Nanti Juga Kenal

Hallo hai semua sobat reader setia KCH. Gina hadir lagi. Seperti biasa, aku akan membagi kisah-kisah supranatural, lets go. Kejadian ini baru terjadi beberapa hari yang lalu, tanggal 12 maret 2017. Ceritanya sepupu (Loid) aku ini baru pulang dari Belgia karena kerja, jadi dia ngambil cuti beberapa hari untuk melihat rumahnya yang di bangun di Medan. Berencana dia akan membangun rumah sebesar istana presiden (*lebay) *soek karena ada sedikit masalah dan gak bisa di bicarakan melalui telepon atau skype atau apalah jadi di putuskannya untuk terbang ke sini.

Nah, singkat ceritanya si Loid beberapa hari mau nginap di rumahku, karena lokasi rumahnya hanya ada di blok sebelah dari rumahku. Sebelum nginap, kak Al bilang ke dia kalau dia nanti akan punya kawan baru yang tinggal di rumah ini juga. Dia penasaran dong, di tanyanya siapa? Mana orangnya? Dari tadi gak nampak? Terus kak Al jawab dengan santainya, nanti juga kenal *hehe.

Sehari si Loid telah menginap dan kawan itu tak juga ada, pikirnya. Dua hari dia nginap, tak juga ada tuh kawan. Akhirnya dia tanya ke aku dengan rada kesal. “Mana?” kata si Al aku mau di kenali sama kawan baru. “Siapa? Cewek atau cowok? Kalau cewek cantik, bolehlah. Tapi aku sudah dua hari nginap disini, tapi batang hidungnya saja gak nampak” terus aku jawab dengan santai “*hehe, hehe sabar ya, nanti juga kenal”.

*Hehe belum tahu saja dia, temannya itu kayak mana. Di hari ketiga, masih juga di tunggunya dan si Loid sampai marah di kiranya kami ini nipu dia di bilangnya kami pembohong terus aku bilang “selama tiga hari ini, kawan yang loe tungguin itu lagi belum siap tampil. Dia itu mau mempersiapkan diri dulu buat dandan, biar cantik dan kalau nanti kenalan gak malu-maluin” si Loid malah jawab dengan muka sumbringah ala play boy “oh, ternyata dia cewek. Masa dandan saja sampai 3 hari?” *hehe (itu mah yang ada di pikiran loe).

Dan di hari keempat menginap ini adalah hal yang paling seru. Saat sedang asik tidur siang di kamar Al, Loid mendengar ada suara nyanyi suaranya merdu banget. Waktu itu yang ada di rumah hanya aku dan Loid karena aku cuti sendiri *hehe bukan cuti bersama (umumnya). Dan mendengar suara itu aku langsung tahu siapa. Cepat-cepat aku beranjak mau keluar dari rumah, bukannya aku takut ya, *uwek itu sih sudah biasa, sudah kebal.

Tapi aku mau kasih special time buat mereka berdua. Mendengar nyanyian yang begitu merdunya sumpah suara Raisa saja kalah saing, jadi si Loid ini langsung bangun dari tidur dan mencari asal suara itu, ia kira aku, ternyata katanya aku gak ada di rumah jadi si Loid cari sana cari sini gak dapat. Pas mau balik ke kamar, tiba-tiba Loid melihat seorang wanita yang lagi di di dalam kamar kak Al, duduk di ranjang membelakangi Loid dengan rambut sepinggang, baju kengsi warna hitam panjang kayak daster.

Loid tahu itu bukan ciri-ciri aku, karena aku orangnya tom to the boy alias tomboy (agak) jadi mana mungkin aku pakai baju kengsi terusan. Ok, jadi dia pun ngintip dari luar dan bertanya tanya siapa gerangan? Oh mungkin itu cewek yang mau kenalan, sama aku, pikirnya. Loid pun mendekat, semakin dekat dekat sekali dan dekat banget akhirnya pas di lihat *dar cantik loh guys, *hehe.

loading...

Loid kemudian ajak ngobrol tuh cewek banyak hal, kalau di tanya loid, dia selalu diam, tapi setelah si Loid tanya tuh cewek tinggal disini sudah berapa lama. Dia (makhluk jahil) itu baru ngomong “sudah 80 tahun” *haha di kiranya si Loid, tuh cewek bohong karena dari tampangnya masih muda 20 tahun, padahal memang benar. Setelah sedang asik-asiknya, berbincang ria, tiba-tiba Loid mencium bau amis, tapi dimana ya? Di cari-cari keseluruh pelosok gak bau.

Tapi pas kok di belakang cewek itu ada bau amisnya. Jadi si Loid lihat kebelakang cewek itu gak ada apa-apa. Tapi baunya dari daerah situ jadi si Loid agak curiga sama tuh cewek rupanya cewek itu bilang, “bang, tulang saya patah, tolong di benarin”. Di pikir si Loid itu tanda dia di suruh dan dengan senang hati si Loid membantu. Pas di singkirkannya rambut cewek itu tiba-tiba si Loid lihat ada yang aneh di punggungnya.

Putih-putih kayak tulang patah dan merah kayak daging (gak ada kulitnya) cewek itu menjawab dengan suara anggunnya “iya abang, memang itu tulang saya yang patah. Tolong *dong di benarin”. Mendengar itu Loid pun langsung lari kalang kabut tak karuan keluar rumah sampai di luar rumah, dia ku samperin dan ku tanya “bagaimana, sudah kenalan. Cantikan?” Loid pun jawab sambil ngos-ngosan gak ketulungan “pala loe botak, cewek itu setan **** (sensor), koplak”. Sekarang dia gak mau lagi menginap di rumahku, sudah kapok *hehe. Sekian.

Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Thank you for reading my stories.
Thank you for liking my stories
Thank you so much…
Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur…

All post by:

Sezgina Fradah has write 94 posts

Please vote Nanti Juga Kenal
Nanti Juga Kenal
Rate this post