Oh Seram

Masih ingatkah kalian tentang “cerita dari simbarwaringin“. Iya tulisan ke-99 berjudul oh seram, hal ini masih menyangkut dengan kejadian itu. Mengapa? Karena akibat terjadi peristiwa itu banyak rumor atau hal tak masuk akal mengitari orang-orang terdekat bahkan jauh sekalipun. Sebut saja arif, dia adalah anak dari sahabatku yang bernama mbak wie (wiwik). Dulu mereka adalah tetanggaku yang paling dekat denganku.

Arif ini sering sekali bermain kerumah tetangga depan rumahku yang ada dicerita diatas. (Maaf, nama keluarganya akan saya sembunyikan). Nah bahkan hampir setiap hari si arif dan adit (adiknya) datang kesana. Karena keluarga itu masih mempunyai anak sebayanya/masih single semua. Otomatis setiap hari selalu berkumpul dengan keluarga tersebut. Tidak jarang berbagai acara mereka diikut sertakan oleh keluarga itu, misalnya lomba agustusan dan bakar ayam dimalam tahun baru. Nah usai tahun baru 2015, barulah terjadi sebuah peristiwa yang ada dicerita diatas.

Saat itu aku sedang bekerja lembur bersama mbak wie dan suaminya serta lainnya, disebuah pabrik nugget rumahan dicerita “bau misterius“. Tapi tiba-tiba si adit datang, biasanya dia menjemput orang tuanya karena bosan dirumah. Si adit tiba-tiba bilang, “mah, bude (s) sekarat mah, sekarang dia lagi dibawa kerumah sakit” kata adit. Ya kami pikir, dia cuma bercanda. Lalu bilang “oh mungkin penyakitnya kambuh, karena dia sering pusing” kataku.

Lalu adit bilang lagi yang membuat kami agak terkejut. “Bukan lho, tadi banyak darahnya kemana-mana, dan gak ada yang tahu kenapa, digotong sama orang-orang terus dimasukan kedalam mobil” kata adit menjelaskan sedikit. Sontak kami penasaran bahkan tak percaya. “Memang kenapa dengan bude s, de?” kata mbak wie.

“Gak tahu mah, tadi waktu ade lewat dan mau nyari kakak arif malah sudah banyak orang dirumahnya bude s, terus ade lihat banyak darah kemana-mana dan bude s lagi digotong mau kerumah sakit, karena ade takut jadi kesini” kata adit pada mamahnya. Mendengar penjelasan adit, kami penasaran. Terlebih lagi rumah kami dekat dengan bu s. Iya, aku panggil dia dengan bu s, sedangkan mbak wie memanggilnya mbak s. Mungkin karena usia kami berbeda.

Jam 10 malam, akhirnya selesai juga pekerjaan. Kami membereskan semua lalu pulang masing-masing. Saat masuk gang Kampung Baru tempat tinggalku, aku melihat masih banyak warga sedang berkerumun didepan rumah bu s bahkan sampai didepan rumahku (maklum lokasi padat). Aku semakin heran, saat sudah sampai didepan teras rumahku sambil turun dari motor. Tiba-tiba mbak min tetanggaku menghampiriku.

“Baru pulang wi?” sapa mbak min.
“Iya mbak, biasalah pulang malam terus” kataku.
“Ada apa sih mba? Kok banyak orang” kataku pura-pura tak tahu.
“Itu, mba s meninggal, dan jasadnya masih dijalan menuju kerumah” jawabnya.
“Apa? Innalillahi, tadi adit ketempat kerja bilang lagi sekarat, kupikir cuma sakit biasa” kataku.

“Bukan,tapi meninggal karena melahirkan” katanya yang membuatku semakin terkejut.
“Apa? Memangnya bu s sedang hamil?” kataku.
“Itu dia, tidak ada yang tahu kalau dia hamil. Makanya kami semua pada kaget” kata mbak min.

“Eh bentar-bentar mbak, aku mandi dulu, ceritanya dilanjutkan nanti saja ya. Dari pada aku takut mandi” kataku sedikit nyengir.
“Eh benar wi, ya sudah buruan mandi. Nanti kalau aku ceritain, malah kamu gak jadi mandi, aku saja takut, makanya dari tadi aku gak berani dirumah sendiri” katanya sambil tersenyum.

loading...

Lalu aku berpamitan meninggalkan mbak min diluar rumah untuk mandi, karena sangat tidak nyaman seharian berkeringat. 15 menit berlalu, usai mandi dan pakai baju beserta hijab tanpa bedakan, aku pun langsung keluar rumah lagi. Tapi tidak berani kerumah bu s, karena banyak orang diluar. Aku mencari mbak min, tapi dia dirumah samping/teras tempat bu bayan. Lalu aku menghampiri mereka, yang ada disitu Untuk mengetahui info selanjutnya.

Dan setelah tahu kronologis beserta alibi mereka, aku mengernyitkan dahi dan menghela nafas dalam-dalam. “Astaghfirullah” kataku. Kami hanya mengelus dada masing-masing. Setelah peristiwa itu dan pemakaman bu s selesai, banyak cerita aneh. Apa kalian penasaran? Sama aku juga, *hehe. (Iklan bentar ya, supaya gak tegang). Tapi dilanjut oh seram bagian 2 saja ya, *coz pegal nih, bye.

Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya… :D
by:
penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 118 posts

Please vote Oh Seram
Oh Seram
Rate this post