Nala Sahabatku : The End (6)

Semua kata kata itu, adalah kata kata terbaiku. Aku sangat menyesal berkenalan dengan Nala!. Kenapa ia begitu jahat kepadaku? Salahku apa? Aku juga sama sepertinya! Aku juga tidak memiliki orang tua!. “o, orang tuaku mati karena menolong anak kecil menyebrang jalan. Nasibnya justru orang tuaku meninggal” jawab Nala menangis. “it, itu karena mereka terlalu memperhatikan orang lain!” lanjut Nala.

Akh! Aku kesal dengan dia! Dia benar benar orang yang. ARGH!! “ASALKAN KAMU TAU YA, ORANG TUAKU JUGA SUKA MENOLONG ORANG LAIN! KEPALANYA TERKENA 17 JAHITAN!! TAPI AKU TIDAK PERNAH DENDAM!! APALAGI SAMPAI MEMBUNUH ORANG TIDAK BERDOSA!! TINDAKAN TERBODOH YANG PERNAH AKU LIHAT!” teriakku pada Nala. Ada apa sih dengan gadis ini? Apa dia tidak naik kelas 6 kali? Kok, pikirannya sebodoh ini?. Tapi saat itu juga, Mayla, Wissy, ayah Nala dan Ibu Nala mendadak ada.

Mereka terlihat bersedih. “Qizalla Jackzron Janelle, anak gadisku satu satunya, buah hatiku satu satunya dan penerang jalanku satu satunya, mengapa menjadi begini? Ibu tidak pernah mengajarimu untuk dendam, sayang” kata ibunya. Nala langsung menangis mendengarnya. “ayah hanya mau anak ayah satu satunya menjadi anak gadis secantik dan sebersih hatinya. Apa yang membuat kamu sangat dendam, sayang? Maafkan ayah dan ibu jika kami meninggalkan kamu duluan, sayang” lanjut ayahnya.

loading...

Tangis Nala makin keras. Nyatanya, hantupun dapat bersikap manja, ya? “maaf ayah, ibu. Qizalla Cuma sedih berkepanjangan. Ayah sama ibu ninggalin Qizalla begitu aja, ditambah temen temen Qizalla begitu semua” jelas Qizalla. Tapi respon ayahnya lebih cepat. “kalau memang begitu, mengapa Wissy, Mayla dan Via mau menemani kamu? Padahal, hutan Harjaforza terkenal angker dan segan di masuki orang tapi, mengapa mereka mau? Karena mereka peduli denganmu, sayang”.

“ditambah, kamu punya teman manusia seorang indigo. Dia sudah menganggap kamu sebagai saudaranya sendiri. Berapa lama kamu menjalin hubungan dengannya? Sudah sangat lama bukan? Miliaran detik bukan? Kenapa kamu malah membalas dengan membunuh orang orang yang penting dihidupnya? Kamu sendiri merasakan bukan? Tapi, mengapa kamu membiarkan kesedihan itu menyebar? Dia sudah sangat baik untukmu, ia bersedia membagi susunya, tempat tidurnya, mainannya, makanan nya, tapi? Apa yang membuat kamu begitu membencinya?” lanjut ibunya.

Nala langsung menatap aku, Wissy, Mayla, Via dan Iva. Lalu Nala langsung berteriak. “AKU MINTA MAAF ATAS KESALAHANKU! AKU MENYESAL MEMBENCI KALIAN!! SANGAT MENYESAL!! ANDAI AKU DAPAT MEMUTAR WAKTU KEMBALI, AKU AKAN MEMBIARKAN TEMAN TEMANKU HIDUP, PAMAN DAN ORANG TUA VARA HIDUP KEMBALI!! AKU MEMANG SETAN YANG TIDAK PANTAS MASUK KE DUNIA 2 MILIK TUHAN” teriak Nala sembari sujud di hadapan kami. Aku menangis. Karena aku tau perasaan Nala saat ini.

Berbagai perasaan yang tercampur aduk di hatinya. Yang bisa aku lakukan hanya, aku tidak tau apa penerang jalanku sudah mati lampunya karena setan itu. Sekarang, aku tersesat didalam labirin kelam dan suram tanpa cahaya sedikitpun. Aku harus apa? Bagaimana caraku membayar biaya sekolah? Makan? Sial. sial.. “sudah, jangan menyesali yang lalu, sekarang, aku yakin tuhan bisa menerimamu di dunia ke 2 sana. Pergilah, kamu bisa tenang bersama keluarga tercintamu dan sahabat sahabatmu” jawabku.

ARGG!! Kenapa aku bilang begitu! Aku mau membalasnya!! Aku ingin menyakitinya! Tapi tuhan ampunilah aku, dendam tidak akan menyelesaikan masalah. “kamu memang berhati malaikat Vara, izinkan aku memakai raga Iva ya, aku ingin memelukmu” tanya Nala. “baiklah” jawab Iva. Lalu Iva berubah menjadi Nala. “karena energi di 2 alam berbeda, izinkan aku menghidupkan paman kamu lagi, Ya?” tanya Nala.

Langsung aku jawab iya. Masa, aku nggak mau? Paman adalah penerang jalan keluarku satu satunya. Seketika itu, pamanku sadar! Kaca kaca yang asalnya retak, menjadi seperti semula. Gelas susu yang aku lempar, menjadi menyatu seperti semula. Tapi seketika itu pula, Nala kembali ke tubuhnya. Lalu satu persatu para hantu di kamar pamanku menghilang dengan meninggalkan senyuman. Tapi Iva tidak tau apa yang terjadi.

Karena raganya di pakai, jadi dia tidur. “PAMAN!!” teriakku pada paman dan langsung memeluknya. “Vara membawa teman? Mau menginap?” tanya pamanku seperti tidak menyadari apa yang barusan terjadi. “ya” jawabku. “siapa yang tadi main masuk bawa pisau?” tanya pamanku sambil tersenyum. (menuduh aku yang lagi main main). “mimpi kali. paman juga lagi tidur” jawabku menahan gugup. “oh…”.

“namamu siapa?” pamanku langsung menatap Iva. “Iva”, “nanti kita bakal ketemu lagi di tempat tuhan” suara itu, aku kenal, Nala. “aku Wissy. Hati hati, malaikat” oh, ini si Wissy. “dah malaikat, mungkin suatu saat aku akan izin ke tuhan untuk berkunjung ke dunia ini lagi untuk menemuimu” Via suara kamu merdu banget kalau nyebut aku ‘malaikat’ he.. he.. he.. “terima kasih sudah menyelamatkan anakku” iya, ibu Nala “aku juga sangat berterima kasih padamu, Vara” aku juga terima kasih ayah Nala.

Karena sudah anggap aku anak sendiri. “temukan jasadku, ya? Temukan demi aku. Mayla” siap, Mayla!! Pasti akan aku temukan! Suaramu sangat indah, bahkan lebih indah dari suara Ariana Grande. Aku pasti akan menemukan nya. Tapi, suara suara merdu kalian hanya bisa didengar olehku. aku pasti akan merindukan kalian semua. Cepat kembali, ya!! Mungkin, suatu saat kita dapat saling membunuh di dunia ke 2 sana. I miss you, Vara Ravsoridky. Aku tunggu kamu disini. This time, i want to kill you by my hand, The End.

Share This: