Noni Belanda Yang Melambai

Hallo sobat KCH, perkenalkan nama saya ayika. Ini pertama kalinya saya share pengalaman saya disini. Ini kisah nyata saya bersama teman saya saat bulan ramadhan tahun 2004 lalu. Di desa saya tepatnya di lemahbang, Banyuwangi. Disana terdapat rumah peninggalan belanda yang sudah lama di tinggalkan saat jaman penjajahan dulu. Jika kalian pernah melihat film layar lebar “Ruang” kalian akan tahu bagaimana rumahnya.

Tetapi kejadian ini terjadi sebelum ada pembuatan film tersebut. Waktu itu saya dan teman saya berniat untuk mencari buah mangga untuk di jadikan takjil berbuka puasa, karena mangga disana manis-manis dan tidak ada pemiliknya kami bisa memetik dengan senang hati. Karena rumah tersebut di kelilingi tembok yang tingginya sekitar 2,5 meter kami kesulitan memanjatnya.

loading...

Kejadian itu terjadi pada waktu hampir magrib, sekitar jam 5 lebih. Waktu di atas pohon dan sedang asyik asyiknya memetik mangga, entah kenapa pandangan saya tertuju pada rumah belanda tersebut. Karena posisi pohon mangga tepat berada di depan rumah itu sekitar 30 meter. Saya melihat noni belanda yang memakai gaun seperti pada era victoria melambai sambil tersenyum ke arah saya.

Teman saya tidak melihatnya, kemudian saya memberi tahu teman saya bahwa ada noni belanda yang melambaikan tangan ke arah kami. Kami berdua sempat heran, kok ada wanita cantik ya. Kami berdua sudah tau jika tak ada penghuni dirumah itu dan apalagi ada noni belanda yang bisa di pastikan itu adalah hantu. Kami tidak takut karena dia menunjukan wajah cantiknya.

Kami berhenti sejenak memetik mangga, dan benar saja setelah beberapa saat kami memperhatikannya entah kenapa wajah noni belanda tersebut berubah menjadi rusak dan berdarah. Pada salah satu matanya terlihat berlubang seperti terkena tembakan, itu yang membuat kami takut. Kami tak bisa bergerak dan hanya berdiam di atas pohon beberapa saat.

Melihat wajah menyeramkan noni belanda itu, waktu itu saya hanya teringat akan ayat qursy. Saya tak sempat menyelesaikan ayat qursy. Setiap kali saya baca sampai pertengahan kembali lagi ke awal ayat sampai 3 kali, mungkin karena takut waktu itu. Noni tersebut melangkah ke arah kami sambil melambaikan tanganya. Sambil membaca ayat qursy yang tak kunjung selesai selesai kami turun dari pohon sekitar ketinggian 3 meter kami loncat dari pohon tanpa memikirkan rasa sakit.

Bisa kalian bayangkan, asyik-asyik di atas pohon. Dihampiri oleh hantu, setelah turun kami langsung lari. Belum lagi di depan kami ada tembok sekitar 2,5 meter yang kami pikirkan adalah cepat-cepat keluar dari situ. Setelah saya sudah di atas tembok saya menoleh lagi kerumah tersebut. Dan apa yang terjadi, ternyata noni tersebut masih berada di situ melambaikan tangan sambil menyeringai. Saya bergidik ngeri sambil memikirkan buah mangga yang kami petik tertinggal di sana.

Tepat waktu turun dari tembok terdengar sayup-sayup adzan magrib dari kejauhan. Setelah itu saya tak kembali kerumah itu lagi, sampai di buka untuk lokasi syuting. Sebetulnya masih banyak pengalaman mistis yang saya alami di desa saya. Mungkin lain kali akan saya share lagi pengalaman mistis saya. Maaf jika cerita saya kurang menyeramkan.

Share This: