Pasien Rumah Sakit Jiwa

Kisah ini berasal dari Asia, tapi tak jelas dari Negara mana. Mengisahkan tentang seorang suster muda yang baru lulus dari akademi perawat dan bekerja di sebuah rumah sakit jiwa. Di sana ia bertemu seorang pasien laki-laki muda yang kelihatan tenang. Ia tidak pernah teriak-teriak tidak jelas, mencoba kabur, bunuh diri, atau hal-hal lain. Ia hanya duduk tenang, tak pernah berbicara.

Ia bisa makan, berpakaian, melakukan hal lain seperti orang normal. Si suster suka datang ke ruangan pasien ini dan bercerita tentang hari-harinya, keluarganya, berbagai hal dan si pasien akan mendengarkan, tak pernah menyela, dan mengangguk menanggapi ceritanya. Beberapa bulan kemudian si suster merasa tidak adil bagi pasien yang kelihatan sangat normal ini berada di rumah sakit jiwa.

Ia pun memaksa supervisor agar membolehkan si pasien keluar dan dinyatakan normal. Hal ini berlangsung setiap hari sampai si supervisor menyerah dan membiarkan si pasien keluar. Si suster merasa senang karena sudah membantu seorang pasien yang dianggapnya normal keluar dari rumah gila itu. Di hari kepulangan si pasien, si suster memberikan catatan berisi nama dan alamatnya, dan berpesan agar si pasien mengirim surat padanya. Seperti biasa, si pasien hanya mengangguk.

loading...

Malamnya, si suster tidur di kamarnya dengan perasaan bangga dan senang. Tiba-tiba ia terbangun karena dikejutkan jeritan keras ibunya. Ketika keluar, ia melihat mayat ayah, ibu dan adiknya, terkapar di ruang tengah, di tengah-tengah darah yang seperti sungai. Di depan nya, tampak sosok pria yang dikenalinya sebagai si pasien, memegang kapak berlumur darah. Dengan ketakutan, si suster bertanya pada si pasien yang mendekat perlahan, “Apakah kamu mau membunuhku?”. Seperti biasa, si pasien mengangguk.

Share This: