Penampakan Hantu Pocong

Pernahkah kamu membaca cerita hantu yang ada di http://cerita-hantu.com ini dan kamu mengalaminya langsung? Semoga saja kamu tidak mengalaminya karena aku mengalami sebuah peristiwa menyeramkan setelah membaca salah satu cerita di web ini. Saat itu kurang lebih jam 9 malam, kami sudah selesai tampil dan mempersiapkan diri bergegas pulang tapi hujan besar mengguyur kota bandung malam itu.

Mau tidak mau kami semua menunggu dan karena perlengkapan tidak boleh kena air, kami menunggu cukup lama dan akhirnya sekitar jam 11 malam hujan mulai reda. Tak lama kami memanggil kuli angkut untuk mengantarkan peralatan kami ke kampus. Aku tidak ikut bersama mereka, karena aku harus membicarakan sesuatu terlebih dahulu dengan penyelenggara acara. Makanya aku memutuskan untuk pulang terakhir namun aku tidak sendirian.

loading...

Aku ditemani novi temanku, tak lama obrolan pun selesai dan kami pun pulang. Aku dan novi berjalan ke parkiran untuk mengambil motor, ketika tepat didepan gerbang kampus utama ada panggilan telepon masuk. Dan itu temanku riki, aku menepikan motor dan mengangkatnya dan setelah selesai melakukan pembicaraan dengan temanku riki. Aku menghidupkan kembali motor dan mengantarkan novi pulang ke rumah saudaranya.

Jalanan sudah sepi, kendaraan yang lalu lalang bisa ku hitung dengan jari. Sepi nya malam makin terasa dengan hujan rintik-rintik. Setelah aku mengantar novi, aku memutar balik ke arah jalan yang sama menuju kost temanku riki namun aku harus melewati jalan taman sari. Jalan yang membuatku takut jika malam hari, tempo hari aku membaca cerita di web ini yang mengisahkan bahwa di jalan taman sari ada pocongnya.

Tapi entah kenapa malam itu terasa menakutkan buatku, di sepanjang jalan taman sari tidak ada satupun pengendara yang melintas baik itu mobil ataupun motor. Aku benar-benar sendiri bahkan sebelum aku melewati jalan ini seluruh bulu kuduk berdiri. Aku lihat jam ternyata sudah jam 12 lebih, pantas saja sepi. Hujan rintik-rintik masih turun, jalanan sepi dan licin. Aku pun mengurangi laju motorku dan mengendarai dengan hati-hati.

Sekarang aku sudah berada di jalan taman sari, ku arahkan pandangan mataku ke seluruh penjuru jalan, gelap dan sepi. Ketika pandanganku ke arah kanan tepat di ujung jalan tiba-tiba didalam kegelapan malam itu mataku menangkap sesosok asap yang mengepul berwarna putih. Aku memelankan laju motorku dan sosok putih itu pun jadi mulai memadat. dari asap putih kini semakin lama semakin jelas membentuk sebuah sosok dan menjadi semakin jelas. Sebuah kain putih yang kotor dan nampak basah.

Bentuknya semakin jelas dan ketika aku lihat lagi. Sosok itu adalah pocong, jantungku seakan mau copot. Aku lihat pocong itu sedang menempel di sekitaran pagar. Badannya mulai bergerak-gerak seperti mengambil aba-aba untuk meloncat. Kepalanya menunduk dan tiba-tiba saja kepalanya menatap ke arahku, matanya melotot dan wajahnya berwarna hitam legam. Aku langsung kembali menatap ke arah depan, namun sepertinya aku rasa pocong itu selalu ada disekitarku seperti ada di sebelahku.

Semakin aku maju, entah bagaimana pocong itu mengikuti. Bulu kuduk langsung merinding, setiap aku melihat ke spion selalu saja pocong itu yang muncul. Aku mengendarai motorku dengan gemetar, aku langsung berdoa dan ingin cepat-cepat keluar dari jalan ini. Namun tiba-tiba saja motorku terguncang, sepertinya aku baru saja melewati sebuah polisi tidur.

Mungkin karena ketakutan aku tidak menyadari ada polisi tidur didepanku. Motorku oleng dan aku hampir terjatuh, untungnya aku bisa menginjak rem pada saat itu agar aku tidak terjatuh. Aku pun berhenti sebentar untuk melihat ke belakang dan ternyata yang aku lindas tadi bukanlah polisi tidur tapi itu pocong!.

Pocong itu berbaring ditengah jalan dan astaga pocong itu perlahan-lahan berdiri. Lalu melayang hilang entah kemana. Pocong itu kini tiba-tiba saja ada didepanku, Aku langsung menancap gas motor dengan sekencang-kencangnya. Aku mengendarai motorku dengan membabi buta karena jalanan yang sepi. Jadi aku bisa mengebut dengan sekencang-kencangnya, setelah melewati jalan taman sari itu aku mulai lega. Tapi aku tidak mau berhenti untuk beristirahat.

Aku sangat yakin kalo pocong itu masih berada di belakangku. Karena yang kubaca tentang cerita pocong itu katanya pocong itu akan mengikuti sampai rumah. Sampai akhirnya aku sampai di kost temanku. Aku memasukan motorku dengan was-was, ketika aku menutup pagar. Aku melihat ke seluruh penjuru kos temanku. Awalnya tidak ada apa-apa namun, aku mendengar sebuah gesekan didekat dahan pohon. Jangan-jangan itu pocong, jantungku berguncang. Aku melihat ke arah dahan pohon itu dan benda itu berwarna putih.

Ternyata benda itu hanya sebuah karung. Aku langsung pergi ke kamar temanku dan menceritakan tentang pocong tadi. Temanku menatap seolah tidak percaya. Aku pun meyakinkan apa yang aku lihat tadi memang benar nyata. Esok harinya aku ceritakan kejadian itu kepada teman-temanku dan aku memperingati mereka agar jangan sembarangan melewati jalan taman sari dan selalu ingat yang Maha Kuasa. Hingga hari ini aku belum berani melewati jalan taman sari lagi, apalagi sendirian.

Untuk yang membaca ini, aku hanya mengingatkan bahwa di jalan taman sari memang sering ada penampakan pocong. Karena aku benar-benar melihatnya dengan mataku sendiri, jangan sampai kejadian yang aku alami ini terjadi pada kalian dan siapa yang bisa menjamin kalo kalian bertemu dengan pocong itu kalian tidak akan di ikuti sampai rumah.

Share This: