Nepak

Assalamualaikum para sahabat KCH. Kembali lagi nih dari Lampung. Oh iya, sebelumnya saya mau kasih ucapan buat kak john, selamat ulang tahun ya, semoga hal baik selalu menyertaimu, dan selalu sukses dengan cita-citamu. (Cause beranda KCH kasih tau hari ini ulang tahunnya, *hihi). Oke beralih ke cerita.

loading...

Siapa sih yang gak tau namanya togel? Iya, togel adalah tongkrongan ongkos geger doel. Lha gimana gak geger, ongkos atau uang hasil jerih payah seharian malah buat main judi model togel. Kalau menang ya asyik-asyik nyanyi-nyanyi, giliran kalah manyunnya sepanjang kali. “Tidak peduli haram atau halal, yang penting otak pada happy” katanya. Salah satu narasumber yang aku sapa mang iyan.

Kisah ini saya ungkit waktu masih tinggal di kampung baru atau rumah lamaku (yang terkenal kampung kerajaan demit). Di kampung ini tidak laki dan perempuan suka yang namanya pasang nomor geger doel atau istilah kerennya togel. Tapi itu khusus karyawan si kaya ya, bukan karyawan punya mertuaku dulu, *hehe (masih ingatkan, cerita misteri si kaya dan pebisnis biasa).

Di sana, tidak seorang pun yang tidak ikutan. Bahkan pedagang yang dulu kerja di tempat abah pun ikutan. Tidak segan-segan melakukan perbuatan syirik yaitu nepak. Apa kalian tahu apa itu nepak? Nepak adalah sejenis pemujaan setan atau jin untuk memberi bocoran nomor geger/togel yang akan keluar di esok hari. Sebut saja mang iyan, mang ade dan mang, ah saya lupa namanya (mereka sobat pertogelan).

Suatu malam mereka merencanakan sesuatu untuk nongkrong alias bersemedi di pekarangan angker. Tidak lupa perlengkapan sesajen ala kadarnya di siapkan dalam nampan. Malam yang di tunggu-tunggu tiba, mereka bertiga menuju pekarangan pada tengah malam yang sudah sepi. Tapi mang ade hanya menunggu mereka berdua di luar area untuk berjaga-jaga supaya tidak ada orang yang lewat.

Akhirnya ritual di mulai, mang iya dan 1 temannya hening memantapkan niatnya. Sesajen yang mereka bawa di letakan di depan mereka duduk, tidak lupa membakar kemenyan dan dupa. Setelah beberapa menit detik bahkan jam. Tiba-tiba ada angin kencang datang, mengacak-ngacak area persembahan. Kemudian muncul sesosok wanita cantik bergaun putih, dan berwajah pucat.

Kemudian, sesajen dalam nampan tiba-tiba terpental mengenai wajah mereka berdua. Sontak mereka berlarian menghindari amukan angin itu, mereka menuju mang ade yang berjaga di luar area. Kemudian lari menuju depan rumah mang iyan yang tidak jauh dari pekarangan angker. Setelah sampai, mereka bercakap-cakap tentang hasil pertapaan atau ritual tadi. Belum hilang nafas ngos-ngosan, akhirnya mang iyan menjawab “nol”.

“Maksudnya?” kata mang ade.
“Demitnya belum sempat ngomong, kita sudah lari duluan karena takut” kata mang iyan.
“Lha gimana ini, masa bisa begitu” kata mang ade.

Setelah menjelaskan semuanya ke mang ade. Akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing dengan kecewa. Keesokan harinya, nomor yang mereka tebus tidak keluar karena hanya pasang angka asal-asalan, atau menurut hati nurani pertogelan mereka saja. Setelah mang iyan selesai nongkrong di area pertogelan, akhirnya kembali ke pabrik abah untuk mengambil dagangan sambil bercerita. Akhirnya mba sumi bertanya pada mang iyan.

“Memang sesajennya isinya apa saja mang?” kata mba sumi.
“Ya biasa, bunga 7 rupa, telur ayam kampung, buah-buahan, dupa dan menyan” kata mang iyan.
“Lha buahnya sayang amat, bisa buat aku tak makan” kata mba sumi.
“Eh tapi buahnya apa” kata mba sumi lagi.
“Buah belimbing” kata mang iyan.

(Sontak kami tertawa semua).

“Ya iyalah demitnya kagak mau, aku saja gak mau di kasih belimbing yang gak ada harganya (gratis)” kata mba sumi.
“Demit mah ya ngerti atuh mang, pengen buah yang enak dan yang mahal-mahal, memang zaman sekarang gratis” kata mba sumi sambil tertawa.

Akhirnya kami tertawa lagi, dan membuat mang iyan tersenyum malu. Baca juga cerita selanjutnya di nepak bagian 2. Note: Ini kisah nyata ya all, saran saya, hindari perbuatan musyrik dan hindari uang haram. Karena hidup kalian tidak akan tentram. Sekian dan wassalamualaikum.

Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 118 posts