Pengalaman Menyeramkan di Bus Malam

Hai sahabat KCH nama saya Dewayana Panji Gautama biasa di panggil dewa. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman menyeramkan di bus malam. Saya peringatkan “Jangan Pernah Baca ini Sendirian”. Ok langsung saja ke cerita. Hari itu aku dan sekeluargaku ingin berkunjung ke Bandung, tempat tinggal saudaraku. Aku ke sana naik bus malam. Naik bus Pandawa 87 SHD (Super High Deck).

loading...

Aku suka naik bus karena ada teloletnya, *haha. Dan yang aku tidak sukai saat naik bus adalah aku tidak bisa tidur, selalu aku seperti itu. Tapi tak apa-apa yang penting ada teloletnya. Langsung aku sekeluarga menuju terminal Tirtonadi, Solo, dan menunggu bus Pandawa 87 datang. Saat bus sudah datang kemudian aku naik. Tak ku sangka ternyata naik bus SHD itu nyaman sekali.

Aku tidak sempat tidur karena aku ingin merekam teloletnya dari dalam bus. Saat aku baru mendapat 4 klakson telolet di hp, kemudian aku ingin ke toilet. Aku berjalan ke toilet bus yang ada di belakang. Saat aku berada di toilet aku merasakan ada hawa yang aneh. Tanpa berpikir negatif aku langsung menuju tempat duduk lagi. Aku menengok-nengok toilet itu.

Aku lihat ada orang berdiri di depan toilet itu. Orang itu terlihat sangat basah kuyup. Tapi kulihat tidak ada orang yang menolongnya. Aku merasa kasihan, kemudian aku mendekati orang itu dan bertanya “sedang apa bapak di sini?”. Tapi aku langsung di panggil orang tuaku. “Kamu ngapain ngomong sendiri?”. Aku menjawab “aku ngomongan dengan bapak in…” seketika aku menoleh ke bapak yang tadi, ternyata bapak itu sudah menghilang.

Aku langsung berlari menuju kursiku tapi aku tidak menceritakan kepada ibuku. Tampak ibuku agak sedikit curiga. Setelah sampai di rest area aku melihat bapak itu tadi di belakang toilet. Aku langsung menutup mata dan tidak melihat bapak itu lagi. Lalu aku bertanya kepada sang sopir bus “pak kenapa ya aku tadi melihat ada bapak-bapak basah kuyup di depan toilet?”.

Agak lama sopir itu berkata “sebenarnya bus ini dulu pernah mengalami kecelakaan masuk sungai. Dan yang tidak selamat adalah kernet itu”. Aku bertanya lagi “oh jadi bapak-bapak yang basah kuyup tadi adalah kernet zaman dulu yang tidak selamat?”. Sopir menjawab “ya, betul”. Langsung aku turun dari bus dan menceritakan kepada orang tuaku. Aku melihatnya lagi sedang duduk di bagasi bawah bus, tamat.