Penampakan Pocong Saat Subuh

Assalamualaikum true friend KCH. ketemu lagi denganku Bismi dari Aceh, di cerita ke 36 ini aku akan bercerita tentang kejadian yang aku alami bersama temanku sinta dan dewi pada saat subuh tadi. Tadi malam tepatnya malam jumat, sinta dan dewi menginap di rumahku. Kami bertiga pun tidur di kamarku, pada pukul 05.15 pagi, kami pun di bangunkan oleh kakakku untuk shalat subuh berjamaah.

loading...

Kami pun bangun dan bergegas pergi ke sumur untuk mandi. Sumur rumahku berada di belakang rumahku yaitu di dekat pohon langsat. Saat kami keluar rumah, cuacanya masih sangat gelap dan udaranya pun masih dingin. Tiba-tiba sinta pun berhenti “aduh sinta kok berhenti sih, ayolah nanti keburu habis subuhnya” kata dewi kesal. Padahal aku tahu adzan pun belum berkumandang.

“Dasar dewi yang sok tahu” kataku dalam hati. Sinta tak berkata apapun, ku lihat dia serius melihat ke arah pohon langsat yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat kami berdiri. “Hei sinta, kamu lihat apa sih kok serius gitu?” kataku juga mulai kesal. “Apa itu?!” katanya sambil menunjuk ke arah pohon langsat itu. Aku dan dewi pun ikut melihat ke arah yang di tunjuk oleh sinta.

Astagfirullah betapa terkejutnya aku dan dewi melihat sebungkus kain kafan yang kumal sedang melayang di bawah pohon langsat itu. Ya itu adalah pocong, tak salah lagi itu pasti pocong, kataku dalam hati. Untung saja pocong itu tak menampakkan mukanya, karena posisinya yang membelakangi kami. Kami bertiga pun diam seribu bahasa, jujur ya sobat KCH, aku itu paling takut sama yang namanya pocong.

Tapi kalau si kunti mah sudah sering aku lihat jadi aku tidak terlalu takut lagi. Kami masih berdiam di tempat dengan jantung yang berdetak cepat, hingga ku dengar adzan subuh berkumandang. Dan ku lihat pocong itu sudah tidak ada lagi. Aku pun menarik napas lega, tak lama kemudian kami bertiga pun langsung ambil langkah seribu untuk masuk ke dalam rumah.

Sesampainya di dalam rumah, aku pun menceritakan kejadian yang aku alami tadi pada nenekku. Lalu nenekku pun hanya tersenyum saja, dan menyuruh kami untuk segera mandi. Tapi kami bertiga takut untuk pergi ke kamar mandi lagi. Nenekku pun menyuruh kami bertiga untuk mandi di rumah bibiku saja. Kebetulan kamar mandi di rumah bibiku terhubung dengan rumahnya, jadi kami tak perlu keluar rumah untuk mandi.

Selesai mandi kami pun shalat subuh berjamaah, dan yang menjadi imamnya adalah kakekku sendiri. Aku berpesan bagi sobat KCH, jangan pernah tinggalkan shalat ya, dan juga kita tidak perlu bermalas-malasan untuk bangun shalat subuh. Entar di bangunin sama “mereka” loh. Cukup sekian cerita dariku, wassalamualaikum.
Fb: Bismi jasein

Bismi Jasein

Bismi

Facebook: Bismi jasein I Fans Anime Naruto From Aceh

All post by:

Bismi has write 78 posts