Nabrak Pocong

Assalamualaikum. Weni lagi disini. Kali ini aku mau menceritakan tentang kejadian yang dialami tetanggaku, yaitu Teguh dan Ivan. Kejadian ini sudah sekitar 2 tahun yang lalu saat aku masih duduk di bangku SMA. Jadi ceritanya si Teguh dan Ivan lagi nongkrong sama anak-anak lain di tempat tetangganya yang juga sekampung denganku, yang rumahnya berjarak kira-kira 100 meter dari rumah Ivan.

loading...

Mereka berkumpul sambil cerita ngalor ngidul gak karuan. Nah disebelah rumah tempat mereka berkumpul tepatnya disebelah selatan karena rumah itu menghadap timur, terdapat sebuah rumah kosong yang terbuat dari anyaman bambu, atau biasa disebut rumah gedek bagi orang jawa. Rumah itu hanya dipisahkan oleh sebuah lahan kosong yang lebih mirip sebuah halaman rumah namun terletak disamping rumah.

Rumah itu adalah rumah nenek dari si empunya rumah tempat mereka nongkrong. Pemilik rumah sudah lama meninggal karena sakit dan faktor U. Setelah lama mereka ngumpul-ngumpul gak jelas, Teguh dan Ivan pamit pulang karena jam sudah menunjukan angka 9. Mereka pulang dengan menaiki motor Ivan, dengan posisi Ivan yang membonceng.

Baru beberapa meter mereka berjalan tepat didepan rumah kosong itu Ivan menghentikan motornya secara spontan karena dia melihat sesuatu berdiri di depannya, dan hal itu hampir membuat mereka celaka. Kemudian Teguh bertanya kepada Ivan “Lapo? Kok kate tibo? (Kenapa? Kok nyaris jatuh?). Dengan wajah tegang Ivan menjawab “Aku nubruk pocongan”. Tapi si Teguh gak lihat apapun didepan. Dengan rasa takut akhirnya mereka melanjutkan perjalanan pulang. Dan keesokan harinya berita ini langsung menyebar. Sekian cerita dari ku, maaf kalau gak seram.

Share This: