Misteri Tentang Lagu Lingsir Wengi

Lingsir wengi merupakan salah satu lagu gending jawa yang menggunakan pakem macapat, pakem macapat terdiri dari 11 pakem salah satunya pakem durma yang dipakai dalam lagu lingsir wengi.

Lingsir Wengi Mitos Lagu Misteri Kuntilanak:

Lagu ini sempat menjadi lagu populer ketika keberadaannya digunakan sebagai backsound sebuah film Indonesia yaitu serial Kuntilanak, film tersebut menyajikan film horor dimana lagu lingsir wengi dilarang dinyanyikan pada waktu tertentu, karena akan mengundang makhluk gaib yaitu kuntilanak. Dari film ini timbul makna negatif dari masyarakat tentang lagu ini, padahal sejarah dari lagu ini begitu baik dan patut untuk kita ketahui.

Sejarah dan Asal Usul Lagu Lingsir Wengi:

Lagu lingsir wengi merupakan lagu yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga, lahir sekitar tahun 1450 SM dengan nama kecil Raden Said. Sunan Kalijaga salah satu wali yang menyebarkan ajaran Islam dengan media budaya jawa, seperti wayang kulit, seni ukir, gamelan, dan yang lain. Durmo lingsir wengi merupakan arti lagu penolak makhluk halus, namun beberapa dari mereka salah mengartikan menjadi pengundang mahkluk halus. Lagu lingsir wengi diciptakan sebagai penolak bala godaan makhluk halus.

Lirik Lagu Lingsir Wengi:

1. Versi Asli Ciptaan Sunan Kalijaga

loading...

Lingsir Wengi. Lingsir wengi. Sepi durung biso nendro. Kagodho mring wewayang. Kang ngreridhu ati. Kawitane, mung sembrono njur kulino. Ra ngiro yen bakal nuwuhke tresno. Nanging duh tibane aku dewe kang nemahi. Nandang bronto. Kadung loro,sambat-sambat sopo. Rino wengi, sing tak puji ojo lali. Janjine mugo biso tak ugemi.

Terjemah:

Menjelang Tengah Malam. Saat menjelang tengah malam. Sepi tidak bisa tidur. Tergoda bayanganmu di dalam hatiku. Permulaanya,hanya bercanda kemudian terjadi. Tidak mengira akan jadi cinta. Kalau sudah saatnya akan terjadi pada diriku menderita sakit cinta (jatuh cinta, aku harus mengeluh kepada siapa. Siang dan malam. Yang saya cinta jangan lupakan ku. Janjinya kuharap tak diingkari.

2. Versi Film Kuntilanak

Lingsir wengi sliramu tumeking sirno. Ojo Tangi nggonmu guling. Awas jo ngetoro. Aku lagi bang wingo wingo. Jin setan kang tak utus. Jin setan kang tak utusi. Dadyo sebarang. Wojo lelayu sebet.

Terjemah:

Menjelang malam, dirimu (bayangmu) mulai sirna. Jangan terbangun dari tidurmu. Awas, jangan terlihat (memperlihatkan diri). Aku sedang gelisah, Jin setan ku perintahkan. Jin setan ku perintahkan. Jadilah apapun juga. Namun jangan membawa maut.

Sekian, semoga bermanfaat dan para KCH Lovers tidak lagi salah kaprah dalam menafsirkan dan mengartikan lagu lingsir wengi dalam pikiran masing-masing.

Share This: