Pabrik Berhantu

Kejadian ini terjadi di sebuah pabrik berhantu di kota Semarang, langsung cerita aja ya. Gemetar bercampur keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Dewi, karyawati sebuah perusahaan swasta di jalan Kaligawe, Semarang ini sempat tak sadarkan diri. Gara-gara dibopong dan diboyong hantu di gudang pabriknya. Waktu itu tidak biasanya dia ngantuk berat dan hampir tersungkur. Dewi kemudian tertidur, saat terbangun tahu-tahu sudah berada dalam gudang dikelilingi rekan-rekannya.

Dewi, Gadis remaja asal Salatiga adalah pekerja salah satu pabrik yang ada di kawasan jalan Kaligawe, Semarang. Karena terdesak kebutuhan ekonomi sudah 2 tahun mengharuskan dara jelita ini merantau ke Semarang. Ditambah semakin sulit cari kerja, akhirnya ia menerima tawaran temannya kerja di pabrik yang berada di jalur rawan kecelakaan itu.

Bersama rekan kerja lain yang kebanyakan wanita ia mengurusi bagian pengepakan yang sudah barang tentu berdekatan dengan gudang. Meski seorang gadis, namun di kalangan pekerja ia tergolong rajin sehingga tidak jarang membantu temanya merampungkan pekerjaan yang tersisa. Ternyata keberanian itu terkadang mengalami kejadian sial, bahkan menyeramkan. Digarangi hantu gudang pabrik. Kejadian itu dialami saat masuk shift II, berangkat sore dan pulang tengah malam.

Seperti biasa ia berangkat naik angkutan umum sekitar pukul 14.00 WIB dan berakhir pukul 23.00 WIB atau sekitar pukul 24.00 WIB. Setelah beberapa produk dia kemas dikumpulkan, tiba-tiba ia terserang kantuk berat. Karena takut terjadi kecelakaan, kejepit mesin misalnya, atau ketimpa kemasan, ia memutuskan untuk beristirahat. Tanpa pikir panjang, ia langsung menuju mushola yang berdekatan dengan gudang belakang pabrik.

Setelah berjalan tidak lebih 3 menit, sampailah ia di tempat itu. Saking ngantuknya, langsung membasuh muka dan bermaksud istirahat di mushola. Meski sudah membasuh muka, namun tidak menghilangkan kantuk. Tanpa sadar ia tersungkur dan terlelap. Entah berapa lama ia terlelap, tiba-tiba setengah tersadar merasakan tubuhnya gerah, namun ia tidak kuasa bangun. Semakin lama makin pengap, hampir tidak ada ruang untuk bernafas apalagi bergerak.

Entah mengapa, bagai dibungkam mulutnya juga tidak bisa mengeluarkan suara. Padahal dalam perasaan nya ia sudah berteriak sekencang-kencangnya dengan maksud teman-temannya mendengar teriakan nya. Semakin lama ia merasakan tubuhnya semakin mengejang, seolah ada yang mendekapnya. Dalam setengah sadarnya itu ia merasa sesosok tubuh tingi besar, hitam legam mendekapnya, tapi tidak berbicara apa-apa. “Tolong… tolong, siapa kamu,” teriaknya berulang kali.

Makin kencang ia berteriak, makin kuat pula sosok menyeramkan itu mendekapnya, nafasnya makin tersumbat. Seperti orang yang mati sekarat ia terus meronta tak kunjung mendapatkan hasil, bahkan bayangan di hadapan nya seolah tampak menyeramkan. Entah siapa yang mengajari dan membisikan di telinganya, mendadak ia terdiam dan menarik nafas dalam-dalam dan mulutnya komat-kamit membaca sebisanya. Dengan sisa-sisa kesadaran dan tenaganya, gadis lima bersaudara itu menghentakan kedua tangannya sambil mengucapkan

Lafat-lafat ayat suci sekuat batinnya. Nah, rupanya usaha itu membuahkan hasil. Perlahan-lahan, dekapan makhluk aneh itu makin berkurang dan tubuhnya terasa lepas dan tak sadarkan diri. Entah apa yang terjadi dengan Dewi, jika Lusi (teman nya) tidak menjenguknya di mushola, mungkin tidak bisa ditolong. “Saya kaget banget, saya khawatir ada apa-apa, kok lama sekali dia. Wong pamitnya cuma sebentar kok sampai hampir subuh, ya saya susul ke mushola. Saya kaget kok nggak ada, akhirnya saya lihat ke gudang. Eh, entah saya kaget banget, dia terlentang di gudang itu,” tutur Lusi.

Karena panik, Lusi memanggil pekerja lainnya dan dibaringkan di klinik pabrik. “Wah aneh-aneh saja, makanya jangan dipaksa kalau kerja, begini nih akibatnya. Memang malam Jumat begini ini ada-ada saja yang aneh. Minggu kemarin saja Semprul kejang nggak ketahuan penyebabnya, lah sekarang Dewi,” sahut Parman. Setelah menunggu beberapa jam, Dewi tersadar dan langsung gelagapan, seolah mencari sesuatu disekelilingnya.

Melihat banyak orang di sekelilingnya Dewi bingung. Rupanya ia baru sadar bahwa dirinya telah digendong makhluk halus dan dipindah ke gudang pabrik. Sejak itulah Dewi tidak berani sendirian ke belakang, apalagi dekat gudang. “Saya tidak tahu kalau saya waktu itu sudah ada di gudang,” getar bibir Dewi yang masing gemetar dengan pucat lagi lemah seperti yang diceritakan Lusi.

loading...

Share This: