Pasien Kesurupan

Saat itu malam hari dan cuacanya cerah dengan sinar rembulan yang redup tapi cukup untuk menerangi jalan. Datanglah beberapa warga desa menggunakan kereta kuda (ditempatku namanya becak/cikar) membawa seorang perempuan yang meronta-ronta dan mengerang seperti suara binatang buas. Suaranya seperti sedang marah, matanya melotot dan berusaha menyingkirkan orang-orang yang memegangnya.

loading...

Akhirnya mereka sampai ditujuan yaitu sebuah puskesmas disebuah desa yang pada masa itu cukup terpencil karena jauh dari kota kecamatan. Kejadian ini terjadi ditahun 90’an saat itu aku masih berumur sekitar 8 tahun. Aku dan keluarga tinggal disebuah rumah dinas di sekitar komplek puskesmas, dikomplek ini tinggal juga seorang dokter dan seorang bidan yang harus standby dalam rangka pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat sekitar.

Komplek puskesmas ini terletak dipinggir sebuah sungai dan dibelakang dan sampingnya dikelilingi oleh kebun besar, jadi suasananya cukup tenang, sejuk dan asri (kalau siang hari) dan mencekam pada malam hari karena yang terdengar cuma suara kodok dan jangkrik dan binatang lainnya yang suaranya silih berganti bersahut-sahutan. Pada waktu itu listrik masih jarang, apalagi bagi kami yang tinggal diluar jawa, mesin genset pun belum ada dan listrik itu lebih sering mati apalagi pada malam hari.

Makanya kalau langit sedang cerah dan rembulan bersinar banyak warga desa yang berjalan-jalan menikmati malam yang cerah sambil melihat kunang-kunang yang pada masa itu banyak sekali disekitar puskesmas. Maklum waktu itu lahan milik puskesmas masih luas yang kosong dan belum dibangun yang menjadi tempat warga desa berkumpul menikmati malam yang cerah apalagi berada dipinggir jalan desa. Sungguh suasana yang sangat menyenangkan dan berkesan sekali.

Ok kembali ke perempuan yang kesurupan, saat itu warga desa yang sedang menikmati cerahnya malam berlarian untuk melihat apa yang gerangan terjadi. Beberapa warga mencoba membantu memegang perempuan itu tapi seolah tidak mampu memegangnya, semakin banyak yang memegangnya, maka kekuatannya seolah bertambah berlipat-lipat melebihi kekuatan orang-orang yang memegangnya.

Kejadian ini berlangsung beberapa lama sampai orang-orang yang berusaha memegangnya sudah kelelahan dan tampak mulai putus asa. Ayahku yang sedari tadi memperhatikan dari jendela ruang pemeriksaan pasien karena saat itu memang ada pasien yang sedang dilayani kemudian keluar. Beliau kemudian berkata sebaiknya lepaskan saja perempuan yang kesurupan itu gak usah dipegangi lagi, biar dia capek sendiri.

Orang-orang pun kemudian melepaskannnya dan membiarkannya berteriak-teriak dengan mata melotot kearah warga yang mengelilinginya. Benar saja belum 5 menit perempuan tersebut tiba-tiba lemas dan pingsan, rupanya tenaganya sudah terkuras habis. Segera saja warga membawanya masuk kedalam ruang pemerikasaan puskesmas untuk diberi pertolongan dan dipulihkan kondisinya.

Setelah kurang lebih satu jam perempuan tersebut diijinkan pulang setelah sadar dan kondisinya membaik dan tidak kesurupan lagi. Beberapa orang bertanya kepada ayahku, ilmu apa tadi yang dipakai karena setelah disuruh melepaskan perempuan yang kesurupan itu langsung lemas dan pingsan. Ayahku tersenyum dan berkata dia gak pakai ilmu apa-apa, pakai logika saja kalau sudah selama itu orang ngamuk-ngamuk pasti sampai batas kekuatan fisiknya dan setelah itu akhirnya akan lemas sendiri.

Pak dokter yang waktu itu cuma mengamati saja kemudian menyarankan kepada ayahku sebaiknya pasien yang kesurupan diberikan suntikan obat penenang agar langsung tertidur sehingga tenaganya tidak terkuras habis dan tidak membahayakan kondisi fisiknya, melukai dirinya sendiri dan tidak terjadi hal-hal yang mengancam kesehatannya.

Akhirnya semenjak saat itu kalau ada pasien yang kesurupan di puskesmas sebelum kecapekan karena “ngamuk” gak karuan dan membahayakan dirinya sendiri maka akan segera diberikan obat penenang agar tertidur tentunya setelah dipegangi dan benar saja setelah terbangun dari tidurnya pasien tersebut kembali normal. Jadi kalau ada pasien yang kesurupan bawa saja ke puskesmas terdekat. Sekian.

Yandi Lalu

yandi

Facebook - Yandi Lalu ┬╗Instagram - @yandilalu

All post by:

yandi has write 87 posts