Pelecehan Terhadap Makhluk Halus

Hay bertemu kembali denganku, salam buat my brother Jhon sekaligus para member blog KCH. Kali ini aku gak bakal cerita tentang hal-hal yang berbau mistis, tapi lebih tepatnya saya bakal stand up comedy, ingat ya! Stand up comedy bukan komedo. *Hehe.

Sebelumnya, kenalkan namaku Wahid Syam, aku tinggal dikota Jeneponto (Makassar). Menurut penelitianku, ditahun 2012 sampai dengan 2017 sekarang, gadis cantik, body menawan, muka hancur, yang bernama kuntilanak sudah gak ada dikota Makassar.

Kenapa? Karena dikota Makassar itu sudah gak ada pohon, semua ditebang-tebangin menjadi Mall. Kasihan si kunti, dia bingung mau hangout dimana itu dia bingung, iya kan? Kebayang kalau kuntilanaknya sudah keluar jam 12 malam, sudah catokan gitu kan, pakai lipstik, terus “aduh. Mau *nangkring dimana ya?” kata kuntilanaknya. *Hehe.

Gak ada pohon, adanya fly-over sama billboard, itu dia bingung lagi mau pilih yang mana, iya kan? Kalau dia mangkal di fly-over nanti dikiranya cabe-cabean. *Hehe. Mau gak mau dia mangkal diatas billboard (spanduk jalan). Di lihat satpol PP kota disuruh turun.

S-PP: Satpol PP
K: Kuntilanak

S-PP: *woe. Ngapain lu diatas?
K: si kunti masih gak menggubris gan, dia masih sibuk ngurusin rambutnya, maklum habis smoothing, *hehe.
S-PP: *woe! (Satpol PP-nya sudah emosi gan, sambil memukul tiang billboard).
K: oh my God (kuntinya kaget), *hehe. Aduh si abang ngagetin saja!

S-PP: lu ngapain diatas?
K: aku kuntilanak bang!
S-PP: kuntilanak gigi lu, dasar orang gila turun lu? *Hehe.

loading...

Jadi Kuntilanak yang ada di Makassar itu sudah gak ada wibawanya sama sekali, hancur sudah harga dirinya menjadi setan. Belum lagi dikampungku Jeneponto, dikampungku itu ada 1 spesies setan yang gak mau mangkal di Jeneponto, sebut saja namanya mbak susi (suster ngesot) *hehe.

Kenapa? Karena di Jeneponto itu jalannya berantakan, bolong-bolong, apa lagi kalau habis hujan, itu dia sekali ngesot kecemplung got, sudah pasti *korengan tuh pahanya. *Haha. Kata bos-nya!

Suster ngesot: SN
Dokter ngesot: DN

DN: lu kenapa gak mangkal?
SN: sudah tobat bos!
DN: memangnya kenapa?

SN: betis sama paha saya hancur bos, gara-gara jalannya bolong-bolong, mana lagi dijalan banyak polisi tidur! *Hehe.
DN: Makanya besok lusa kalau lu mau mangkal bawa skateboard ke, apa ke, jadi kalau lu lewatin polisi tidur, lu tinggal loncatin saja (freestyle gitu gan) *hehe.

Maka dari itu aku gak pernah ngelihat ada acara uji nyali diadakan di Makassar. Karena semua setan yang ada disana sudah pada dilecehkan. Lagian dia meninggal juga pingin istirahat, kuntilanak yang tadi diusir sama Satpol PP tadi tuh, sudah mau tidur, sudah pakai krim muka, malah dibangunin “*woe. Bangun-bangun siapa lagi yang mau nakut-nakutin kalau bukan lu” *haha.

Dan hadiahnya cuma dikasih sesajen sama kemenyan, maksud saya kasih ke, pembeli daster atau apa ke. Kuntilanak itu seram karena dia pakainya daster putih, coba kalau dia pakai daster batik, paling-paling dikira ibu RT yang mau pergi kondangan. *Haha. Saya wahid, sekian dan terima kasih sudah membaca cerita pelecehan terhadap makhluk halus.

KCH

Wahid Syam

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Wahid Syam has write 2.657 posts