Pak!! Pinjam Korek Api

Ini adalah cerita nyata yang di alami Ayah dari temanku. Entah di tahun berapa, anggap saja tahun zaman dulu. Saat pak rawin (Ayah temanku) masih bujangan. Singkat cerita, suatu malam Pak Eri pergi memancing dengan seorang teman di tepi Bendungan. Bendungan itu dahulu belum seramai ini, dahulu jalanan pinggir bendungan masih sepi. Sebelah jalan kebun albiso lalu sawah, penerangan pun masih menggunakan bohlam kuning kecil, itupun hanya satu dua titik yang ada.

Mungkin di jaman itu termasuk hal yang wajar mengingat kota ini kecil, Cilacap. Tak ada yang janggal saat sepeda ontel nya berhenti di salah satu tempat yang niatnya sebagai spot memancing malam itu, hanya malam itu entah kebetulan atau apa hanya mereka berdua yang memancing. Karena biasanya lumayan ramai. Malam yang dingin mereka lewati sambil bercerita, dan tentu saja juga sambil memancing, setelah lama memancing, entah kapan dan darimana ternyata ada satu orang pemancing lain yang juga sedang menunggu umpan kailnya di tarik ikan.

Jaraknya tak begitu jauh hanya kira-kira 10 meter. Namun muka orang tersebut tak begitu jelas terlihat, mungkin karena penerangan juga minim. Saat mereka berdua heran sambil memperhatikan orang tersebut, si dia nya menoleh pelan lalu berdiri. Lama orang asing tersebut memandang Pak eri dan temannya, lalu dia mulai berjalan mendekati Ayah temanku itu, gerakannya pelan tapi sekejap sampai di samping rekan Pak Eri.

Teman pak Eri memulai basa-basi “Sendirian pak? disini saja biar ramai kan enak” namun orang itu masih terdiam sambil melihat Pak eri dan temannya. Lalu masih dengan gerakan pelan seperti orang yang tak punya tenaga, orang tersebut berjongkok di sebelah teman pak Eri. Dia berbicara “Pak, boleh saya minta minumnya?” Pak eri dan temannya serentak menjawab “Boleh” sambil memberikan botol minum yang isinya kopi hangat.

Setelah minum, Dia kembali bertanya “Pak, boleh pinjam korek apinya” seraya dia mengambil sebatang rokok di saku depan bajunya. “Oh ini pak koreknya” jawab pak eri sambil menyerahkan korek api. Saat orang tersebut menyalakan rokoknya, kebetulan pak Eri dan temannya sedang memperhatikan pancing mereka. Mereka berdua menoleh saat ada suara asing, suara yang berat dan besar berkata “INI PAK KOREKNYA”.

loading...

Betapa terkejutnya mereka saat memperhatikan arah suara tersebut berasal dari sosok makhluk besar, hitam dan berbulu dengan mata yang merah seperti bara. Badannya yang hitam semakin membesar dan terus membesar hingga hanya terlihat jarinya segede singkong. Dengan badan yang kaku sampai lemas bak tak bertulang, pak eri dan temannya lari tunggang langgang meninggalkan alat pancing dan sepedanya.

Puluhan meter mereka lari berharap ada satu kerumunan orang. saat di perempatan jalan mereka berhenti di keramaian orang yang melihat heran tingkah mereka bagaikan dua orang gila yang berlarian. setelah di tanya dan diberi segelas air minum, pak eri pun menceritakan kejadian barusan dan dengan ditemani beberapa orang, mereka kembali untuk mengambil segala sesuatu yang tadi tertinggal, termasuk sepeda ontelnya.

Share This: