Mitos Legenda Gunung Salak

Siloka artinya simbol atau sandi dan Salaka artinya asal usul, menurut Masyarakat Adat (Desa Giri Jaya). Siloka karena gunung salak menyimpan banyak misteri kehidupan dan siapa saja yang dapat menemukan atau mengerti rahasia di dalamnya akan menjadi manusia arif, Salaka karena di anggap gunung tersebut merupakan kawasan yang menjadi asal usul daerah dan kehidupan mereka.

Kata salak ini karena di temukannya buah salak besar di gunung tersebut (Mitos) Tak tahu apakah banyak pohon salak, dan salaknya sebesar apa dan dari mana buah salak itu. Apakah dari pohonnya atau muncul secara misteri. Kata Salak di ambil dari nama kerajaan Hindu di abad ke 4 dan 5 Masehi yaitu kerajaan Salakanagara yang berdiri di kaki gunung. Salakanagara di klaim juga berdiri di Pandeglang.

Kata salak di ambil dari bahasa Sansekerta yaitu Salaka berarti perak, maka gunung salak bermakna gunung Perak. Lalu bagaimana dengan kata Salaka Yasluku (bahasa Arab) yang berarti berjalan menuntut ilmu tentang kajian hakekat, sejarah, kearifan, ramalan dan sebagainya. Saya mau cerita tentang pengalaman saya ketika mendaki di gunung salak beserta 12 teman saya yang lainnya.

Kita berangkat dari rumah jam 06.00 pagi dan saat saya berada diposisi Gunung Malang sudah jam 09.00 pagi, saya dan teman lainya mengambil jalan pintas lewat hutan pohon Pinus dan mulai mendaki ke bukit yang terjal. Saat melakukan pendakian saya melihat sesosok bayangan hitam yang berlari naik ke atas bukit tapi saya hanya diam dan tak banyak bicara kepada teman.

Baru 3/4 pendakian kita sudah diguyur hujan tapi tidak lama hujanpun berhenti dan kita terus melanjutkan sampai ke tengah Gunung Salak dan disitu kita mulai membuat tenda. Tanpa disadari kita lupa membeli bahan bakar minyak tanah untuk keperluan penerangan malam, untung saja teman ada yang bawa paravin cukuplah buat penerangan di dalam tenda.

Tepat pas jam 12 malam yang bertepatan dengan malam tahun baru 2007, suasan jadi hening hanya terdengar suara gemuruh hujan yang sangat besar. disaat hujan terus menerus mungkin teman yang lain mulai kelelahan membetulkan tenda yang bocor karena hujan angin dan akhirnya mereka semua mulai kelelahan dan tidur.

Tanpa saya sadari ternyata di sekeliling saya sudah banyak penghuni Gunung salak mengitari area tenda bahkan saya sempat mendengar deru barisan prajurit serdadu dan melihat ekor macan yang bergerak ke kanan dan kekiri. saya hanya bisa mengawasi teman teman yag terlelap tidur hingga saya mendengar lantunan seorang ibu yang sedang mengaji di atas gunug, suara itu terdengar sangat dekat dan bukan saya saja yang mendengar suara itu tapi teman saya yang bernama pande juga ikut mendengarkan.

Setelah suara seorang ibu yang mengaji telah hilang baru saya mulai terlelap tidur hingga cahaya mentari masuk ke dalam tenda. Dan pagi itu kami semua langsung bergegas pulang, sedangkan teman yang dari tanggerang merasa kecewa karena tidak bisa mencapai puncak gunung salak. Didalam perjalan turun gunung kita bnyak sekali melihat prasasti, gapura dan megalitikum dan yang paling mengagetkan banyak sekali deretan makam makam tua yang tidak wajar dengan ukuran yang cukup besar dan panjang.

Dan saat kita sudah masuk daerah Cibalay turun hujan lagi sampai kita pulang kerumah. Dan pada saat itulah teman teman yang lain mulai menceritakan yang mereka alami waktu kejadian semalam, ada yang mendengar orang tertawa, ada yang menjerit, dan ada juga yang lihat pocong dengan postur tubuh sangat tinggi dan ternyata mereka semua gak bisa tidur.

loading...

Share This: