Penampakan Teman Kakekku

Halo sahabat KCH! Nama saya Reva, ini cerita pertama saya. Cerita ini dialami oleh kakek saya saat ayah saya masih kecil, kejadian ini terjadi di Jogjakarta. Suatu hari, tetangga/teman kakek saya bernama pak Darso dipecat dari pekerjaannya karena tempat kerjanya terlalu banyak karyawan dan uang perusahaan tidak cukup untuk menggaji semua karyawan, jadi perusahaan menyeleksi orang yang pantas kerja disana dan pak Darso adalah salah satu yang tidak terpilih kerja.

Pak Darso lama-lama depresi karena dia tidak dapat membayar semua kebutuhan keluarganya dan keluarganya bukan mendukung melainkan memaksa pak Darso untuk mencari pekerjaan lain tapi beliau tidak pernah dapat pekerjaan lain. Suatu hari pak Darso berpikir untuk bunuh diri tanpa sepengetahuan keluarganya, dan hal itu benar-benar terjadi saat tengah malam. Pak Darso berbaring di rel kereta api tapi tak ada orang yang melihatnya karena gelap.

Saat kereta api tiba dan melintas, karena sang masinis tidak melihat pak Darso, kereta itu melindas pak Darso yang sedang berbaring di rel kereta. Alhasil tubuh pak darso pun terbelah-belah dan terpisah-pisah. Orang-orang tidak ada yang melihat karena itu tengah malam dan sangat gelap.

loading...

Paginya, barulah ditemukan mayat pak Darso di rel kereta api. Para polisi memungut bagian tubuh pak Darso yang terpisah-pisah. Kakekku juga ikut membantu memunguti, setelah semua bagian tubuh terkumpul, semua bagian tubuh dibawa ke rumah sakit untuk di identifikasi. Kakekku pulang ke rumah, tapi saat melewati rel kereta api tempat pak Darso meninggal, kakekku menemukan potongan jempol pak Darso.

Jakekku berhenti lalu mengambil jempol itu lalu membaca basmallah dan mohon maaf kepada pak Darso, lalu melempar jempol itu. Setelah itu kakekku segera pulang kerumah. Malamnya, kakekku selesai meronda dikomplek, kakekku berjalan pulang. Tapi saat di perjalanan pulang, kakekku melihat sosok “Pak Darso”, tapi kakekku lupa jika pak Darso telah tiada. Lalu pak Darso berkata, “Monggo den sam” kakekku hanya tersenyum. Nenekku mendengarnya, lalu nenekku bertanya, “siapa itu pak?”.

“Pak Darso bu” jawab kakekku. Lalu nenekku menjawab bahwa pak Darso telah tiada. Kakekku kaget, lalu besoknya kakekku mencari jempol pak darso lalu menaruhnya dimakamnya. Mungkin pak Darso ingin jempolnya kembali. Sekian cerita dari saya, semoga kalian suka.

KCH

Reva

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Reva has write 2,674 posts