Number Nine (Prolog)

“Mana mungkin orang dari Indonesia punya mata sipit dan kulit putih?” *haha, orang ini ada ada saja. Hei perkenalkan, Ryo Suita Mazaki, teman baru aku satu universitas, umur masih baby banget, 25 tahun. *Haha, kakak senior di kampus. Sama-sama mengambil jurusan yang sama dan dia itu orangnya care banget sama aku. *Haha, kadang-kadang aku berpikir “dia memang benar-benar care, apa *demen nih sama aku?” *haha, ngarep akunya.

Dia kakak senior yang kece habis sampai-sampai kecenya kehabisan. Dia tinggi, berkulit putih, hidung mancung, matanya ya sipit, badannya kotak-kotak tahu, punya kumis tipis dengan rambut keriting yang ngegemesin. Hampir mirip sama manga (komik, animasi) Jepang. Ketika aku tanya sama dia “operasi gak tuh?” dia langsung nunjukkan fotonya sewaktu masih junior high school “bukti real!” *haha. Ok, kalau kalian reader mikir, ceritaku yang diatas ada hubungannya tidak dengan hantu dan sejenisnya. Ya pasti adalah.

Dialog diterjemahkan dari bahasa Inggris, maklum aku kalau bicara dengan dia menggunakan bahasa Inggris, secara gitu bahasa Jepang masih bisanya rei, ichi, ni, san, shi, go alias masih main hitung-hitungan mirip anak paud, tapi lumayan, namanya juga masih baru. *Hehe, (just kidding). Lanjut, (ditaman kampus)

Ryo: (ngomong dengan bahasa Jepang).
Aku: maaf, saya tidak bisa bahasa Jepang (pakai bahasa isyarat).
Ryo: (ngomong dengan bahasa Korea).
Aku: maaf, apalagi bahasa Korea. Saya tidak bisa (pakai bahasa Inggris).
Ryo: wah, bagaimana sih kamu? Ternyata speak english kamu lancar juga. Kenapa pakai bahasa isyarat?

loading...

Aku: *hehe (mikir sendiri sambil garuk-garuk kepala). Aku pikir kamu tidak bisa berbahasa Inggris.
Ryo: kamu tidak bisa berbahasa Jepang?
Aku: tidak.
Ryo: Korea?
Aku: apalagi.

Gerutuku dalam hati: wujudnya saja keturunan Korea, tapi bahasa koreanya masih kamsahamnida, gumawo, hana, dul, set, net itupun sempat waktu kecil diajari nenek, ini bukan kidding ya.

Ryo: waduh, kamu dari negara mana sih?
Aku: Indonesia.
Ryo: Indonesia itu di Asia Tenggara, bukan?
Aku: ya benar.
Ryo: Bali?
Aku: *aha! Tepat. Sudah pernah ke Bali?
Ryo: belum.
Aku: so?
Ryo: temanku pernah berlibur kesana. Pergi dengan kulitnya yang putih dan sebulan kemudian pulang dengan kulitnya yang coklat. Katanya orang Indonesia itu eksotis dan mereka memiliki double eyenya dan yang lebih penting mereka semua s*ksi-se*si.

Aku: terus?
Ryo: aku gak yakin kamu dari Indonesia. Mana mungkin orang dari indonesia bermata sipit dan berkulit putih?
Aku: aku buktinya.
Ryo: gak percaya. Pasti kamu orang Chinnese, Japannese, atau Korean.
Aku: sudah. Terserah kamu saja. Aku mau pergi dulu.
Ryo: hei jangan pergi. Kita belum kenalan.

To be continue, number nine (prolog) part 2.

Fiolin Fradah

Fiolin Fradah

Thank you for reading my stories.
Thank you for liking my stories
Thank you so much…
Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur…

All post by:

Fiolin Fradah has write 94 posts

Please vote Number Nine (Prolog)
Number Nine (Prolog)
Rate this post