Nenek Penunggu Jalan Alas Roban

Sampai saat ini aku tidak akan pernah menyangka akan bertemu dengan “mereka” di dalam perjalanan, tepatnya di jalan Alas Roban. Sore itu hujan mulai turun membasahi atap rumahku dan terdengar suara percikan air hujan dari kamar rumahku. Saat itu aku mulai terlelap ketika kelelahan melakukan aktivitas di siang hari, tiba-tiba aku pun terbangun dari tidur karena kaget ada yang mengetuk pintu.

Ternyata itu ibu, dia memberitahu kalo malam ini semua orang dirumah pergi keluar kota. Karena saat itu liburan, aku hanya bisa menganguk saja ketika di ajak oleh ibu. Singkat cerita sekitar jam 4 sore, aku sudah mempersiapkan seluruh peralatan yang akan aku bawa. begitu juga orang lain yang ada dirumahku. Namun saat seluruh keluargaku masuk kedalam mobil, aku malah tidak kebagian kursi mobil.

Untungnya mawardi menawarkan diri untuk membawa mobilnya. Akhirnya aku dan mawardi berjalan kaki karena rumah mawardi tidak begitu jauh dari rumahku. Mawardi pun mengambil mobil miliknya dari bagasi rumahnya dan kami pun memulai perjalanan, kami berselisih kurang lebih 2 jam dari mobil keluargaku yang sudah berangkat. Jadi kami merasa sudah tertinggal jauh, ditengah perjalanan aku mulai mengantuk. Mawardi menawarkanku untuk tidur dibelakang agar bisa selonjoran.

Aku pun tertidur, tak lama kemudian aku tiba-tiba saja terbangun dan melihat jam sudah menunjukan 11 malam. Aku lekas bertanya pada mawardi sudah sampai dimana aku ini. Mawardi menjawab bahwa sekarang sudah tepat di daerah Alas Roban. Mobil berjalan cepat karena terlihat jalan yang kulalui sekarang sudah sangat gelap.

Tak lama disalah satu tikungan, aku merasa mobil ini berjalan semakin ke pinggir. Aku pun langsung bertanya pada mawardi, mau kemana. Mawardi bilang kita berhenti dulu sebentar diwarung itu karena mau makan dulu. Dibelokan itu aku tidak melihat apa-apa. Dimana warungnya tanyaku kepada mawardi, padahal jelas tidak ada warung disana. Mawardi terus menunjuk tempat warung itu, dan mobilpun semakin ke pinggir.

Aku merasa ini sudah tidak beres, aku segera menyadarkan mawardi dan bilang stop. Dan seketika ketika rem mobil, wajah mawardi terlihat kebingungan. Kami keluar dan ketika melihat, hampir saja mobil kami terjerembab ke jurang. Mawardi bilang dia melihat sebuah warung disana, dan disana tidak lain adalah sebuah jurang. Kami beristigfar dan melanjutkan perjalanan.

Aku pun duduk didepan karena takut, mawardi pun menjalankan mobilnya dengan perlahan sambil sesekali membahas kejadian aneh tadi. Ditengah perjalanan tiba-tiba mawardi ingin buang air kecil dan dia bilang sudah tidak tahan. Kami mencari pom bensin atau rumah warga untuk ikut ke toilet, namun kami tidak menemukan pom bensin dan rumah warga.

Akhirnya karena sudah tidak kuat, mawardi pun berhenti. Dia menyuruhku untuk menunggu sebentar saja, aku pun menunggu dan dalam hati kecilku aku merasa ketakutan. Aku melihat sekelilingku sangatlah gelap bahkan mobil yang lewat pun bisa dibilang jarang. Tiba-tiba samar aku mendengar, suara ketukan kayu. Namun aku tidak melihat apa-apa, aku juga tidak melihat ada orang disekelilingku.

Suara ketukan kayu itu terus terdengar semakin keras dan suara itu, aku mulai merasa sedikit panik dan ketika aku melihat ke arah depan mobil. Dari arah depan berjalan pelan seorang wanita yang cukup tua dan membawa tongkat yang semakin lama semakin mendekat dan wanita tua itu berhenti tepat didepan mobil ini. Wanita itu berjalan sambil menunduk, rambutnya putih dan agak bergelombang. Dia pun berhenti tepat didepan mobil sambil mengetuk tongkatnya ke jalan.

Jantungku seakan berhenti, kakiku lemas dan tiba tiba saja dia mengangkat kepalanya lalu menatap tajam kepadaku. Aku mencoba tidak melihatnya namun kali ini terasa, seperti ada yang memeluk aku dari belakang. Sangat keras, spontan aku melihat ke belakang dan tidak disangka tepat didepan mataku hanya berjarak beberapa centimeter saja ada wajah yang sangat menyeramkan. Dengan mata merah melotot dan mulut yang hitam sambil bergumam mengeluarkan suara yang kurang jelas.

Aku seakan tidak bisa bergerak, dia terus melotot kepadaku. Mawardi pun tidak kunjung datang dan dia mulai menggeleng-gelengkan kepalanya yang membuatku semakin takut. Pelukannya sangat keras membuat nafasku kini sesak. Tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara mawardi yang memanggilku, Nenek itu tiba-tiba menghilang seketika. Kini aku terlihat pucat, mawardi pun kaget dan lekas kita mencari rumah warga untuk sekedar beristirahat.

Akhirnya tidak begitu jauh, kami pun menemukan rumah warga. Singkat cerita warga disana menceritakan bahwa di jalan alas roban itu memang sering terjadi kejadian-kejadian aneh dan mitosnya lewat jam 10 malam. Sebaiknya pengendara berhati-hati dan tidak melamun karena akibatnya mereka yang tidak terlihat akan mengganggu kita. Dua bulan sudah berlalu hingga saat ini kehadiran dari wanita tua itu terkadang masih bisa aku rasakan disaat aku sendiri di malam hari.

Karena aku mendengar suara batuk yang berubah menjadi suara tertawa wanita tua. Ataupun sesekali, aku merasa dia seperti menampakan dirinya kepadaku bahkan lewat mimpi sekalipun. Untuk kamu yang membaca cerita ini, berhati-hatilah karena setelah membaca cerita ini nenek tua itu akan datang lewat mimpimu.

loading...

Share This: