Pembunuh Berantai

Pada abad ke-2 sebelum masehi (SM) lahirlah dua anak kembar yang bernama Elief dan Eliefia. Kelahirannya disambut meriah dengan mengadakan pesta besar-besaran di kerajaannya. Raja sangat menyayangi kedua putri kembarnya itu karena keinginannya sejak dulu akhirnya tercapai yaitu mempunyai anak kembar. Pada acara kelahiran keduanya, datang sang nenek yang mendekati keduanya dan menatap bayi tersebut satu-persatu.

Namun setelah menatapnya satu-persatu nenek itu merasa bahwa ada yang aneh dengan Eliefia si bungsu. Nenek itu merasa bahwa kedepannya hidup Eliefia tidak akan sebahagia hidup kakaknya. Mata Eliefia pun sangatlah berbeda dengan kakak dan kedua orang tuanya. Lalu seseorang menepuk bahu nenek tersebut dan ternyata Ratu Elizabeth. Ratu elizabeth berkata.

“Bagaimana nek, kedua cucumu sangatlah lucu bukan?” tanya Ratu Elizabeth yang nampaknya sangat bahagia.
“Ya tentu saja, mereka berdua secantik dirimu” jawab nenek sambil tersenyum.

7 tahun kemudian. Kedua putri kembar Elief dan Eliefia tumbuh menjadi gadis yang cantik, namun keanehan mulai nampak jelas didalam diri putri Eliefia. Ia seringkali berbica sendiri, tertawa sendiri, bahkan ia sering bermain sendiri. Ratu Elizabeth mengaku tidak terganggu oleh tingkah aneh sang putri, karena menurutnya anak seusianya memiliki imajinasi yang sangat tinggi. Namun sang kakak putri Elief tidak setuju dengan ibunya, karena ia merasa memang ada yang aneh dengan adiknya itu.

Suatu hari putri Elief bermain bersama sang adik Eliefia, mereka sangat gembira karena menyambut kepulangan ayahnya dari negara sebelah. Mereka pun langsung memeluk ayahnya dengan erat. Raja sangat bahagia karena dia mendapat keturunan yang begitu cantik dan baik. Namun saat Raja menatap kedua putrinya ia merasa ada yang aneh dengan putri bungsunya, Eliefia. Mengapa ia terlihat sangat berbeda, dimatanya sangat jelas terlihat keanehan namun entah apa itu.

Keesokan harinya kedua putri bangun dipagi hari mereka akan segera berangkat ke sekolah khusus kerajaan. Di sekolah putri Elief terkenal sebagai anak yang cerdas dengan intelligence quotient (IQ) diatas rata-rata. Sedangakan adiknya, Eliefia sangatlah bodoh bahkan dia tidak tahu cara menggunakan pensil. Guru yang mengajar di jam mereka pasti akan berpikir dua kali untuk mengajar sang putri Eliefia.

Hal ini sampai ketelinga Ratu Elizabeth. Ratu Elizabeth sangatlah marah dengan apa yang didengarnya itu. Warga pun menilai rendah kepada keluarga Ratu dan Raja. Hal ini membuat semua warga menghiraukan ketegasan dan ketekunan Raja, bahkan karena putrinya itu para warga berteriak untuk mengganti Raja mereka karena merasa malu dengan negara lain.

Akhirnya Ratu memutuskan untuk mengirim putri Eliefia kesebuah desa, tinggal bersama sang nenek. Putri Eliefia pun merasa sangat sedih dengan keputusan yang diambil kedua orang tuanya itu. Putri pun hanya terdiam dan tak dapat menolak hal tersebut karena dia tahu bahwa itu adalah keputusan terbaik. Setiap hari putri hanya duduk termenung didepan jendela kamarnya.

Dia hanya merenungkan nasibnya yang sangat bertolak belakang dengan kakaknya. Ternyata keanehan putri Eliefia belum juga hilang ia masih sering berbicara sendiri. Dugaan sang nenek ternyata benar bahwa memang sang putri adalah seorang anak indigo yang dapat merasakan, melihat, mencium, dan mendengar kehadiran makhluk halus. Sang putri sehari-harinya hanya membaca buku, mengkhayal, dan tidur.

Dia memiliki cita-cita menjadi seorang ahli bedah. Dia memberitahukan pada sang nenek bahwa dia ingin melakukan percobaan terhadap hewan-hewan disekitar untuk dibelah. Neneknya pun mengiyakan keinginan cucunya tersebut, karena nenek berpikir jika bukan melakukan percobaan dia hanya bisa termenung hingga berminggu-minggu.

Putri Eliefia pun memulai percobaannya itu dengan membelah seekor tikus. Dia mendapat banyak pelajaran dari hasil percobaannya itu, dia pun ingin untuk membelah lebih banyak hewan lagi. Setelah hampir semua jenis hewan sudah dibelahnya. Ia memutuskan untuk membelah neneknya. Namun saat neneknya mengetahui hal tersebut neneknya pun memutuskan untuk pergi dari desa dan menuju kerajaan untuk memberitahukan kabar tersebut pada Raja dan Ratu.

loading...

Putri Eliefia pun mengetahui bahwa Raja dan Ratu akan mengunjunginya didesa, dia pun sesegera mungkin pergi dari desa dan mencari tempat tinggal yang baru. Dia pun berpikir akan lebih baik tinggal dihutan yang sunyi tanpa ada gangguan dari orang lain. Di hutan dia membuat rumahnya sendiri dengan terkesan layaknya rumah tak berpenghuni ditengah hutan yang begitu lebat. Dengan menyamarkan identitasnya, dia pun mengganti namanya menjadi Oliev.

Suatu hari ada seorang penjelajah yang tersesat hingga akhirnya sampai ketengah hutan dekat rumah putri Oliev alias Eliefia. Tenyata putri Eliefia sudah mengintainya sejak tadi dari balik pohon hingga kerumahnya. Sang penjelajah memasuki rumah tersebut dengan maksud beristirahat sejenak dan akan melanjutkan perjalanannya. Di sana penjelajah itu merasa sedikit takut karena merasa rumah tersebut berpenghuni sebab rumah putri Oliev terlihat seperti ruang bedah yang besar. Karena sesungguhnya itulah hobi putri Olive.

Awalnya putri Oliev ingin membantunya memberitahukan jalan keluar dari hutan lebat itu, namun ketika dia mencoba untuk mendekatinya tiba-tiba dia teringat bahwa dia sangat ingin membelah manusia untuk percobaannya yang terakhir. Niatnya pun berubah. Dia mendekati si penjelajah dengan baik. Dia berkata bahwa hutan ini sangatlah lebat sebaiknya dia menginap semalam disini karena diluar sana sangatlah berbahaya.

Namun si penjelajah tidaklah bodoh, terlihat sangat jelas dari cara bicara dan tatapan putri Oliev dia ingin melakukan sesuatu yang tidak masuk akal. Hingga akhirnya malam haripun tiba, sang penjelajah bermaksud diam-diam untuk pergi dari rumah tersebut namun sayang sekali ternyata putri Oliev terus saja mengintainya. Dan saat putri Oliev tahu bahwa sang penjelajah bermaksud untuk kabur dia menyerangnya secara tiba-tiba dari belakang.

Namun sayang sekali sang penjelajah langsung berbalik arah, dan menodongkan pistol kearah putri Oliev. Tentunya putri Oliev terkaget dan mengangkat kedua tangannya bermaksud menyerahkan diri. Namun sang pejelajah belum percaya bahwa putri telah menyerah. Dia pun menembak kaki putri Oliev dan sesegera mungkin membiusnya dan membawanya keluar dari hutan itu. Hampir 4 jam si penjelajah mencari jalan keluar dari hutan dan akhirnya sampai dipinggir jalan poros.

Si penjelajah itupun berusaha menghentikan sebuah mobil dengan berdiri ditengah jalan. Akhirnya sebuah mobil sudi memberi tumpangan hingga ke kota. Namun sebelum menyetujuinya pengendara mobil itu bertanya siapa perempuan yang dia bawanya itu? Sang penjelajah mengaku bahwa itu adalah adiknya yang terkena peluru nyasar didalam hutan sewaktu berburu hewan bersamanya. Sopir mobil tentunya tidak langsung percaya, namun dia berusaha untuk terus berhati-hati. Dia pun membantu si penjelajah itu memasukkan sang putri kedalam mobil untuk diantar ke kota.

Dan akhirnya mereka pun sampai dikota dan membawa sang putri kerumah sakit terdekat. Dan tak lupa dia melaporkan kejadian itu kekantor polisi. Dan polisi berusaha untuk mencari tahu identitas sang putri. Dan ternyata sang putri lahir di abad ke-2 sebelum masehi. Hingga kini tahun 1563 ia masih terlihat begitu muda. Dan ternyata dia seorang keturunan Ratu Elizabeth dan putri menderita penyakit yang membuatnya dapat hidup hingga ribuan tahun dengan awet muda.

Dia pun seorang psikopat. Dan dia juga tercatat sebagai pembunuh berantai dengan jumlah korban 5000 orang selama ribuan tahun. Dia pun menghabiskan semasa hidupnya dipenjara dengan rantai ditangan dan kakinya. Namun hingga kini misterinya, dia masih hidup dan dipenjara bawah tanah. Namun adapun yang mengatakan bahwa putri Eliefia sang pembunuh berantai ini telah keluar dari penjara pada tahun 1989 dan kini masih hidup dan masih mencari korban selanjutnya.

KCH

bastty

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

bastty has write 2,670 posts