Pengalaman Misterius

Malam itu, sekitar tahun 1994. Malam yang sunyi, karena aku dan keluarga masih hidup di pinggiran kota. Entah apa yang ku miliki hingga saat ini pun aku masih dapat merasakan dan terkadang melihat kehadiran mereka. Seperti anak-anak pada umumnya yang takut akan kegelapan malam, aku tidur ikut dengan kedua orang tuaku, karena seingatku waktu itu aku masih kelas 4 SD.

Karena aku adalah anak terakhir sehingga kakak ku tidur di kamar yang terpisah, kebetulan malam itu semua kamar di rumah terisi penuh karena om dan tante ada yang menginap yang datang dari luar kota. Orang tuaku terbiasa tidur dengan memadamkan lampu sehingga suasana semakin gelap, malam itu aku tidur di sebelah ibuku, namun entah kenapa aku terbangun di tengah malam dan menyadari aku sudah tidak berada di dekat orang tuaku, malam itu sangat gelap namun cahaya bulan yang menembus kaca jendela yang sengaja dengan tirai yang terbuka, aku teriak sekuat tenaga.

Namun seolah tiada yang mendengarku, yang terlihat dari kedua mataku hanyalah rimbunya semak belukar, dan aku tak tahu di mana ini sekarang. Aku berlari kesana kemari tanpa tujuan lari-lari dan lari hingga aku terjatuh oleh sebuah ranting yang menghalang. Sesaat aku bangkit dari jatuhku, kulihat sekeliling sudah berubah, dan aku berada di dalam rumah kembali namun yang menjadi tanda tanya semua orang saat itu terlebih aku sendiri, kenapa sekarang aku berada di luar kamar orang tuaku.

loading...

Antara sadar dan rasa takut yang luar biasa, aku menengok kanan dan kiri sungguh diluar akal sehatku, aku melihat dengan jelas dari cahaya bulan yang menerangi isi rumah ku, sepotong tangan yang berukuran sangat besar sedang merambat di depan pintu kamar kakak, aku menjerit sejadi-jadinya. Aku lari dan sembunyi di bawah meja ruang tamu, menangis sekerasnya sehingga semua orang yang tertidur malam itu dirumah terbangun. Mereka semua langsung berhamburan mendatangiku dan memelukku.

Aku yang masih ketakutan menunjuk kearah tangan itu merayap dan sudah tidak ada lagi, yang sangat misterius adalah bagaimana aku keluar kamar orang tuaku, sedangkan pintu itu terkunci dari dalam. Banyak rumor beredar daerah perumahan dulu kami tinggali adalah hutan belantara, ayah pun banyak cerita sebelum aku di lahirkan banyak kejadian ganjil yang terjadi, seperti suara tangis dan lain-lain, dan juga komplek perumahan kami hanya berjarak sekitar 400m dari pemakaman umum yang terhalang oleh lebatnya hutan, wassalam.

Share This: