Mitos Legenda Sungai Sanzu

Sungai Sanzu berada di dekat Gunung Osore. Sanzu adalah nama yang sama dengan sungai di mitologi Jepang yang memisahkan alam manusia dengan alam baka. Konon jika seseorang menyeberangi sungai ini, dia tidak akan pernah kembali ke dunia nyata. Sudah banyak cerita tentang pengalaman seseorang yang mengalami sekarat atau hampir mati ketika melihat sungai alam baka ini. Mereka menemukan diri mereka tengah berdiri di pinggir sungainya, dan di seberangnya berdiri seseorang yang memanggil-manggil.

Seseorang itu biasanya adalah seseorang yang sangat dicintai atau leluhur, kadang-kadang juga orang asing. Sementara orang-orang di seberang lainnya biasa memanggil-manggil mereka kembali dan tidak menyeberang ke sungai itu. Sebuah cerita juga mengisahkan pengalaman seseorang ketika melihat orang-orang melambaikan tangannya memanggil dan menyuruh untuk menyeberangi sungai itu, ada sebuah kekuatan yang menahannya dan memaksa dirinya untuk segera bangun.

Menurut Legenda Sungai Sanzu atau Tepi Sungai Sai (Sai no Kawara) merupakan tempat dari roh seorang anak kecil yang meninggal lebih dulu dari orangtua mereka karena karma buruknya. Karena terlalu berdosa untuk ke surga, namun terlalu naif di neraka, mereka kemudian ditempatkan di sungai itu. Dikatakan bahwa Setan kemudian akan menggunakan mereka untuk mengambil batu-batu yang ada di sekitar sungai untuk membangun sebuah menara sebagai penebusan dari rasa berdosa mereka.

Namun, Setan juga akan terus menghancurkan menara itu tiap kali anak-anak itu berhasil membangun sebuah menara di sungai itu. Roh anak-anak itu akan terus terperangkap di tempat itu untuk membangun menara batu yang hanya akan dihancurkan oleh Setan. Dengan begitu, mereka akan merasa berdosa selamanya. Legenda Sungai Sanzu juga merupakan bagian dari tradisi agama Buddha di Jepang.

Dikatakan bahwa seorang manusia yang telah meninggal dunia akan menyeberangi sebuah sungai yang membatasi alam manusia dengan alam baka. Mudah atau sulitnya menyeberangi sungai itu sesuai dengan perbuatan manusia itu sendiri semasa hidupnya. Konon orang baik akan menyeberangi sungai itu dengan mudah, sedangkan orang jahat diharuskan menebus kesalahannya dahulu di sungai itu. Jika mendesak, beragam halangan bisa menyiksa orang itu sesuai dosanya.

Ada yang disiksa oleh sosok iblis yang berubah menjadi naga, air berbentuk ular yang mencengkeram roh manusia, atau sesuatu yang lebih menakutkan lainnya. Pada ritual pemakaman orang Jepang, biasanya enam buah koin juga ditempatkan di peti mati orang yang sudah meninggal. Koin-koin itu dipercaya akan digunakan orang itu untuk membayar biaya dalam menyeberangi Sungai Sanzu.

loading...

Share This: