Nyupang

Benar atau tidaknya suatu cerita, itu semua kembali kepada kepercayaan kita masing-masing. Aku tinggal di sebuah pedukuhuan, letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota Brebes, Jawa Tengah. Namun, di daerahku dan sekitarnya sangat kental dengan urban legendnya. Kepercayaan masyarakat di daerahku, yang masih menganut adat kejawen (adat kental jawa) membuat banyak pantangan.

Terutama pantangan-pantangan untuk wanita yang sedang hamil. Entah benar atau tidaknya, asli atau hanya sekedar cerita, yang jelas aku sendiri merasakan hal yang aneh saat aku sedang mengandung anakku dulu. Saat itu malam jum’at, aku tidak tahu persisnya jum’at apa. Aku berkunjung kerumah orang tua suamiku, dan memutuskan untuk menginap di sana karena suamiku belum pulang bekerja di luar kota.

Awalnya semua biasa-biasa saja, dari pukul 21:00 sampai pukul 23:30 malam, aku masih menonton tv di ruang tengah. Namun lama-lama aku mulai ingin buang air kecil, yang tidak aku sukai dari rumah orang tuaku adalah kamar mandinya yang berada di belakang rumah dan mengharuskan aku untuk keluar. Aku membangunkan ibu mertuaku, dan memintanya untuk mengantarku kebelakang.

loading...

Dia pun terbangun dan beranjak mengantarku. Setelah selesai dengan urusanku di belakang aku pun bergegas untuk kembali ke dalam rumah. Namun, betapa terkejutnya aku saat ada sesosok yang tidak terlalu jelas wajahnya sedang mengarah padaku. Entah dia sedang menatapku atau hanya mengawasiku yang jelas bulu kuduku merinding sejadi-jadinya. Gaunnya putih, rambutnya panjang, tapi kakinya menapak atau entah karena aku tidak terlalu memperhatikan kakinya.

Ibu mertuaku yang menyadari ada yang aneh dengan tingkahku yang terdiam memandang sesuatu dengan ketakutan langsung menarikku dan menyuruhku masuk kedalam, yang aku heran sebelum beliau masuk menyusulku kedalam, beliau sempat seperti bercakap-cakap dengan seseorang. Aku dengar, namun sedikit tertutupi ketakutanku. Beliau seperti berkata”pergi..! jangan kamu ganggu anakku yang sedang bermalam di sini. Cari saja yang lain untuk kau ajak berteman! calon cucuku jangan kamu ganggu”.

Sejenak beliau terdiam, dan kembali berkata “aku memperingatkanmu untuk yang terakhir kali, jika kamu mencoba untuk kembali mengganggu dia kembali, tak akan ku izinkan lebih lama kamu tinggal di sini”. Setelah beberapa menit ibu mertuaku masuk ke dalam dengan keringat yang membasahi sekujur tubuhnya, namun bagaimana bisa? sedangkan hawa dingin sangat menusuk di malam itu.

Aku memberanikan diri untuk bertanya kepada beliau “ibu, ada apa? apa ibu melihat apa yang aku lihat di belakang?”. Beliau hanya diam dan menyuruhku untuk segera tidur, aku pun menurutinya. Namun, tiba-tiba terdengar suara cekikikan seperti suara perempuan yang sedang tertawa. Aku pun sontak bangun karena kaget, ibu dan bapak mertuaku langsung menemuiku.

Ibu memegang tanganku dan menutupi perutku dengan selendang yang kusuh dan lusuh sekali, beliau bilang itu akan menyamarkan bayi yang ada di kandunganku dari sesuatu. Sedangkan bapak berlari keluar dengan membawa lampu sorot juga golok yang sangat tajam. Entah apa yang beliau lakukan aku hanya bisa berdoa sebisaku, lalu ibu menyuruhku untuk tidur, beliau pun tetap menemaniku. Pagi hari, selesai sholat subuh kami berkumpul di depan meja sarapan.

Saat selesai makan mereka baru menceritakan hal semalam yang sangat mengganggu pikiranku sampai saat ini. Ibu berkata “dia ingin anakmu menjadi temannya, dia ingin mengambilnya darimu. Dia bilang sudah mengawasimu sejak lama dan akan membawa anakmu bersamanya” aku hanya terdiam mendengar ucapan ibu mertuaku. Dan beliau berkata lagi “tenang nduk (panggilan kecil untuk puteri), tidak apa-apa, dia sudah di usir dan tidak akan mengganggumu lagi. Kamu aman sekarang” sambil tersenyum dia membelai perutku.

Entah apa itu, mahluk astral kah? Atau seperti yang sedang gencar di bicarakan oleh orang-orang? “Nyupang” pesugihan kuntilanak yang meminta tumbal bayi yang baru lahir. Semua kembali lagi pada kepercayaan kita masing-masing.

Share This: