Pegangan

Hai kakak setia KCH yang pada baik hati, cerita nyataku kali ini terjadi waktu aku masih SMK ketika pelantikan adik kelas. Lokasinya di villa puncak Bogor. Dengan lokasi villa yang lumayan jauh dan setiap villa di isi oleh delapan orang siswa. Waktu itu ada teman satu kelas yang namanya yeni dan aru lagi menjalin hubungan dan berstatus pacaran. Malam sekitar pukul 21.00 WIB aku sama teman satu villa lagi asik nonton televisi, main gitar, makan cemilan, dan lain-lain.

Di dalam villa tiba-tiba ada yang ngetuk pintu dari luar sangat keras (kayak terburu-buru gitu) setelah dibuka ternyata itu si aru dan si yeni. Kondisi yeni terlihat aneh, wajahnya pucat dan ketakutan. Setelah di interogasi si aru cerita mereka lagi asik pacaran di bawah pohon tiba-tiba yeni melihat seekor anjing yang mendekat tapi si aru gak lihat apa-apa. Karena takut yeni pun lari hingga sampailah di villa yang aku tempatin.

Yeni bilang anjingnya masih ngikutin dan ada di depan villa, setelah aku dan teman yang lain cek kedepan hasilnya gak ada apa-apa. Si yeni ini sangat ketakutan gak mau keluar dan memutuskan untuk bermalam di villa ini, dan akhirnya si yeni pun beristirahat di kamar di temanin sama si rani. Sekitar jam 23.00 teman aku si edi berniat ingin mengambil sesuatu di kamar, saat masuk dia pun membuka pintunya pelan-pelan takut istirahat yeni dan rani terganggu.

Si edi bilang dia cuma ucapin salam dalam hati saat mau masuk kamar tapi saat dia buka pintunya kaget bukan main. Si yeni ternyata belum tidur posisinya lagi duduk menjawab salam dengan berteriak keras habis itu tertawa cekikikan. Si rani yang sudah tidur seketika bangun terus keluar kamar berlari ke arahku dan langsung pegang erat tanganku.

Aku: kenapa ran?
Rani: lihat itu si yeni kenapa, aku takut.

Melihat peristiwa itu teman teman pun langsung masuk ke kamar untuk melihat keadaan yeni. Aku berusaha menenangkan si rani, setelah itu aku pun masuk kamar untuk melihat si yeni. Saat aku lihat posisi yeni lagi tidur terlentang dengan kedua tanganya di pegang oleh dua temanku. Yeni bersuara menggeram dan sesekali tertawa. Salah satu temen aku bertanya sama yeni sebut saja ceo.

Ceo: kamu siapa?
Yeni: *hihihi aku yang berkuasa disini *hihihi.

Yeni menjawab sambil tertawa cekikikan. Aku pun berencana mengajak si edi untuk memberitahukan kejadian ini kepada guru dan kepala sekolah.

Aku: di ayo kita kasih tahu kepada guru.
Edi: ayo.
Rani: ih kamu jangan kemana-mana aku takut banget.

Aneh banget si rani ini terus saja pegang tanganku, akhirnya aku nyuruh si ceo nemenin si edi dan merekapun pergi. Setelah berapa lama guru pada datang dan langsung menangani si yeni yang terus menggeram dan tertawa cekikikan. Hingga sekitar pukul 01.00 si yeni terus saja seperti itu malah sekarang di pegang empat orang, dua orang pegangan tangan, dua orang lagi pegangan kaki sambil terus berusaha di sembuhkan gitu sama guru agamaku. Setelah berapa lama si ceo yang lagi pegangan kaki kanan si yeni yang terus berontak menatapku dan meminta untuk gantian.

Aku: rani kamu disini dulu ya, gak usah takut.
Rani: aku sudah bilang dari tadi kamu tuh jangan kemana-mana jadi gak usah kemana-mana.

Dengan nada mengancam rani menatapku dengan tajam dan pegangan tanganya juga jadi bertambah kencang (memegang tangan kanan aku dengan kedua tangannya). Melihat itu teman aku si risa menghampiri kami, dia berusaha tenangin si rani dan ngelepasin tangan si rani dari tanganku. Setelah lepas aku lihat tangan aku merah banget, aku langsung menuju posisi ceo untuk menggantikanya. Aku membaca doa dalam hati, lalu aku pegang kakinya si yeni tapi suasana jadi hening begitu saja.

Si yeni yang tadinya menggeram, cekikikan dan berontak tiba-tiba diam. Dia terlihat kelelahan, lemas dan sepertinya mau sadar, dia menatap aku dan memanggil namaku. Tapi aku gak jawab karena aku juga jadi bingung dan heran karena guru sama teman yang lain juga kok jadi pada lihat ke arahku.

Yeni: jangan keras-keras pegangnya sakit tahu.

Aku jadi tambah bingung soalnya aku pegangnya juga gak pakai tenaga sama sekali. Aku lihat tatapan si yeni ini beda dari biasanya kemudian senyum manis yang menyeramkan aku pun gak bicara apa-apa . Melihat pak guru agamaku kembali membaca doa si yeni kembali teriak histeris. Aku pun mencoba fokus membaca doa dalam hati surat al-fatihah, al-baqarah 1-5, an-naas, al ikhlas, al-falaq, hingga yasin. Tapi dia bikin aku gak fokus lagi karena aku lihat ketiga temanku pegangnya kuat banget karena dia berontak, sementara aku pegangnya cuma sentuh *doang gak pakai tenaga sama sekali tapi dia manggil namaku lagi dan bilang.

Yeni: pegangnya jangan keras-keras sakit banget tahu, *hihihi.

Pikirku bodo amatlah mending aku fokus baca doa. Dan alhamdulillah sampai pukul 02.30 si yeni kembali normal. Pagi hari aku ketemu si rani.

Aku: ran lihat nih tangan aku masih merah gara-gara pegangan kamu.

Tapi aneh banget si rani kebingungan dan enggak merasa.

Rani: ih aku gak tahu semalam aku tidur sekitar pukul 22.00 loh dan aku bangun jam 02.00 an yang tiba-tiba saja ada di sebelah si risa lagi peluk aku dan suasana ramai banget.

loading...

(Padahal aku sudah senang banget di pegangin si cantik rani sambil agak di peluk gitu alias cari kesempatan dalam kesempitan tapi ternyata oh ternyata). Sekian cerita nyataku, maaf kalau ada salah kata atau kesamaan nama dan lagi-lagi gak ada penampakannya. Terima kasih reader. Mohon infonya ya yang punya kelebihan.

Keriting

Keriting

Selain menambah pengetahuan KCH juga bisa menjadi tempat curahan hati, hitung hitung daripada mengenang mantan mending ketik cerita mengenang kisah seram. maaf sebelumnya kalau ceritaku tidak menarik ) terimakasih kakak admin yang sudah mempublish dan memperbaiki kesalahan kata. Salam buat semua sahabat KCH, sukses terus ya, selamat membaca kisah lainnya serta ingat, “bacalah sendirian di tempat angker terdekat” wasalam wr wb

All post by:

Keriting has write 13 posts

Please vote Pegangan
Pegangan
Rate this post