Penampakan Saat Tarawih

Hay sobat KCH, nah seperti yang aku janjikan kemarin, aku bakal post cerita yang aku alami di bulan suci ramadhan. Kalau dicerita “saat kegiatan pondok romadhon” itu aku alami dipondok pesantren, kali ini aku alami disebuah masjid dekat rumahku saat tarawih, langsung saja kecerita ya. Saat itu sore hari aku dan teman-temanku berkumpul untuk ngabuburit bareng, seperti biasa kami pergi kesebuah rental playstation sambil Wifi-an, download film sebanyak mungkin (gratisan dihabiskan saja *haha) saat itu kira-kira jam 2 sore.

“Eh ady bosan nih main Downhill mulu main yang lain kenapa?” ucap kawanku Budi.
“Memang mau main apa?” jawabku
“Terserah sudah, yang penting ganti, sudah bosan dari kemarin ini terus”.
“Ya sudah main SmackDown saja”.
“Oke”.

(Kami bermain sampai jam 5 sore).

“Mantap nih, nggak kerasa setengah jam lagi saatnya buka puasa” ucap temanku Arif.
“Makanya, dari pada putar-putar bawa motor jadi ngabisin bensin” jawabku.
“Eh nanti shalat tarawih berangkat bareng yuk” sahut budi.
“Ayo” jawab kami serentak.

Lalu kami pulang untuk bersiap buka puasa. Adzan maghrib berkumandang, aku lalu berdoa dan berbuka puasa dilanjutkan shalat maghrib. Adzan isya berkumandang, aku bergegas berangkat kerumah budi, ternyata disana teman-temanku sudah berkumpul.

“Hay guys, berangkat *nyok” ajakku.
“Ah kamu itu ya, lama banget sampainya” jawab arif.
“Maaf kan rumahku jauh sendiri” jawabku lagi.
“Ya sudah ayo berangkat saja” sahut budi.

Kami berangkat ke masjid bertiga, sampai di masjid kami langsung mengambil air wudhu dan shalat. Nah kejadiannya sama persis kayak waktu aku dipondok romadhon nih kawan, tidak sengaja aku melihat kearah jendela kaca masjid. Tiba-tiba melintas kain kafan kotor, aku bingung dan sehabis shalat isya aku ingin mengecek keluar, karena dari pada aku nggak khusyuk lagi shalat tarawih nanti.

“Kamu mau kemana dy?” tanya budi.
“Enggak, aku mau ambil wudhu lagi” alasanku.

Di luar aku mencari kain yang lewat tadi, lalu aku melihatnya ditanah. Aku ingin mengambilnya, tapi anehnya kain itu berjalan dengan sendirinya. Aku mengikutinya sampai disebuah pohon waru, lalu aku mengelilingi pohon untuk mencari kain tadi, dan alangkah terkejutnya aku ketika tahu ternyata itu milik pocong. Dengan tiba-tiba dia berdiri dibelakangku, aku menengok kebelakang tapi dia menghilang, dan aku langsung lari pulang kerumah. (Maunya cek kain biar bisa khusyuk, eh malah nggak jadi shalat tarawih), lalu malamnya arif dan budi kerumahku.

“Eh dy kenapa tadi katanya ambil wudhu kok nggak balik, malah pulang kamu?” tanya budi.
“Tahu nih” sahut arif.
“Oh tadi aku sakit perut makanya aku pulang” jawabku beralasan.

Sekian ceritaku dibulan suci romadhon ini, dari 2 ceritaku ini kalian bisa mengambil kesimpulan bahwa dibulan puasa tidak semua setan dibelenggu. Terima kasih sudah membaca ceritaku.
Facebook: Adymas Art
Instagram: @adymas_art

loading...
Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,....... suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add Fb: Adymas Art Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 97 posts