Pengalaman Pertama Kak Aldan

Hallo sobat KCH, Gina lagi yang hadir. Kali ini aku tidak akan membagikan kisah-kisah seramku, takutnya kalian pada bosan. Cerita ini di alami sendiri oleh kakak cowokku yang macam jelangkung si Al. Langsung saja. Lets go, ceritanya tahun 2013 entah bulan apa (lupa) sore hari sehabis pulang kuliah tiba-tiba kak Al masuk ke kamarku dan minta di beri tahu rupa setan itu bagaimana saja sih!

Aku keheranan mendengarnya, gak biasa-biasanya anak ini minta di kasih tahu rupa setan. Ya aku bilang saja setan itu, *bla, bla, bla, akhirnya dia paham juga. Terus aku tanya kenapa dia tanyain itu, rupanya tadi temannya di kampus kesurupan dan setan yang di tubuh temannya itu minta ayam hitam, *wih itu takutnya ada yang jalanin pesugihan atau apa. Di sini kebanyakan ayam cokelat sama putih (ayam eropa) tapi kalau mau cari ayam hitam, di jemur dulu tuh ayam, biar hitam *hehe.

Selesai berbincang banyak tentang rupa setan dan segala tempat tinggal setan, aku sungguh terkejut ketika kak Al bilang dia ingin lihat setan dan minta tolong untuk di bukakan mata batinnya. Tapi aku bilang mending jangan, sedangkan aku saja yang sudah hampir 2 tahun bisa ngelihat setan masih rada takut, walau sudah gak setakut dan sampai demam tinggi di awal, *hehe.

Al dasar jelangkung batu, kelakuannya kayak jelangkung, otaknya kayak batu. Dia bersikeras pengen tahu rupa setan kayak gimana. Mau gak mau ku bukain mata batinnya walaupun aku sedikit ragu, karena sebelumnya aku belum pernah buka mata batin orang, aku bisa tahu karena kek To’i (teman Alm kakek) yang kasih tahu. Nanti aku kasih tahu deh kenapa aku bisa ketemu sama kek To’i tapi di lain kesempatan, ok.

Sambung lagi ya ceritanya. Sebelum aku membuka mata batinnya, aku bilang terlebih dahulu ke Al “kak, loe jangan kaget kalau pertama kali lihat, karena ada satu makhluk yang sekarang ada di sampingku dia itu temanku, terus kalau nanti sampai lihat setan cantik, jangan di gebet (lumayan kalau sampai kedapatan lihat itu, biasanya jarang sih. Itu mah keberuntungan), *hehe kalau sampai ngelihat setan yang rupanya ngeri, jangan sampai serangan jantung, biasa saja anggap kawan dan yang terakhir kalau sudah gak kuat lihat setan sebut namaku 3 kali, ok”.

Kemudian dia jawab dengan santainya “iya, cerewet kali loe borok. Aku ini cowok tangguh, tampan dan pemberani”. *soek “iyalah *tue, percaya!” *uwek. Kemudian aku membuka mata batinnya dan, *jreng, jreng, si jelangkung langsung loncat kebelakang. Padahal dari awal aku sudah bilang kalau ada temanku di samping (temanku itu namanya Oi, tubuhnya kerdil, tingginya kayak upin ipin lah, kulitnya putih banget kayak salju terus ada tanduknya satu kayak unicorn, pasti bisa di bayangi deh).

Aku bilang untuk jangan takut sama Oi, dia baik dan gak ganggu siapa-siapa. Oi ini adalah teman ceritaku. Tapi tetap saja namanya baru pertama kali, ya pasti takut walau dia (oi) gak jahil. Apalagi kalau si Al dapat yang buruk rupa dan jahil ya? Mungkin, bisa-bisa dia pingsan.

Aku tanya lagi apa masih sanggup, dengan sombongnya dia bilang sambil ketakutan karena masih melihat temanku itu. “Hati hati saja ya kak” *hehe. Tak terasa waktu sudah malam, aku agak sedikit panik dengan kak Al yang sok itu, selalu aku tanyain dia masih sanggup, katanya masih. Ya memang selama aku buka mata batinnya, dia hanya baru melihat si Oi saja, yang aku takutkan nanti malam, karena di kamarnya (bagi yang bisa lihat dan dengar) ada satu makhluk yang agak usil karena dia bisa berubah-ubah wujud sesukanya dan juga bisa membuat suara-suara aneh yang beragam variasi.

Di ceritaku aku sungguh sangat takut, aku sungguh sangat takut part 2, hadiah ulang tahun pertama di umur yang ke 17 dan hadiah ulang tahun pertama di umur yang ke 17 part 2, sebenarnya semua itu ulah makhluk itu (nanti kalau ada kesempatan aku akan ceritakan). Sebelum tidur aku cek dulu di kamar kak Al, ternyata dia gak ada. Kemana ya dia. Di rumah ku lihat juga gak ada. Tapi mana mungkin, sehari saja aku gak melihat dia, mungkin aku sudah sujud syukur kali. Tapi sudahlah, biarkan, gumamku.

Waktu tidur tiba. Kami semua memasuki kamar masing-masing. Aku gak tahu perasaan kak Al kala itu, tapi yang aku dengar dari ceritanya, setelah tidur tiba-tiba pas jam 01.00 malam dia di kejutkan karena tempat pensilnya yang di atas meja terjatuh sendiri, mulanya di kira angin tapi pada saat itu katanya gak lagi hujan dan gak ada angin malah cuacanya panas dan dia malah menghidupkan AC.

Di sinilah mulainya, pas dia menghidupkan AC, tiba-tiba remote AC hilang entah kemana. Katanya sehabis menghidupkan tuh AC, remotenya di letakkan di meja kecil di samping tempat tidur. Kemudian di carinya remote itu di seluruh pelosok kamarnya, gak ketemu juga sampai akhirnya dia nyerah, kesal dan bilang “mana sih remote AC nya!”.

Seketika tiba-tiba ada yang jawab (dengan suara besar dan memberikan remote AC itu pada Al dengan tangannya yang besar dan hitam) “ini bang remote AC nya, *haha, haha”. Melihat itu, kak Al langsung jatuh pingsan sampai 2 hari. Bye-bye.

loading...
Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Thank you for reading my stories. Thank you for liking my stories Thank you so much... Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur...

All post by:

Sezgina Fradah has write 89 posts