Pasien Terakhir

Di sebelah rumahku, ada tempat praktek seorang dokter. Saat itu sudah pukul 20.00 malam. Gerimis menambah suasana sepi pada malam itu. Praktek dokter pun tampak sepi. Namun, menjelang tutup datang seorang pasien laki-laki usia sekitar 40 tahunan. Tampak berjalan gontai dan sambil menundukkan wajahnya, lelaki ini langsung menuju ke meja front office. Mendaftar periksa menggunakan kartu yang sedang populer saat ini, yaitu BPJS.

loading...

Tak lama, lelaki ini ini di panggil namanya untuk diperiksa, maka masuklah dia ke ruang periksa. Tak lama kemudian, pasien lelaki itu keluar dari ruang periksa. Tapi anehnya dia keluar dengan tergesa-gesa, kemudian dia duduk di ruang tunggu. Menunggu panggilan pengambilan obat. Tampak kegelisahan di raut wajahnya. Namun, belum sempat di panggil namanya, pasien lelaki tersebut malah keluar dari rumah praktek dokter tersebut.

Tak lama, bagian pemanggilan obat memanggil namanya. Dia memanggil hingga berkali-kali, namun pasien tadi sudah tidak ada. Mungkin pasien tadi ada keperluan sehingga terburu-buru pulang. Pegawai bagian obat tadi menanyakan pada dokter dan bagian pendaftaran. Pasien tadi ternyata tidak ada disitu. Aneh, kartu BPJS nya juga ditinggal.

Akhirnya atas inisiatif sendiri, pegawai tadi berniat mengantar obat pasien tadi ke rumahnya. Karena berdasarkan alamat yang tertera di kartu kesehatan tadi, tidak jauh dari rumah praktek dokter tersebut. Lagi pula dia sekalian pulang karena praktek sudah tutup. Sampailah pegawai tadi ke rumah pasien lelaki tadi, dan langsung mengetuk pintu rumah.

Dari dalam rumah, keluarlah anak perempuan berusia 10 tahunan beserta ibunya. Pegawai tadi menjelaskan tentang identitas pasien tadi dan ibu anak tadi membenarkan nya. Lantas mereka menanyakan, ada apa dengan dia. Pegawai itu menjelaskan bahwa tadi lelaki itu berobat ke rumah praktek dokter tempat dia bekerja, tetapi buru-buru pergi dan belum sempat mengambil obat, malah kartu kesehatan nya pun tertinggal.

Ibu anak itu justru kaget karena identitas yang tertera dan ciri-ciri fisiknya memang betul, tapi dia sejak tadi sore hingga saat ini dia sedang tidur di kamar karena kelelahan bekerja. Pegawai tersebut juga kaget, lantas siapa tadi yang berobat ke sana? Bahkan kartu kesehatan nya pun benar.

Pegawai tadi pun buru-buru pulang sambil merinding bulu kuduknya, bercampur bingung akan kejadian itu. Mungkinkan jiwa seseorang bisa bergentayangan saat seseorang sedang tertidur dan menampakkan diri di tempat lain? Apakah dimensi ke empat itu memang ada? Sampai saat ini, kejadian itu masih misteri. Demikianlah, hal-hal tertentu kadang susah di terima oleh logika, Wallahua’lam.

Share This: