Mitos Membunuh Binatang Melata

Mungkin kawan-kawan pembaca KCH sudah sering mendengar ini kalau kita harus berhati-hati membunuh binatang melata seperti ular dan biawak termasuk tokek juga. Di tempatku ada mitos bahwa makhluk gaib sering berubah menyerupai binatang-binatang tersebut sehingga kalau menemukan binatang tersebut dan berniat membunuhnya karena takut mendapat serangan.

Maka setelah itu bangkainya harus dibuang dijalan agar terlindas oleh kendaraan yang berlalu lalang sehingga seandainya nantinya dicari oleh keluarganya untuk balas dendam maka keluarganya akan kebingungan karena banyak jejak orang yang membunuhnya. Katanya nih pernah kejadian dahulu, waktu itu ada seorang yang kebetulan ingin mandi dipinggir sungai, tetapi begitu akan sampai disungai dia melihat seekor ular berwarna hijau melintas didepannya dan bersiap mematuknya.

Dengan spontan dia kemudian menghindar dan mengambil sebatang kayu. Setelah pergulatan beberapa lama akhirnya dia bisa mengalahkan ular itu dan membunuhnya. Setelah itu dia kemudian membuang ular tersebut di sungai dan melanjutkan hajatnya untuk mandi. Sesampainya dirumah saat malam hari katanya dia didatangi oleh beberapa orang yang mengaku keluarga ular tersebut dan berniat membalaskan dendam karena membunuh salah satu anggota keluarganya.

Orang ini akhirnya terserang penyakit aneh yang membawa kepada kematiannya. Ada juga mitos kalau membunuh ular belang yang warnanya merah dan kuning itu, setelah membunuhnya sebaiknya menghitung jumlah belangnya (tapi aku lupa apakah yang ganjil atau yang genap) kalau jumlah belangnya ganjil/genap gitu artinya itu adalah ular jelmaan dan begitu juga sebaliknya itu artinya ular tersebut hanya binatang biasa saja.

Oleh karena itu dipercaya kalau seandainya membunuh binatang melata sebaiknya segera dibuang dijalan biar “sidik jari” jadi kabur dan tidak dituntut pertanggungan jawab, kalau-kalau itu adalah binatang jelmaan makhluk gaib. Dan seandainya pun itu cuma binatang serta bukan jelmaan makhluk gaib tidak ada salahnya itu dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, setidaknya memastikan hewan itu mati karena terlindas kendaraan yang lewat.

Kalau saran dariku sebaiknya kalau bertemu dengan binatang melata apalagi yang sekiranya membahayakan sebaiknya segera menghindar, terlepas itu adalah memang binatang berbisa atau tidak, apakah itu jelmaan atau tidak sebaiknya segera mencari pertolongan. Karena kalaupun itu bukan jelmaan tetapi seandainya diserang bisa berbahaya karena mengancam jiwa entah karena bisa atau karena nantinya menyebabkan infeksi pada luka.

loading...

Jadi sebaiknya hindari hal-hal yang membahayakan jiwa apapun itu, tapi kalau sudah kepepet ya harus dihadapi. Seperti kata pepatah jangan mencari musuh tapi kalau ketemu musuh usahakan berdamai saja, gak usah saling bermusuhan tidak baik karena akan memutuskan tali silaturahmi, berdosa. Betul gak. Sekian dulu untuk saat ini. Salam perdamaian *hehe.

Yandi Lalu

Yandi Lalu

Facebook - Yandi Lalu ┬╗Instagram - @yandilalu

All post by:

Yandi Lalu has write 87 posts

loading...