Misteri Wanita Berbaju Pink

Ini kejadiannya baru kemarin saat aku baru pulang kerja. Lelah sekali rasanya setelah menghabiskan waktu selama 8 jam dikantor dan harus pulang menempuh perjalanan sejauh 25 KM akan sangat melelahkan. Menyiasati kelelahan dan kejenuhan itu semua aku harus membuat perjalanan pulang menyenangkan, dengan caraku seperti terkadang menghapalkan nomor polisi (nopol) kendaraan yang aku salip atau memperhatikan orang yang berpapasan denganku, melihat detail-detail pemandangan sepanjang jalan atau memperhatikan orang-orang yang menunggu angkutan dipinggir jalan.

Bahkan dengan mereview kembali lubang-lubang dijalan yang aku lewati (terdengar konyol bukan). Waktu itu aku sudah menempuh hampir setengah perjalanan pulang. Kendaraan aku pacu dengan kecepatan sedang. Di kejauhan aku melihat seorang wanita yang kelihatan mencolok sekali diantara orang yang ada disekitarnya. Dia mengenakan baju warna pink dan juga memakai jilbab berwarna pink.

Dia berdiri dibawah sebatang pohon dipinggir jalan. Kelihatannya dia sedang menunggu kendaraan angkutan umum. Semakin dekat jarakku dengan perempuan itu seolah semakin terpesona karena ternyata dia cantik dengan kulitnya yang putih. Semenjak dari kejauhan aku menatapnya dan kelihatannya dia menatap kearahku juga, tetapi sedetik kemudian aku memalingkan wajahku darinya karena aku teringat sebuah cerita. Berikut ceritanya.

Sore itu kita sebut saja anto sangat penat dengan pekerjaannya yang menumpuk dikantor yang mengharuskannya pulang terlambat karena harus menyelesaikannya hari itu juga, agar besok tidak menjadi beban yang akhirnya akan menyusahkan dirinya sendiri. Kantor saat itu sudah sepi tinggal dia sendiri dan seorang penjaga kantor yang masih ada disana. Tepat sekitar jam 17.30 sore, dia menyelesaikan pekerjaannya.

Dia segera mengambil tas dan jaketnya kemudian memberitahu penjaga kantor kalau dia sudah mau pulang. Singkatnya dia akhirnya mengendarai motor dengan santai menyusuri jalan yang biasa dilaluinya. Sengaja memacu kendaraannya dengan perlahan agar tidak menguras pikirannya berkonsentrasi mengawasi jalanan, dengan rileksnya dia bisa memperhatikan suasana sore disepanjang jalan itu.

loading...

Akhirnya sampailah dia dipinggir taman kota yang sepanjang jalan ditumbuhi oleh pohon sawo. Dari kejauhan dia melihat seorang wanita menggunakan baju berwarna pink yang sangat mencolok diantara orang-orang yang berlalu lalang disana disekitar taman. Wanita tersebut berdiri dibawah pohon sawo tepat dipinggir jalan seolah sedang menunggu angkutan umum yang biasanya melewati taman kota.

Semakin dekat jarak antara anto dan wanita itu, dia bisa melihat betapa kecantikan memancar darinya yang membuat anto terpesona. Wanita itu juga ternyata menatap kearah anto dan mulai mengembangkan senyumnya ketika anto mulai mendekat. Anto sempat salah tingkah, tetapi dia bisa mengendalikan kendaraannya dengan baik sehingga tidak terjadi insiden yang memalukan.

Beberapa meter sebelum melewati wanita itu, anto tiba-tiba merasakan angin yang bertiup agak kencang mengenainya dari depan dan melihat beberapa ranting kecil dan daun dari pohon sawo itu jatuh berguguran melewati wanita tersebut. Masih dengan posisi saling menatap dan saling tersenyum anto melewati wanita itu sebelum dia tiba-tiba tersentak dan segera menghentikan kendaraannya.

Jantungnya berdetak kencang menandakan adrenalinnya meningkat seiring dengan kejadian yang baru dia alami. Bukan karena kecantikan wanita itu, bukan karena senyuman wanita itu tetapi dia teringat ranting dan daun yang berjatuhan dari pohon sawo menembus badan wanita itu. Dengan sedikit ragu anto menolehkan kepalanya kebelakang dan benar dugaannya wanita itu telah menghilang dari bawah pohon sawo tersebut.

Segera saja anto memacu kendaraannya dengan terburu-buru meninggalkan taman kota ingin segera sampai dirumah dan dalam waktu tidak berselang terlalu lama dia akhirnya sampai dirumahnya kemudian segera masuk dengan perasaan merinding yang campur aduk. Di dalam rumah dia segera menceritakan kepada istrinya apa yang dia alami dijalan tentang pertemuannya dengan wanita berbaju pink dibawah pohon sawo.

Di luar dugaannya ternyata istrinya berujar “makanya jadi cowok itu jangan keganjenan, gak bisa lihat cewek cantik matanya jelalatan saja”. Mendengar itu anto cuma terdiam dan hanya bisa tersenyum kecut, tidak menyangka sang istri malah memarahinya. Kasihan banget ya si anto, *haha. Sekian.

Yandi Lalu

yandi

Facebook - Yandi Lalu ┬╗Instagram - @yandilalu

All post by:

yandi has write 87 posts