Pengalaman Komunitas Part 3

Halo pembaca KCH, terimakasih buat yang sudah menunggu part 3 ini. Mohon pengertiannya karena aku yang menceritakan sekaligus menulis cerita ini kemarin sangat terganggu oleh gangguan oleh salah satu mahluk yang menurut adit mengawasiku saat aku menulis. Langsung saja ini lanjutan cerita dari part 2 kemarin. Aku melihat jam sudah menunjukan pukul 23.30 dan akupun mulai memaparkan cerita kepada mereka semua. Aku terkejut karena aku, dimas, doni, gorby, menceritakan hal yang sama hanya kami di biarkan melihat sendiri-sendiri.

Timbul kembali pertanyaan di benakku, kenapa hanya kami yang dapat melihat alam mereka diantara tim ku yang tidak mempunyai kelebihan lainnya? Ada apa ini, ada apa? Aku masih tidak mengerti apa maksud dan tujuan dari alam mereka yang kami ber-4 lihat tadi. Tak lama ada suara seperti bom yang meledak di depan rumah. Adit pun berlari kedepan dan membuka pintu itu, karena kami semua takut untuk membukanya. Kami semua melihat pemandangan yang membuat kami lemas seketika.

Sosok itu berbulu hitam lebat dengan giginya yang sangat tajam berliur dan mata yang merah, sosok itu berkata dengan nada yang bergema “aing hayang tumbal, aing hayang aya nu ngabaturan, (saya ingin tumbal, saya ingin ada yang menemani)”. Bayangkan saja sebuah sosok itu berdiri tepat di hadapan kami dengan tatapan yang sangat marah. Dia mendekati intan dan mengambil roh intan yang sedang berdiri terpaku seperti terhipnotis, raga intan pun terjatuh jelas sekali di hadapan kami, entah apa yang membuat aku dan seluruh tim diam tidak berkutik dengan kakunya saat sosok itu ada.

Saat sosok itu pergi Kami semua mulai bisa bergerak bebas. Kami sangat panik saat sosok itu menghilang, karena roh intan sahabat kami dibawa oleh sosok tadi entah kemana. Tanpa berpikir panjang adit berlari keluar dan berteriak “woy kalian manusia bukan! Woy keluar dong ! Teman kita di bawa setan nih. Kalian pada takut hah? Atau kalian bukan manusia juga? Ini desa apa sih? Ada yang bisa keluar?” Adit sangat marah dan terpukul sekali, karena sudah tanggung jawabnya menjaga tim. Lalu warga pun mulai keluar dari rumah saat mendengar adit berteriak bahwa teman kami dibawa oleh sosok yang mengerikan itu.

Pak iin selaku yang mempunyai kontrakanpun menghampiri kami. Kami sangat bingung kenapa warga disini semuanya menangis seperti menyembunyikan sesuatu. Pak iin dengan mata yang berkaca kaca mulai bercerita “dahulu itu desa ini sangat makmur dengan padi dan sayurannya, tapi karena ada beberapa keluarga yang tidak bertanggung jawab dengan cara menumbalkan desa dan warganya, satu persatu dari warga disini banyak yang dibawa oleh sosok mengerikan itu. Tapi karena kami sudah tidak mau sosok itu menyakiti penduduk sini, kami pun melakukan negosiasi atau melakukan sebuah perjanjian dengan sosok itu. Kami memohon kepada sosok itu untuk tidak melukai warga desa ini, sebagai gantinya kami berjanji jika ada pendatang ke desa ini lebih dari 1 hari maka ambilah salah satu nyawanya. Sosok itu pun setuju dengan negosiasi kami”.

Pak iin dan warga yang merasa sedih pun meminta maaf kepada kami. Tapi kami tidak bisa memaafkannya dan akan membawa kasus ini ke jalur hukum. Sekilas aku mengingat kejadian saat aku berada di dua alam tadi dan mulai berpikiran bahwa intan dibawa untuk dijadikan budak oleh wanita berbadan buaya itu. Akhirnya karena sudah tidak tahan dengan kebiadaban desa ini, adit dan beberapa tim yang lain mencoba menghubungi pihak berwajib. Jam menunjukan pukul 01.30 tak lama polisi pun datang untuk melakukan investigasi. Kami pun pulang dengan mengikuti ambulance desa membawa jasad intan yang masih segar seperti sedang tidur.

loading...

Kami semua sangat sedih dan terpukul sekali melihat salah satu dari kami tidak selamat. Saat jasad intan kami pulangkan, kami tidak bisa melihat betapa sangat terpukulnya orang tua intan melihat anak bungsunya harus kehilangan nyawa dengan tidak wajar. Tidak lama dari kejadian itu beberapa hari kemudian polisi pun menutup desa itu sampai sekarang, tidak ada yang boleh tinggal di desa itu karena berbahaya. Sebagian tim yang terlibat memilih mengundurkan diri dari komunitas, karena sebagian tim yang terlibat mengalami trauma yang mendalam. Tamat.

Dengan kesepakatan tim Alhamdulillah ceritapun usai dan kami publish untuk mengenang sahabat kami yang ceria Putri Intan. Terimakasih kawan sudah berekspedisi bersama kami. Maafkan kami yang lengah menjagamu. Semoga kamu bisa tenang di akhirat setelah desa ini di tutup. Selamat jalan Intan 16 september 1997 – 26 april 2014. Pengalaman itu adalah pengalaman yang sangat berharga untuk komunitas kami kedepannya agar tidak sombong dan takabur saat mengunjungi tempat yang tidak di kenal.

Jika kalian pembaca KCH penasaran dengan desa ini, silahkan saja desa ini letaknya dekat Curug Citamper ada garis polisi dan rumah yang kosong semua disitu. sudah layaknya dari sekarang desa itu disebut desa hantu. Untuk yang menganggap cerita ini palsu, silahkan berbicara dengan narasumber langsung yang terlibat di dalam cerita ini. Terimakasih sudah membaca pengalaman komunitas kami yang sangat berharga ini. Jika ingin komentar, sekedar sharing dan bergabung silahkan invite 32F192DF

Share This: