Ngerjain Orang Malah di Takuti yang Asli

Hay sobat, sudah lama nggak post cerita nih, nah kali ini aku akan bercerita pengalamanku saat malam mingguan kemarin, ya 4 hari yang lalu. Nah jadi ceritanya begini guys. Sore hari saat istirahat latihan Volly di lapangan sebelah timur rumahku kawanku sebut saja Toglek, Gemblong, Kancil dan Prongos (nama samaran) menghampiriku.

“Woy nanti malam kita bakar jagung yuk!” ajak Toglek (maklum jomblo jadi kalau MalMing kalau nggak di rumah ya main sama teman, *hehe).
“Ayo, tapi jagung dari mana?” ucapku.
“Halah gampang, di kebunku banyak kok, masih belum terlalu tua juga” jawab Toglek.

“Ya benar lagian jagungnya juga jagung manis, jadi enak” ucap Kancil.
“Okelah kalau begitu” ucapku.
“Nanti jam 9:30 malam ya guys” ucap Prongos.
“Oke, oke”.
“Ya sudah yuk cil kita pulang duluan”.
“Ayo ngos”.

Kancil dan prongos pulang duluan, tinggal aku, toglek dan gemblong.

“Habis isya kamu langsung ke rumahku ya” ajak Toglek.
“Ngapain, kan masih sore, katanya jam 9:30?” ucapku.
“Sudah kita ada rencana, bagus pokoknya!” ucap gemblong.
“Wah pasti rencana jahil nih, iya kan?” ucapku.
“*Haha, sudah jam segitu kamu ke rumahku ya, bareng gemblong tuh” ucap Toglek.
“Ok, ok siap lah”.

Kamipun bubar dan pulang ke rumah masing-masing. Dan waktu berjalan cepat, sudah habis isya, aku dan Gemblong keluar dari masjid langsung menuju rumah Toglek.

“Woy Glek!” teriak Gemblong, Toglek sudah menunggu di teras.
“Eh sini, sini” ucap Toglek.
“Katanya ada rencana? Rencana apa, coba ceritain”.
“Oh iya, bentar aku ambil propertinya dulu” ucap Toglek lalu masuk rumah.
“Pakai properti? Kita mau ngapain sih?”.
“Sudah kamu tunggu saja” ucap gemblong.

Tidak lama kemudian Toglek keluar dari rumah.

“Nih propertinya” ucap Toglek menyodorkan selimut dan tali Rafia.
“Apaan? Buat apa nih” ucapku.
“*Noh lihat di rumah tetanggaku kan ada anak kecil tuh, nah nanti gemblong pakai nih selimut biar real kayak pocong aku tali pakai rafia” ucap Toglek.
“Oh, buat ngerjain bocah ya, *haha, tapi apa nggak ketahuan tuh kok pakai rafia, merah lagi rafia nya?” ucapku.
“Halah pikiran bocah apa sih kalau lihat hantu paling ya kabur” ucap gemblong.

Kita lalu mendandani gemblong jadi seperti pocong dan berangkatlah kami mendekat saat anak-anak lengah.

“Kamu berdiri di samping pohon situ saja mblong” ucapku.
“Duh tuh bocah nggak ngelihat-lihat sini” ucap toglek (aku dan Toglek bersembunyi di pohon besar disamping gemblong).
“Aku buat suara saja, *hihi, hihi, hua”.

Dan akhirnya bocah-bocah tadi menengok, tapi mereka kayak kebingungan.

“Kamu loncat ke bawah mblong biar mereka takut” ucapku.
“Iya, iya”.

Saat gemblong meloncat si bocah langsung teriak “pocong”. Aku dan Toglek menahan tawa di tempat biar nggak ketahuan, sedangkan gemblong sudah loncat dan lari sampai rumah toglek. Bersambung.

loading...
Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,....... suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add Fb: Adymas Art Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 96 posts

loading...