Oh Seram Bagian 2

Cerita sebelumnya oh seram. Setelah jasad bu s dimakamkan di TPU kota madya metro atas permintaan keluarganya. Dan setelah beberapa hari, tidak kerja karena diliburkan. Aku main kerumah mbak wie jika ada waktu senggang. Rumahnya pojok depan rumahku, jadi tidak memerlukan waktu lama untuk kesana. Saat sudah sampai dan masuk rumahnya. Tanpa basa-basi saya disuguhkan cerita aneh oleh mbak wie.

Iya, setelah meninggalnya bu s, mbak wie jadi semakin takut terlebih lagi susah tidur. “Kenapa?” kataku. Bagaimana tidak? Meninggal dengan cara tidak wajar dan terkesan dadakan, terlebih lagi arif anaknya tidak bisa tidur, kalaupun bisa tidur sering mengigau dan tidur sambil berjalan “katanya”. Aku pun hanya membalas dengan tertawa, “masa iya sampai segitunya” kataku.

“Ih benaran tahu” kata mbak wie yang tidak terima atas perlakuanku.
“Dari kemarin saya gak bisa tidur jagain arif, dia ngigau sambil bilang, awas! Jangan duduk disitu, itu bayinya!” kata mbak wie.

“Lalu dia bangun, terus pindah kamar sambil matanya terpejam seolah-olah sedang bermimpi melakukan aktivitas, kadang dia keluar rumah tanpa sebab, kadang ketakutan” timpal mbak wie lagi.
“Karena itu sekarang aku sering ronda malam, dan mengunci pintu, biasanya pintu gak pernah saya kunci takut suami pulang aku ketiduran gak dengar, dia marah, jadi aku pilih jaga anak-anak, terutama jaga arif, takut dia tidurnya sembarangan dan kabur keluar rumah lagi” katanya panjang lebar.

“Gara-gara arif juga, aku jadi tambah penakut karena dia bilang itu bayinya, saat paginya aku tanyakan, ternyata dia bermimpi lagi mengurus jenazah dan si temannya mau duduk, tapi mau dudukin bayinya. Jadi dia ngigau begitu” kata mbak wie yang lanjut cerita.

“Saat aku tanyakan, kenapa kamu tidur sambil berjalan atau kabur keluar rumah, tapi jawabannya ternyata dia gak melakukan itu semua, bahkan dia merasa masih tidur dikamarnya” kata mba wie yang membuatku hanya terbengong mendengar ceritanya.

Aku juga kasihan melihat arif ketakutan begitu, bahkan keluarga bu s/anak-anaknya juga merasa takut dirumahnya sendiri. Terutama anak bu s yang sering main bersama arif, dia tidak berani tidur sendirian. Jadi dia minta ditemanin oleh arif, tentu saja arif juga takut. Tapi demi sahabat dia rela, tentunya di hari ke 3-7 dia baru berani menginap dirumah bu s.

Hingga terjadi “cerita dari simbarwaringin” berlangsung. Dan masih ada cerita lain. Yaitu, dari anaknya bu s yang perempuan bernama G. Dia akan kekamar mandi. Tapi saat itu dia merasa aneh, saat lagi buka pintu kamar mandi. Dia melihat penampakan ibunya sedang menggendong bayi/adiknya. Penampakan itu menatap G lalu tertawa dan menghilang. Sontak G menjerit ketakutan, dan keesokan harinya dia tidak berani tidur atau kekamar mandi sendirian.

Dan ada lagi, yang dialami oleh salah 1 warga yang tidak tahu bahwa ibu s sudah meninggal. Dia hendak lewat dan tidak sengaja bertemu ibu s yang sedang duduk sendiri didepan rumahnya. Tapi setelah disapa, ibu s hanya terdiam dan bermuka pucat. Setelah dia bertanya pada warga setempat,sontak dia terkejut setelah mendengar bahwa ibu s sudah meninggal seminggu yang lalu.

Ibu s ini dulu semasa hidupnya sangat ramah dan pandai bersosial seperti suaminya. Namun entah mengapa, sejak dia hamil (mungkin karena malu sudah tua dan punya 4 anak bujang gadis, dan masih bisa hamil diusianya yang berkisar 40-an lebih) jadi dia mengurung diri dirumah. Bahkan menghindar jika ada ibu-ibu ramai berbelanja sayur langganan didepan rumahnya, termasuk padaku. Dan saat mau melahirkan bayinya. Dia melahirkan sendiri dikamar mandi tanpa seorangpun tahu, bahkan keluarganya.

Dan waktu G anaknya memergoki ibunya mengerang dikamar mandi. Ibu s hanya menyuruhnya untuk diam dan melarangnya untuk membantunya atau memanggil orang rumah. Tapi si G tidak tahu, kalau ibunya sedang berusaha melahirkan sendiri dikamar mandi. Jadi saking lamanya dan panik karena suara erangan bercampur rasa kesakitan, akhirnya dia beranikan diri memanggil bu bayan dan membujuk ibunya supaya mau membuka pintu kamar mandi.

loading...

Tapi ibu s tetap bersikukuh melarang mereka mendekat. Saat suara erangan dan kesakitan berhenti, barulah bu bayan dan keluarga bu s berani mendekati pintu kamar mandi lalu mendobraknya. Dan ketika mereka melihat apa yang terjadi. Bu s sedang terkapar bersimbah darah dengan keadaan tidak mengenakan sehelai kain. “Astaghfirullah aladzim, dosa apa yang kau lakukan istriku” kata pak s/suami bu s.

Lalu mereka segera mengeluarkan bu s dari kamar mandi dan memakaikan pakaiannya lalu bergegas menuju rumah sakit. Namun pak s telah menitipkan sesuatu yang didalam ember yang ditutupin dengan kain pada bu bayan untuk mengurusnya. Awalnya bu bayan tidak mengerti, dan ketika tidak sengaja mau mengambil ember itu karena mau mengepel darah keseluruh ruangan rumah. Dia malah terkejut bukan kepalang.

Bahwa embernya berasa berat, padahal cuma kain isinya. Tapi setelah dibuka, ternyata ada sosok bayi laki-laki yang baru saja dilahirkan. Barulah dia lemas dan sadar dengan ucapan pak s sejak mendobrak pintu dan menitipkan ember. Sekian.

Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya… :D
by:
penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 118 posts

Please vote Oh Seram Bagian 2
Oh Seram Bagian 2
Rate this post