di teras rumah. Tiba-tiba mereka melihat ada cahaya seperti *tetun terbang di atas memutari rumah dan jatuh tepat di atas genteng, lalu menghilang. Ibu sangat ketakutan saat itu, apa yang akan terjadi? Bersambung ke misteri si kaya dan pebisnis biasa part 2.

loading...
Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 116 posts