Oh Ternyata

*Ehm, ehm, cek, cek, satu, dua, tiga. Tes, tes, tes. Selamat pagi, siang, sore, malam semua. Tergantung waktu kalian kapan membaca ceritaku ini. Usai posting cerita nyataku yang judulnya “takut!” Aku akan kembali bercerita mengenai kejadian yang aku alami disalah satu bimbingan belajar (Bimbel) di Jakarta, tepatnya didaerah Rawasari. Sebelumnya, terima kasih kepada KCH dan berkat KCH aku jadi banyak teman baru, terima kasih juga teman-teman yang suka dengan ceritaku, aku juga suka dengan cerita kalian.

Meskipun ceritaku tidak seseram yang lain, karena sampai saat ini aku belum pernah melihat mereka langsung. Tapi dengan membaca cerita dari postingan kalian, terutama yang terserang (memang penyakit?!) Indigo, aku bisa membayangkan wujud mereka. Tapi kenapa?! Kenapa ?! Kenapa selalu ada kata darah?! Duh, gak bisa deh kalau lihat macam begituan, bakalan langsung ko id alias setengah tewas *hehe.

Oh ya tak usah basa basi kita langsung *gowes-gowes *blekedes tak *hewes-hewes *hokya-hokya kecerita ya. Peristiwa ini saat aku datang ke Bimbel. Sampai disana terlihat sosok wanita duduk didepan, oh ternyata kak Fitri, admin bimbel. Setelah saling sapa kami pun langsung masuk. Oh ternyata kak Fitri sendirian, kenapa sendiri? Oh ternyata belum ada kelas pagi itu.

loading...

Setelah taruh tas dimeja admin aku langsung menuju ketoilet (sekedar gambaran, meja admin berada di epan dekat pintu masuk, ruang kelas berada disamping kanan kiri sehingga tengahnya ada celah untuk jalan masuk seperti lorong. Toilet ada paling ujung). Ketika menuju toilet, tiba-tiba salah satu pintu kelas yang tadinya tertutup, terbuka sendiri, suaranya terdengar jelas, padahal lagi gak ada angin, gak ada hujan, becek, gak ada ojek (*ets jadi ngawur).

Tapi aku tak menghiraukannya. lalu tiba-tiba ada bayangan hitam disampingku, sepertinya ada sesuatu dibelakangku. Aku langsung balik badan, oh ternyata kak Fitri. Dia juga mau ketoilet karena sudah kebelet dari tadi tapi ditahan karena takut sendirian, ih dasar. Setelah itu aku shalat Dhuha disalah satu kelas. Lalu aku menuju ke kak Fitri berada (dimeja admin).

Kami pun ngobrol, kak Fitri cerita kalau suka diganggu saat kerja sendrian, oh ternyata angker juga ya? Gumamku. Katanya, dia sering melihat sekelebat bayangan yang mondar mandir disepanjang lorong depan kelas padahal lagi sendirian, sering terdengar suara gaduh disalah satu kelas seperti ada pembelajaran, padahal tidak ada yang belajar, dan bunyi cicak ramai sekali padahal tidak ada banyak cicak.

Dan lagi, bel kelas yang sudah lama rusak dan belum diperbaiki tib-tiba berbunyi sendiri dan masih banyak lagi gangguan mistis lainnya, hi serem. Mendengar semua cerita itu, aku jadi tertantang untuk uji nyali. Tapi aku tidak merasakan apa-apa disitu. Sampai waktu dhuhur tiba. Aku pun bergegas shalat disalah satu kelas. Setelah itu, kak Fitri minta ijin keluar untuk beli makan.

Akhirnya aku sendirian ditempat itu *hehe, inilah saatnya aku mulai mencoba berinteraksi dengan mereka meskipun aku tak bisa melihatnya. “Hai pengganggu! Ngapain kalian disini ? Kalian suka ganggu ya? Coba kalian ganggu aku sekarang!”. (Hening) “mana suara kalian?  Halo! Ayo tampakan wujud kalian! Aku gak takut sama kamu! Kok gak ada suaranya? Mana nih aku tunggu? Jatuhkan benda yang kalian suka, sebagai tanda kalian ada disini. Halo!” begitulah sepenggal penggal kalimatku pada mereka tapi gak ada hasil.

Hampir satu jam aku teriak-teriak sendiri. Tak lama kemudian kak Fitri datang bersama kak Dwi. Sebelum aku pulang, aku sempatkan selfi bertiga. Esok harinya aku baru perhatikan foto-foto kami, dan ternyata bukan tiga orang. Ada empat orang yang ada didalam foto itu. Makhluk itu ada tepat dibelakang dan bentuknya aneh, serba hitam. Oh ternyata begini cara kalian nongolin hidung sama aku *hehe.

Akhirnya aku tahu wujud makhluk itu dari temanku yang indigo, oh ternyata wujudnya memang serba hitam, rambutnya sebahu, mukanya pucat, matanya bolong, mulutnya lebar, giginya runcing sambil mengeluarkan darah, yang bisa melihatnya akan mencium bau anyir. Oh ternyata selain itu, ada yang paling mengganggu, wujudnya berkepala plontos, matanya melotot jalannya merangkak dan setiap geraknya akan bersuara seperti tulang yang patah-patah.

Oh ternyata temanku sudah pernah berkomunikasi dengan mereka (temanku juga sering ke Bimbel ini untuk ngajar). Oh ternyata makhluk-makhluk disitu tidak suka dengan tempat yang kotor, maksudnya tempat yang jarang di shalati. Makanya mereka sering ganggu. Oh ternyata ada juga ya hantu mengajak pada kebaikan *haha. Oh ternyata mereka tidak menggangguku karena aku sempat shalat dhuha dan dhuhur disitu. Kalau kalian ingin melihat fotonya, aku sudah share di facebook. Ayo berteman.
Facebook: Yain Bidadari Angkot

Yain Bidadari Angkot

Fitri Yain Anrola

MALAIKAT BAYANGAN konsultasi mengenai ghaib jarak jauh dengan Pak Dul.informasi lebih lanjut kunjungi Blog : Pemusnah Ilmu Ghaib http://pusat1lmu.blogspot.co.id/2014/10/pemusnah-ilmu-ghaib-pengobatan.html?m=1facebook : Yain

All post by:

Fitri Yain Anrola has write 28 posts