Misteri Ular Jelmaan Jin

Jangan coba-coba untuk membunuh ular yang melintas baik di jalan ataupun dalam rumah, khususnya di wilayah Dusun Larangan, Desa kembaran, Kecamatan kembaran, Kabupaten banyumas, Jawa tenggah. Jika hal itu sampai dilakukan, maka jangan sesali diri kita, kalau nanti mendapatkan musibah dikemudian hari. Inilah misteri yang hingga kini masih terus dipercaya di desa tersebut.

Menurut cerita orang-orang desa setempat, jauh sebelum tahun 1925, asal-usul desa kembaran ini adalah dua buah dusun yang bersebelahan. Di sebelah Utara adalah Dusun larangan dan disebelah selatan yaitu Dusun Kembaran. Selanjut nya ditahun 1925, dua dusun itu menyatu dengan dibentuknya sebuah desa baru yakni desa kembaran. Kepala Desa yang pertama adalah Ki Ditawangsa.

Akan tetapi meski desa larangan telah menyatu dan berubah menjadi sebuah dusun dibawah kekuasaan desa kembaran, hampir semua warga desa yang tinggal di wilayah kecamatan, lebih mudah tetap menyebutnya dusun larangan. Di dusun atau desa larangan ini ada satu legenda tersendiri yang sangat dipercaya dan mereka pun tidak berani menentangnya.

loading...

Legenda misteri itu bahwa di wilayah desa atau dusun larangan ternyata merupakan pusat sebuah pondok pesantren bagi bangsa jin muslim atau dengan istilah lain yaitu jin santri yang dipimpin langsung oleh jin yang bergelar Kyai yaitu kyai roda benggala yang hidup di jaman syekh Maulana Ishak yang termasuk sembilan wali atau wali songo. Ada beberapa warga desa yang mulai kurang mempercayai mitos dan mencoba melanggarnya dengan langsung membunuh ular yang ada disekitar rumah, akhirnya orang itu meninggal dunia secara mengenaskan dengan diawali sakit terlebih dulu.

Karena banyaknya kejadian semacam itu, sekarang ini warga lebih memilih diam tidak lagi berani mengusir, memukul atau bahkan membunuh ular yang masuk ke rumah mereka. Legenda misteri ini tidak saja diakui kuswanto, selaku perangkat desa kembaran, tapi juga para tokoh kesepuluhan desa setempat, mereka mengakui adanya kekuatan mistis di dusun larangan. Tidak cuma adanya larangan membunuh ular saja yang harus dipatuhi seluruh warga desa maupun pendatanganya.

Tapi ketika terdengar suara adzan berkumandang dari speaker masjid yang mununjukkan waktu shalat telah tiba, semua warga desa larangan harus segera menghentikan aktifitas kerjaanya dan segera melaksanakan panggilan Allah Swt itu. “karena, ditelinga orang yang masih terus bekerja saat adzan berkumandang, akan terdengar bisikan gaib agar segera menghentikan pekerjaan nya”. cerita kuswanto. “Kalau soal ketidakberanian warga desa larangan dalam hal membunuh ular itu karena ada alasannya” lanjutnya.

“Sebab ular yang hidup disekitar desa itu, sejati nya merupakan jelmaan dari santri pengikut kyai roda benggala, dengan berbagai ukuran panjang dan besarnya. Dan memang ular-ular tersebut selama ini tidak pernah menyerang atau membunuh manusia di Desa itu, hanya saja mereka sewaktu-waktu menampakan wujud hanya untuk mengingatkan manusia atas apa yang menjadi kewajibannya tapi belum dilaksanakannya”. Kuswanto pun menyarankan untuk lebih jelasnya agar menemui pak nyoman abdurachman yang merupakan sesepuh desa linggasari yang sangat memahami hal-hal gaib di dusun Larangan.

Share This: