Number Nine (Masih Prolog) Part 2

Cerita sebelumnya number nine (prolog). Aku tetap berjalan terus dan dia berlari mengejarku

Ryo: nama kamu? Nama aku Ryo Suita Mazaki.

(Melihat dia yang *ngos-ngosan, aku akhirnya berhenti jalan dan).

Aku: Sezgina Fiolin Sam Fradah.
Ryo: apa? Siapa?
Aku: (dengan nada lumayan tinggi) Sezgina Fiolin Sam Fradah
Ryo: apa? Panjang sekali namamu.Coba lagi perlahan-lahan.
Aku: S-e-z-g-i-n-… (terputus).
Ryo: jangan begitu. Jangan dieja. Maksudnya perlahan saja.

(Aku menarik nafas lelah).

Aku: Sez-gina Fi-o-lin Sam F-ra-dah
Ryo: Sez, Sez, apa sih? Tulis saja lah. Nama kamu sulit sekali.

Aku kemudian lari alias kabur. Habisnya *ngenes banget ngomong sama nih orang. Ganteng sih ganteng, tapi *oon juga ya? *Haha, itulah sepenggal kisah perkenalan aku dan kak Ryo yang konyol di hari ketiga masuk universitas. BTW, soal si Ryo ini aku akan memperkenalkannya lebih jauh. Ryo ini tinggal di Osaka juga, berbeda apartemen denganku.

Single alias berstatus jomblo, walaupun keren dan kece, tapi kalau nasib mengatakan “jomblo lah kamu” maka jomblo lah dia. *Haha. Selain ganteng, dia care orangnya. Sebenarnya dia bukan care sama aku saja sih, sama semua orang dia juga care. “Kebohongan yang luar biasa ya gin” *prok, prok, prok. (*Haha, makasih, makasih). Kemudian dia kakak kelas yang jenius, sama-sama mengambil bidang yang sama dan menempuh pendidikan dijalur yang sama (S2), aku banyak belajar dari dia.

Dia sempurna menurutku, tapi tidak menurut hatiku. Karena hatiku sudah ada isinya “*cie, cie, cie. Suit, suit”. Iya, isinya darah, air, udara. *Haha. Gak lah, someone lah pokoknya. Oke, kemudian si Ryo kece ini juga punya keahlian yang sama dengan aku yang berkaitan dengan supranatural. Dia sering bilang kepadaku “kita sepertinya jodoh. Karena dari semua ini, aku merasakan banyak kemiripan antara aku dan kamu, satu sama lainnya” jangan ngaco gin. Just kidding.

Sebenarnya dia sering bilang begini sih “Gin, aku merasa kita ini jodoh, bagaimana kalau kita menikah saja”. *Haha, khayalanmu terlalu *lebay gin. Just kidding lagi, yang lebih sebenar-benarnya, Ryo selalu bilang kepadaku “Gin, kalau kita menikah, kamu mau punya anak berapa?” *huh, makin *ngaco nih ginong. Aduh, sebenarnya “asik sebenar-benarnya saja, tapi gak ada yang benar”.

loading...

Tenang, kali ini benar, sebenarnya si kak Ryo.. (terputus) “apa gin, apa yang dia katakan”. Sebenarnya si Ryo. Tidak mengatakan apa-apa. *Haha. “Ya, loe kebiasaan. Mendarah daging tuh gila”. Lanjut lagi. Makanya dicerita kali ini, aku akan menceritakan nomor 9 alias number nine. Cerita non fiksi dan real 100%. Number Nine ternyata mengandung banyak misteri. Jadi tetap follow cerita number nine kalau kalian ingin tahu misteri apa yang ada di number nine ini. To be continue.

Fiolin Fradah

Fiolin Fradah

Thank you for reading my stories. Thank you for liking my stories Thank you so much... Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur...

All post by:

Fiolin Fradah has write 94 posts