Pasrah Karena Suka

Di nonaktifkan, sempat berantem dan gak boleh buat cerita lagi. Malah sempat gak boleh buka KCH lagi, tapi sudah baikan lagi. Mungkin ini cerita horor terakhir tapi kalau nanti ada kejadian berbau mistis hantu pasti aku tulis dan aku kirim ke KCH. Dan kalau ada waktu luang pasti aku baca cerita di KCH. Sebelumnya aku mau ucapkan terima kasih sama kakak admin KCH yang sudah mempublish dan memperbaiki kesalahan dalam penulisan kata, penambahan kata yang kurang, atau menghapus kata yang tidak baik untuk di publish.

Pokoknya KCH is the best, karena ada ribuan cerita yang bikin tegang adrenalin dan bisa buat mengisi waktu luang. Terus kita juga bisa buat cerita sendiri dari pengalaman menyeramkan yang kita alami sendiri. Salam persahabatan buat semua sahabat KCH dan kakak author KCH yang sudah lama di KCH. Maaf kalau kami si author baru yang suka buat spam di chat semisalnya ada yang membentur atau nyangkut yang buat tidak berkenan di hati dan menusuk perasaan sekali lagi kami ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Doa kami untuk KCH (wish you all the best).

Untuk mempersingkat cerita dan supaya tidak ada basa basi lagi aku mulai saja ceritanya. Soalnya kalau tidak di mulai pasti yang baca bilang “cerita apaan sih ini gak jelas banget, seram kagak, lucu juga kagak, gak ada manfaatnya banget”. Kalau pembaca sudah bilang kayak gitu kan berarti sangat mengecewakan banget. Kalau sudah kecewa yang ada apa? Pasti bosan dan malas *dong. Kalau sudah malas ? Ya pastinya jangan di biasakan. Karena malas itu suatu perbuatan yang tidak baik.

Kedekatan kami sudah melebihi batas. Hingga suatu hari hal yang sangat tidak aku inginkan terjadi. Temanku sering memanggil namaku dengan sebutan Lala. Dan orang yang selalu ada di setiap aku butuhkan adalah om sendiri. Namanya Andri, tapi temannya seringkali memanggilnya dengan sebutan keriting. Padahal rambutnya sih biasa saja tidak keriting.

Karena sudah terbiasa aku selalu meminta dia menginap di kalau lagi sendiri di rumah. Walau kadang kami tidur satu kamar, tapi tidak satu tempat tidur dan kami tidak pernah malakukan hal yang negatif. Malah dia selalu mengingat kan aku untuk selalu menjalankan shalat dan berbuat baik. Malam itu tepat pada malam jumat dan kami lagi berdua di kamar.

A: Andri
L: Lala

A: La, kamu suka gak cerita hantu?
L: lumayan sih, memang kenapa om?
A: kamu percaya?
L: pasti lah.
A: terus kamu tahu nama nama hantu?

L: aku tahu dari film saja sih.
A: yang kamu tahu apa saja?
L: kuntilanak, pocong, genderuwo, wewe gombel, sundel bolong, hantu tanpa kepala, pokoknya yang kayak begitulah.

A: yang kamu tahu mereka itu apa?
L: mungkin jin atau arwah penasaran, pokoknya aku gak terlalu tahu.
A: aku ingin semua nama hantu yang tadi di sebutkan hadir malam ini.
L: apaan sih, jangan nakut-nakutin deh.
A: aku ke kamar mandi dulu ya.
L: iya, sekalian nanti ambil air di kulkas aku malas ambil.
A: siap.

Sudah setengah jam tapi dia tidak kembali ke kamar, akhirnya aku coba lihat. Tapi saat aku mau buka pintu kamar. Tiba-tiba, (*tuk, tuk, tuk) ada bunyi di atas atap, seperti batu kerikil yang jatuh ke atap rumah. Setelah itu *srekk, srekk, ada bunyi lagi dari arah jendela. Seperti ada yang membuka dan menutup gorden jendela. Tapi saat aku lihat ternyata gorden jendelanya bergerak karena angin. Tidak lama, *tak, tak, tak. Ada bunyi lagi di arah meja. Aku pikir mungkin itu cicak. Tiba-tiba lagi pintu kamar aku terbuka sendiri.

A: ini airnya.
L: lama amat sih.
A: tadi aku keluar sebentar, biasa.
L: oh kirain ngapain.

loading...

Dia langsung tiduran di lantai dengan alas selimut. Dan setelah meneguk air segar aku langsung naik ke tempat tidur dan tiduran. Tidak berapa lama. (*Tok, tok, tok). Ada yang mengetuk pintu depan rumah. Aku heran karena sudah malam banget.

L: siapa itu om.
A: gak tahu, coba kamu lihat.
L: om saja deh.
A: aku ngantuk banget.

Mau tidak mau aku bangun untuk melihatnya. Setelah menyalakan lampu ruang tengah aku berjalan ke pintu depan. Saat aku membuka pintu ” tolong buka kan” (pocong). Aku langsung menutup kembali pintunya lalu aku lari ke kamar. Tapi sebelum aku sampai di pintu kamar. Tiba-tiba ada suara dari arah atap. Saat aku lihat “*hi-hi-hi-hi” (kuntilanak). Aku pun melanjutkan berlari ke kamar.

Saat aku buka pintu kamar “ambilkan kepalaku di atas televisi”. Aku tutup kembali pintu kamar. Terus aku lari ke dapur. Tiba-tiba lampu dapur berkedip kedip seperti mau mati dan muncul di pojokan dapur (genderuwo). Akhirnya aku memutuskan untuk lari ke kamar mandi. Setelah masuk aku tutup kembali pintu kamar mandinya. Aku merasa ada seseorang di belakang dan di atas kepalaku. Karena perasaan terasa tidak enak. Aku kembali keluar dari kamar mandi. Dan semuanya hadir malam ini. Sampai akhirnya aku benar-benar pasrah. Aku berdoa dan memohon perlindungan dari yang Maha Kuasa.

A: La bangun.

Ternyata aku mimpi.

A: kenapa La, kok tidur tapi kayak di kejar-kejar mantan sampai keringatan begitu?

Keriting

Keriting

Lala & keriting .
Terimakasih sudah baca tulisan sederhana kami.
meski tidak seram aku harap bisa menghantui yang lagi sendiri dan terlarut sepi.
(^•^)
wassalam wr wb

All post by:

Keriting has write 28 posts

Please vote Pasrah Karena Suka
Pasrah Karena Suka
4.5 (90.91%) 11 votes