Mitos Legenda Gerhana Matahari

Mitos legenda gerhana matahari ini telah berkembang baik itu di Indonesia maupun di negara lain nya. Gerhana matahari total terkadang membuat manusia tidak dapat menerimanya dengan akal sehat, fenomena langka ini jarang sekali terlihat. Nah, kali ini bukan gerhana bulan berdarah yang akan di kisahkan legendanya, melainkan mitos dan legenda di beberapa negara mengenai gerhana matahari.

  • China, Naga makan matahari.

Di China Kuno, gerhana matahari juga menjadi objek penelitian studi. Meskipun demikian masyarakat China lebih mempercayai mitos tentang fenomena gerhana matahari. Astrolog China pernah menulis tentang gerhana yang terjadi 4000 tahun yang lalu. Sejarawan dan astronom percaya bahwa gerhana itu terjadi tepat pada tanggal 22 Oktober 2134 SM.

Masyarakat China pada waktu itu percaya bahwa terjadinya gerhana Matahari disebabkan oleh adanya seekor naga yang sedang melahap Matahari. Menurut legenda, dua astrolog pada saat itu, Hsi dan Ho, dieksekusi mati karena gagal dalam memprediksikan waktu terjadinya gerhana ini. Untuk menakuti naga ini, warga lalu membunyikan suara-suara keras seperti petasan. Dan hingga saat ini hal itu masih dilakukan.

  • Mesir Kuno, dewa matahari melawan ular laut

Dalam mitologi Mesir Kuno ada satu dewa yang paling penting, yaitu dewa Ra. Dewa Ra adalah dewa yang berkepala elang dan merupakan dewa Matahari. Dalam keseharian nya, Dewa Ra memimpin sebuah perahu yang banyak berisi dewa guna melintasi langit.

Ketika malam hari, Dewa Ra kembali ke barat melewati jalan akhirat dengan membawa cahaya untuk jiwa-jiwa yang sudah mati. Diceritakan dalam mitos tersebut bahwa perjalanan Dewa Ra melintasi langit adalah perjalanan yang sangat berbahaya. Letak bahaya dari perjalanan Dewa Ra adalah adanya Apep, yaitu dewa Ular Laut yang jahat. Apep selalu berusaha untuk menghentikan perjalanan Dewa Ra. Bila terjadi gerhana Matahari maka diyakini Apep telah berhasil menghentikan Dewa Ra, walaupun pada akhirnya, dewa Matahari berhasil meloloskan diri dan matahari kembali bersinar.

  • India, setan makan matahari

Mitos gerhana matahari di India juga sangat ramai dibicarakan saat negeri itu mengalami gerhana matahari total, Rabu 28 Juli 2009. Saat itu, para ahli nujum India memprediksikan, kekerasan dan kekacauan akan melanda seluruh dunia karena kepercayaan takhayul mereka sebagai akibat dari gerhana matahari total.

Dalam mitos Hindu, dua setan yakni Rahu dan Ketu yang diyakini menelan matahari sehingga terjadinya gerhana. Wanita-wanita hamil disarankan tetap berada dalam rumah selama gerhana berlangsung untuk menghindari bayi mereka terlahir agar tidak cacat. Doa-doa, puasa dan mandi ritual dianjurkan untuk dilakukan di sungai-sungai suci. Hal ini dilakukan untuk menghindari efek negatif dari gerhana tersebut.

  • Jawa, matahari dimakan Batara Kala

Di tanah Jawa juga ada mitos soal gerhana matahari. Dalam fenomena mitos Jawa, hal ini terjadi saat raksasa Batara Kala atau Rahu menelan matahari karena dendamnya pada Sang Surya atau dewa matahari. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gerhana. Di masyarakat Jawa, ketika fenomena gerhana matahari terjadi maka wanita hamil harus masuk rumah. Anak-anak kecil diharuskan masuk rumah untuk menghindari murka Batara Kala. Dan hingga kini di beberapa wilayah mitos ini masih dipegang teguh.

  • Jepang, gerhana matahari penyebar racun

Orang Jepang yang dikenal maju, dan modern. Juga punya mitos tentang fenomena gerhana matahari. Masyarakat Jepang dulu percaya bahwa gerhana matahari adalah sebuah wabah racun yang sangat berbahaya. Ketika gerhana matahari terjadi, orang Jepang percaya sedang ada racun yang sedang ditebarkan. Matahari yang tertutup dan membuat gelap sesaat itu diyakini sebagai racun yang disebar Untuk menghindari air di bumi terkontaminasi racun, mereka menutupi sumur-sumur mereka.

Nanti dilanjutkan ya ke mitos legenda gerhana bulan berdarah, stay tune di KCH terima kasih.

loading...

Share This: