Otak Berdenyut

Hari ini, jumat 14 april 2017. Aku menunggu pacarku untuk selesai shalat jumat berjamaah di masjid. Aku dan pacarku Handika Pranata Liem baru jadian seminggu yang lalu. Jadi hari ini karena liburan, aku dan Dika berencana untuk pergi kemana lah gitu. Cuci-cuci mata, karena kalau hari biasa, aku kuliah dan dia harus bekerja, jadi kami sibuk dengan urusan masing-masing.

Ok, setelah selesai shalat jumat, aku dan Dika langsung berangkat menggunakan mobilnya Dika. Tak berapa lama, dijalan yang adem ayem tidak terjadi apa-apa, tiba-tiba ada seorang pemuda yang dari arah kejauhan membawa motornya terlihat kencang banget. Aku dan Dika melihatnya ngeri. Kenapa tuh orang? Kayak kesetanan? Sudah, setelah itu tak berapa lama, (mobil kami dan pemuda tadi arah tujuan kendaraan kami sama) dari arah yang tak begitu jauh, aku dan Dika melihat orang orang pada mengerumuni sesuatu.

loading...

Ada apa? Dika pun memarkirkan mobilnya dan kami kemudian keluar dari mobil, ingin melihat apa yang terjadi. Sebelum kami melihat korbannya, karena banyak sekali penduduk yang mengerumuni, aku tanya kepada seseorang pria yang mual melihat apa yang dilihatnya barusan. “Aduh mbak, mas. Mending jangan dilihat. Tadi ada anak laki-laki, masih muda, naik motor ninja, ngebut-ngebut. Terus pas dia mau belok kejalan ini, ada truk yang mau keluar. Jadi mereka berlaga dan anak laki-laki itu lah mbak yang meninggal”.

Kemudian Dika tanya “Mas. Kenapa kok sampai banyak orang yang mual-mual?” lelaki itupun menjawab “Mas. Macam mana gak mual. Otaknya keluar mas. Sudah dulu ya. Aku mau pulang”. Mendengar itu, aku dan Dika terkejut habis “Yank. Mungkin cowok tadi kali ya, yang kita lihat dijalan ngebut-ngebutan kayak dikejar setan?” kata Dika.

Aku hanya menangis. Walaupun bukan siapa-siapanya aku, air mataku keluar membanjiri pipiku. Dan setelah sebagian orang-orang pada menghindar karena sudah tak kuat, aku dan Dika akhirnya bisa melihat keadaan pria itu. Oh Tuhan. Kepalanya pecah. Otaknya keluar dan sebagian ada yang bececeran kejalan. Bau amis dan darah dimana-mana. Dan yang lebih mengerikan, walau pria itu sudah tewas, tapi otaknya masih terus berdenyut-denyut.

Aku hanya menangis. Dika yang melihatku, langsung mengajakku masuk mobil. Aku menyuruh Dika untuk mengantarku pulang. Aku menangis karena, aku melihat pria itu. Arwah pria itu menangis. Kesakitan. Aku dan Dika pulang. Entah kenapa, dijalan aku selalu terbayang dengan otak pria itu yang, berdenyut denyut. Sekian.

Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Thank you for reading my stories. Thank you for liking my stories Thank you so much... Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur...

All post by:

Sezgina Fradah has write 94 posts

loading...