Mitos Tol Cipularang

Mitos apa memang benar adanya? kejadian-kejadian yang mungkin beberapa orang pernah mengalaminya, saat itu terjadi kepadaku dan temanku, ada yang percaya dan ada yang tidak. Tidak akan pernah sekalipun kami pernah memilih waktu dan kondisi yang akhirnya mempertemukan kami dengan mereka dan aku mengalaminya sendiri di tol Cipularang.

Kejadian ini aku alami ketika aku baru saja pulang menonton konser maroon 5 di jakarta, namaku Gina dan aku yang dikenal cerewet dan banyak tingkah hari itu berbeda dari biasanya. Saat itu aku jadi pendiam karena aku merasa tidak enak badan. Aku berangkat menonton konser bersama pacarku Ega dengan menumpang mobil teman yang bernama Fadli.

Sekitar jam 11:30 acara selesai, kami bertiga baru bisa keluar sekitar jam 12:30 dan langsung menuju kota Bandung lewat Tol Cipularang. Mobil pun melaju, pacarku ega duduk didepan dan fadli duduk menyetir mobil lalu aku duduk dibelakang. Aku meminta pacarku untuk memundurkan kursinya agar bisa memegangnya. Karena aku agak sedikit takut sendirian dibelakang, aku duduk memiringkan badanku sambil bersandar di pintu dan kaki aku bawa ke atas kursi lalu selonjoran. Beberapa jam tadi aku berdiri dan akhirnya bisa duduk, dan tidak lama aku pun mulai terlelap.

Astagfirulah, mobil kami agak sedikit berbelok lalu fadli bilang baik-baik saja. Tiba-tiba saja dia merasa matanya seperti tertutup, fadli lalu melihat ke arahku sambil bilang didaerah sini jangan sompral. Aku pun kembali duduk di posisi ku semula dan kulihat pacarku sudah tertidur lelap lalu aku pun kembali tertidur.

Perjalanan berlanjut, setengah terpejam dan sekilas mataku melihat ke jalanan tapi tidak kulihat apa-apa hanya gelap dan entah berapa lama lagi sampai di bandung. Aku ingin menemani fadli yang menyetir tapi rasa kantuk mengalahkanku dan akhirnya aku terlelap. Aku terlelap cukup lama sampai, aku merasa ada sesuatu yang berat di kaki ku. Aku merasa ada yang duduk di kaki yang aku selonjorkan ini.

loading...

Seketika keringat dingin mulai bercucuran dan jantungku mulai berdegup dan tiba-tiba saja terdengar suara seorang wanita bersenandung. Suaranya jelas sekali, aku dengar tepat didepanku. Aku mencoba membuka mata dan tidak ada apapun namun kaki ku ini masih terasa tertindih. Aku bisa merasakan ada seseorang yang duduk diatas kaki ku ini.

Aku coba berteriak tapi tidak bisa, aku menepuk-nepuk ega didepanku namun dia hanya tertidur saja. Aku lihat fadli, dia hanya menatap lurus kedepan seakan tidak melihatku. Aku terus meronta-ronta melepaskan diri dari sosok yang tidak terlihat yang duduk diatas kakiku. Sampai berhembus angin yang cukup kencang seperti menghempasku.

Aku seperti terhipnotis untuk kembali tidur, untuk waktu yang lama aku pun terbangun ketika mobil berhenti di pos pembayaran. Aku lihat keluar ternyata sudah sampai di bandung, dan ega pun terbangun. Selama perjalanan aku menceritakan kejadian yang aku alami tadi, dan ega sempat tidak percaya namun fadli berkata lain.

Fadli bilang, bahwa sejak km 90 dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dari spion tengah dia melihat ada seorang wanita yang duduk dibelakang dengan wajah pucat berambut panjang dan berbaju putih dan wanita yang fadli lihat itu mungkin adalah sosok yang menduduki kakiku. Ternyata kami pun mendengar cerita-cerita jika naik mobil di Tol Cipularang lebih baik jangan bertiga.

Jika bertiga penumpang yang duduk dibelakang harus mengangkat benda untuk berada disebelahnya dan jangan dibiarkan kosong. Jika tidak ada maka akan ada sesuatu yang ikut duduk dibelakang, kamu mau percaya atau tidak dengan ceritaku ini karena pengalaman itu pernah terjadi dan aku alami sendiri.

Share This: