Novel Horor

Millie merupakan seorang yang sangat suka membaca sebuah buku novel bergenre horor, dia juga wanita cantik dengan rambut hitam dan lebat. Rambutnya sangat lurus dan lembut, sangat gelap, sampai-sampai berwarna seperti hitam kelam dengan panjang sebahu. Kulitnya lembut, wajahnya agak sedikit lebih tua untuk ukuran usianya yang remaja. Dia juga memiliki mata coklat yang tajam. Matanya besar dan indah, selalu mencerminkan keindahan yang ada pada diri dan pikirannya. Millie selalu terlihat dengan novel horor yang selalu ada di tangannya, ketika dia sedang tidak mengerjakan tugas sekolah dirumah.

Hal ini tentu saja mengganggu ibunya yang sangat ramah, Ibunya sangat suka dengan sinar matahari, bunga, dan segala hal indah di dunia. Dia tidak mau putri cantik kesayanganya diracuni oleh hal-hal yang menakutkan, dan juga pembunuhan dari novel yang selama ini dibaca oleh putrinya.

loading...

Suatu hari ibu millie memutuskan untuk mengambil salah satu novel horor milik putrinya ke dukun dan meletakan kutukan pada buku itu. “Tolong buatlah agar millie tidak pernah membaca novel horor lagi ” begitu pintanya pada sang dukun. Lalu dukun tersebut mengambil sebuah mangkuk hitam besar, dupa, dan beberapa daun kering. Tidak lama kemudian dukun itu meletakan dupa tadi kedalam mangkuk dan menyalakannya.

Kemudian meletakan novel tadi diatas dupa. Asap besar mengepul lalu dukun tersebut menaburi dedaunan kering tadi pada buku yang diselimuti asap dari dupa. Memantrai dengan mantra yang kuno dan terdengar menyeramkan. Kemudian dia melambaikan tanganya keatas dan berteriak “horor hilang”. Asap hitam itu kemudian menghilang, dan dukun itu mengambil buku novel tadi dari dalam mangkuk. Buku itu tidak terbakar sama sekali.

Ibu millie takjub melihat hal itu dan dia berharap bahwa mantranya benar-benar berhasil. Kemudian saat kembali kerumah, diam-diam ibu millie meletakan buku novel horor milik anaknya tadi ketempat seharusnya. Keesokan harinya pada hari sabtu, Millie terbangun dari tidur siang dan memutuskan dia ingin membaca buku di ruang tamu. Rumah itu tenang, ibunya pergi bertugas. Ayahnya juga bekerja pada hari sabtu. Hari sudah berubah menjadi malam, cahaya dari matahari terlihat samar di dinding.

Millie mulai memanaskan air dan memutuskan untuk membuat coklat panas, dan duduk di tempat favoritnya di sofa. Kemudian dia mulai membaca novel barunya yang ada di rak buku, novel itu dimulai dengan cerita seorang gadis yang sendirian di dalam rumah sedang membaca buku. Millie mebaca beberapa cerita latar pada buku itu, dan kemudian dia membaca bahwa tiba-tiba gadis didalam novel itu mendengar ada suara seperti cakaran dari arah jendela.

Tiba-tiba millie sendiri juga mendengar suara aneh tersebut dari arah jendela. Dia mendongak dan tidak melihat apa-apa di jendela dan tertawa pada dirinya sendiri. Dia terus membaca, sambil mengambil secangkir cokelat panasnya. Selanjutnya karakter gadis dalam novel horor itu diceritakan bahwa dia mendengar langkah kaki dari aula. Gadis itu benar-benar sangat ketakutan karena seharusnya dia sendirian di dalam rumah. Millie membayangkan bagaimana dia juga sendirian didalam rumah.

Kemudian millie mendongak keatas sudah mulai gelap dan millie memutuskan untuk menyalakan lampu, sambil kembali melanjutkan membaca novel tersebut. Kemudian tiba-tiba millie mendengar ada langkah kaki dari luar. Dia berpikir bahwa pikirannya mulai bermain dengan dirinya. Dia mengambil kembali novelnya dan membaca, karakter gadis tadi memutuskan untuk berdiri dan membuat cokelat panas. Dia merogoh lemari dapur dan bukannya kotak cokelat yang dia dapatkan disana tetapi dia meraba-raba mayat ibunya sendiri yang membiru dengan bekas cekikan di leher.

Millie membanting buku tersebut. Dia mulai merinding. Sangat aneh bahwa dia mendengar beberapa suara yang sama dengan suara yang gadis itu dengar dan minum-minuman yang sama, juga dalam keadaan yang sama, sendirian di rumah di malam hari. Dia memutuskan untuk pergi mengambil kotak coklat dari dapurnya, untuk menenangkan pikirannya, ketika dia tidak menemukan ibunya dalam lemari dengan keadaan meninggal seperti di dalam buku, dia akan kembali membaca cerita dalam buku itu, begitu pikirnya.

Dia membuka lemari itu, dan dia sangat tidak mempercayai dengan apa yang dia lihat. Di sana terbujur kaku mayat ibunya dengan wajah yang membiru dan bekas cekikan di leher sama persis seperti yang digambarkan didalam buku. Millie langsung menjerit ketakutan setelah melihat hal tersebut. Akhirnya polisi dan ayahnya datang. Dan haripun berlalu. Millie mencoba untuk membawa hidupnya kembali normal lagi sebanyak mungkin. Tapi dia memutuskan bahwa dia tidak akan pernah membaca novel horor lagi selama sisa hidupnya.

Ira Sulistiowati

Ira Sulistiowati

Jalani hidup ini penuh dengan tawakal.

All post by:

Ira Sulistiowati has write 44 posts

loading...