Pengalaman Komunitas

Halo sahabat KCH balik lagi aku adit, berbeda dengan cerita-ceritaku sebelumnya kali ini aku akan menceritakan tentang pengalaman panjang sewaktu komunitas hororku berkunjung di sebuah desa di sukabumi, demi privasi kami menutupi nama desa itu clue nya desa itu 2 KM dekat curug (air mancur) Citamper.

Intro: kami duduk bersama di karpet kontrakan untuk diskusi tujuan mistis kami dan mulai mempetakan lokasi desa melalui GPS. Sisil mulai berkata “guys kayaknya gak usah jauh-jauh keluar deh, kalian tengok aja sekitar” dia berkata kepadaku, intan, dan yoga. Yoga dengan ciri khasnya malah berkata “sudah diamin saja palingan juga mau kenalan, hihihi” penasaran dengan kisah kami? Pantengin per partnya ya. Kita update tiap hari. Dimulai dari yang pertama berjudul pengalaman komunitas. Sedikit gambaran dibagian pertama ini belum ada seramnya. Kami akan menceritakan semuanya secara detail tanpa ada tambahan yang di buat-buat sampai part akhir.

Okey aku akan mulai bercerita tentang pengalaman komunitasku yang mungkin ini hanya menjadi rahasia di dalam komunitasku. Atas izin rekan-rekan tim komunitas horor akhirnya aku diberikan lampu hijau untuk menceritakan hal yang sudah lama di diamkan dan masih sangat terngiang sampai saat ini di pikiranku dan beberapa tim yang terlibat. Seperti biasa sebelum mencari ide-ide lokasi terhoror, kami selalu mengadakan sharing mingguan dan tim ku yang bernama indra langsung memberi pendapatnya untuk berekspedisi ke sebuah desa di sukabumi.

Dia menceritakan tentang apa yang berada di desa itu. Banyak tim ku yang tidak setuju dengan ide gila ekspedisi ini, karena dari beberapa sumber yang di terima desa itu sangat kental dengan mistisnya. Tapi karena aku disini leadernya, aku memutuskan untuk berangkat ke desa tersebut. Aku meyakinkan tim ku dan memberi jaminan tidak akan terjadi apa-apa kepada mereka. Karena di tim ku dulu masih ada intan, regi, nana, yoga yang mempunyai kelebihan sepertiku. Jadi kami yang mempunyai kelebihan berusaha meyakinkan tim ku yang lain.

Aku mulai memberi arahan kepada semuanya untuk membawa perlengkapan yang seperlunya. Mulailah yoga yang sekarang memberi arahan kepada yang lain, dia memaparkan jangan sampai ada yang takabur apalagi sampai melakukan pantangan-pantangan yang dilarang sewaktu ekspedisi contohnya bersiul di malam hari, buang air kecil di sembarang tempat, atau hal yang di larang lainnya. Aku memutuskan ekspedisi dilakukan pada malam senin dan di akhiri malam jum’at, all tim pun setuju.

Keesokannya, hari itu minggu pagi kami mulai berkumpul di sekre. Sebelum berangkat kami mulai membaca doa dengan kepercayaan masing-masing. Jam menunjukan pukul 11.00 kami bersiap berangkat, setelah beberapa jam di perjalanan aku melihat kembali jam sudah menunjukan pukul 14.00 dan kami sudah sampai di desa tersebut. Yoga yang menyetir mulai mencari-cari rumah warga yang dapat dijadikan tempat tinggal sementara dan sampailah kami di sebuah rumah yang terdapat plang “dikontrakan”.

Aku mulai bertanya kepada pemilik rumah ini sebut saja pak iin apakah rumahnya bisa kami sewa dalam 4 hari dengan alasan kami sedang ada tugas dari kampus tentang alam. Pak iin pun mengijinkan dan memberikan harga yang menurut kami sangat murah untuk waktu 4 hari kami bermalam di desa itu. Minggu sore pun telah berlalu, kami mulai melakukan aktivitas sehari-hari seperti di rumah sendiri ada yang mandi, main hp, main kartu. Jam sudah menunjukan pukul 19.00 aku mulai mengumpulkan tim ku yang lain untuk berkumpul dan diskusi mengenai wilayah yang sekarang kami singgahi.

Desa ini di atas pukul 18.00 sudah sangat sepi sekali. Diskusi pun kami mulai, sesekali dimas selalu mengeluarkan guyonannya untuk menakut-nakuti tim yang lain. Ketika aku mulai menyadari ada yang aneh dengan rumah ini, akhirnya aku memutuskan untuk pindah ke ruangan yang seperti aula. Kami duduk bersama di karpet kontrakan untuk diskusi tujuan mistis kami dan mulai mempetakan lokasi desa melalui GPS. Sisil mulai berkata “guys kayaknya gak usah jauh-jauh keluar deh, kalian tengok aja sekitar” dia berkata kepadaku, intan, dan yoga.

Yoga dengan ciri khasnya malah berkata “sudah diamin saja palingan juga mau kenalan, hihihi” dan tidak lama di ikuti dimas yang juga jahil “iya yog paling mau kenalan, gitu aja takut” aku pun pergi ke halaman depan bersama sisil. Rupanya aku telah dikejutkan dengan sosok anak kecil yang wajahnya sangat tidak sempurna. Sosok itu hanya diam dan tidak berkata apapun kepadaku. Aku sangat penasaran dengan desa ini dan apa yang berada di rumah, karena makhluk-makhluk yang kulihat disini seperti korban.

Akhirnya aku memutuskan untuk kembali berdiskusi dan abaikan yang berada di rumah. Karena tujuan kami adalah misteri dibalik desa ini. Kami mulai kembali berdiskusi dan mempetakan semua lokasi di desa ini sampai pukul 02.00 dini hari. Aku memutuskan untuk semua tim ku agar tidur, karena pagi ini kami akan refreshing sebelum ekspedisi. Ceritanya bersambung ke part 2 ya, di part 2 nanti sedikit gambaran aku akan menceritakan tentang keanehan desa. Terimakasih sudah membaca. Kelanjutannya di http://cerita-hantu.com/pengalaman-komunitas-part-2/

loading...

Share This: