Pacar Hantu Part 2

Cerita sebelumnya pacar hantu. Malam pun tiba tepat pukul jam 7 malam, gugun mengambil sepeda pergi kewarnet karena amar sudah menunggu disana, gugun melewati pos itu lagi, tapi gadis itu masih belum muncul. Gugun melajukan sepedanya dengan cepat, tiba-tiba rem sepedanya blong, sepeda gugun pun mengenai lubang, membuat gugun terjatuh dari sepedanya.

Tiba-tiba sebuah mobil dari arah depan ingin menabrak gugun yang masih belum bangun, mobil itu semakin mendekat. Gugun menutup matanya, pasrah kepada Tuhan, apa yang terjadi olehnya? Tiba-tiba tangan gugun ada yang meraihnya, saat gugun membuka matanya dia sudah berada dipinggir jalan dengan sepedanya. “Kamu tidak apa-apa?” tanya gadis itu yang saat bertemu dipos waktu itu.

“Aku baik-baik saja kok” jawab gugun yang sedikit gugup.
“Lain kali hati-hati ya” ucap gadis itu lembut.
“Kamu gadis yang semalam itukan?” tanya gugun.
“Iya aku yang semalam, yang kamu ajak bicara itu”.

“Lalu kenapa kamu tidak, menjawabku?”.
“Percuma aku jawab”.
“Kenapa?”.
“Aku ini arwah”.
“Masa sih? Kalau mau melucu jangan disini distasiun televisi saja hehe” ucap gugun tertawa lepas.
“Kamu mau bukti, lihat ya” ucap gadis itu memperlihatkan dirinya bahwa dia arwah.

Gadis itu menendang seseorang yang main ponsel dan orang itu kaget tidak mengetahui siapa yang menendangnya. Kini gugun yang melihatnya setengah percaya dan tidak, lalu bagaimana gugun bisa melihatnya bahkan bersentuhan.

“Percayakan sekarang?” tanya gadis itu.
“Percaya kok, lalu kenapa aku bisa melihatmu dan kita bisa bersentuhan” ucap gugun.
“Karena kamu hampir mati tadi, orang yang hampir mati biasanya bisa lihat hantu”.
“Kamu ini hantu?”.

“Aku bukan hantu, aku ini arwah, aku keluar dari ragaku”.
“Kok bisa” ucap gugun sambil berboncengan dengan gadis itu.
“Saat ini usiamu berapa?”.
“Usiaku 18 tahun kenapa?”.

“Wah, sudah lama juga, aku meninggalkan tubuhku”.
“Namamu siapa? Dan apa maksudnya tinggalin tubuhmu?” tanya gugun.
“Namaku lita, aku ini koma sudah 4 tahun lamanya karena kecelakaan 4 tahun yang lalu, raga dan tubuhku terpisah. Kini aku lupa tubuhku dimana” terang lita.

“Oh jadi begitu, terus apa tujuanmu?”.
“Tujuanku ya? Kamu bantu aku lah, percuma *dong aku berteman denganmu gun”.
“Kamu tahu namaku?”.
“Tahu lah kemarinkan kamu sebutin”.

“Ok aku akan bantu kamu, tapi dimana letak tubuhmu lita?”.
“Lah kok tanya aku? Lalu aku tanya siapa *dong gun aneh nih ya kamu”.
“*Hehe sorry”.

Mereka pun mengobrol akrab walau gugun terlihat seperti orang gila, berbicara sendirian tapi gugun tak terlalu memikirkannya. Sesampainya diwarnet gugun memakirkan sepedanya dan memasuki bilik warnet menemui amar yang sedang asik main game online. Gugun pun memilih ruangan yang kosong untuk bermain game, lita mengikuti gugun yang sedang bermain game, lita heboh sendiri bila gugun kalah.

“Kamu payah, gugun masa kalah hanya main point blank”.
“Bisa diam gak sih lita? Main game juga butuh konsen, bukan kayak kamu gak main heboh sendiri”.
“*Em, kamu ya, memang tidak boleh?” ucap lita yang memukul kepala gugun, dan menjulurkan lidahnya.
“*Au, sakit tahu ,kamu nih hantu jahil ya”.

“Bicara sama siapa dik?” tanya pegawai warnet.
“Tidak kok, ini lagi vidio call om”.
“Oh gitu, kelihatan heboh banget dilihat”.
“*Hehe sory om”.

“Kamu diluar sana deh, aku mau main dulu”.
“Oke aku keluar dasar payah *wek!”.
“Kamu ya lita, awas kamu” ucap gugun berdiri menunjuk lita.

2 jam kemudian, gugun menyudahi main warnetnya dan keluar dari warnet, terlihat lita hanya duduk disepedanya gugun sambil menatap bintang-bintang yang terang.

“Lama banget mainnya, kita kepasar malam yuk”.
“Memang ada pasar malam?”.
“Ada aku sudah jalan tadi, tidak jauh kok dari sini”.
“Malas mending pulang tidur”.

“Ayolah aku sudah lama sekali tidak lihat pasar malam gun”.
“Iya sudah ayo deh, enggak usah pasang muka sedih”.
“Asyik!” ucap lita kegirangan.
“Besok kita cari tubuhmu, biar nanti aku cari disemua rumah sakit Jepara ini lita”.
“Makasih banyak ya gun” ucap lita yang merangkul tubuh gugun dan bersandar dipunggungnya, membuat gugun jantungnya berdebar kencang tak seperti biasanya.

Gugun mulai sedikit suka dengan lita, karena orangnya cantik dan baik juga, jahil. Tapi gugun hanya berkhayal saja dan tidak mungkin gugun menyukai arwah. Tiba dipasar malam, terlihat ramai sekali orang yang berdatangan dan begitu banyak jajanan dari gula kapas, kacang goreng, bakso bakar dan lain-lainnya. Lita langsung menarik tangan gugun, sentuhan tangan lita begitu dingin, lita pun berhenti pada kincir angin.

“Aku mau naik ini gugun” ucap lita.
“Tapi aku tidak punya uang, uangku habis tadi buat main warnet”.
“Yah gugun sudah kasih harapan, tiba-tiba buat harapan hancur, sakit tahu” ucap lita menundukkan kepalanya.
“Eh gimana ya lita”.
“Kalau gitu tunggu disini”.

Lita pun meninggalkan gugun sendiri, tak lama kemudian lita mendekati gugun dengan senyam-senyum sendiri.

“Ngapain kamu senyam-senyum sendiri?” tanya gugun heran.
“Iyalah kan senyumku hanya untukmu sayang *ea, hehe” ucap lita tertawa lepas.
“Hantu bisa gombal juga ya”.
“Nih uang, buat main semua wahana ini” ucap lita memberikan uang 100 ribu.

“*Hah? Dapat uang dari mana kamu?” tanya gugun heran.
“Aku mencuri lah, terpaksa”.
“Apaan hantu mencuri uang, gak baik lita, nanti dimarahin Tuhan” ucap gugun sambil mengambil dan mengantongi uang dari lita.

“Mencuri tidak baik ya, lalu kenapa kamu masukan dikantong kamu?”.
“*Hehe gak apa-apa kalau sudah terlanjur kok”.
“Iya sudah yuk, naik”.

Mereka pun menaiki kincir angin tersebut dengan riangnya, gugun dan lita sangat akrab sekali membuat orang yang melihat gugun heran berbicara sendiri seperti kurang normal, hati gugun mulai sedikit tumbuh rasa suka, gugun dan lita bertatapan tanpa berkedip dan tersenyum, lita membalas senyuman gugun dengan tamparan *plak.

“*nj*r, sakit tahu lita” ucap gugun mengelus pipinya yang merah.
“Habisnya kamu menatap aku tanpa berkedip sama sekali sih, tar kesambet loh”.
“Biarin kesambet, apalagi melihat hantu secantik kamu, gak apa-apa kok”.
“*Cie, cie gombal, suka sama aku ya?”.

“Kalau iya kenapa?” ucap gugun yang keceplosan.
“Apa?”.
“Enggak maksudku umurmu sekarang berapa?” tanya gugun.
“Umurku sama kayak kamu gun, aku koma sudah 4 tahun, kapan ya aku bisa kembali ketubuhku?”.

“Tapi kalau kamu kembali kedalam tubuhmu lagi apa kamu akan ingat aku?”.
“Seperti tidak kayaknya gun, aku akan lupa dengan semua yang kita lalui”.
“Yah, percuma *dong kita berteman, pada akhirnya kamu akan lupa denganku”.
“Itu tergantung tuhan gun, kalau aku masih ingat denganmu ya syukur”.

loading...

Cerita selanjutnya di pacar hantu part 3.

Gugun

gugun

nama:gugun tinggi:165cm berat:50kg hoby:membaca,dan menulis karanganjangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch jangan pernah baca ini sendirianaku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasiok salam knl semuafacebook: Nak gugun email:[email protected]

All post by:

gugun has write 43 posts