Pengalaman Pertama Membakar Kuntilanak Part 2

Assalamualaikum, aku ingin melanjutkan cerita sebelumnya yang berjudul “pengalaman pertama membakar kuntilanak“. Oke, langsung saja ya! Di saat kesabaranku sudah mulai habis, aku maju beberapa langkah, dan dia melotot agak ketakutan gitu.

Miss kunti: jangan mendekat! Kalau kamu maju selangkah lagi, aku akan bunuh kamu!

(Mungkin dia melihat pengiringku, jadi dia gak mau aku dekat-dekat dia).

Aku: kematian seseorang itu hak Allah, jadi kamu tidak akan bisa membunuh manusia tanpa seizin-Nya.
Miss kunti: aku tidak peduli!

Lalu pengiring bilang “hati-hati, dia mau menyerang”, aku hanya mengangguk. Ternyata benar saja, dia terbang kearahku sambil tangannya ingin mencekik, kuku-kukunya yang panjang mengarah keleherku, dengan sigap aku menghindar, lalu dia berbalik arah lagi kearahku, tapi aku bisa menghindarinya lagi, terus dia duduk lagi dipohon jambu sambil tambah melotot.

Aku: kenapa berhenti nyerang? Gak kena-kena ya? *haha.
Miss kunti: jangan menertawai aku!

(Dia membentak aku agak keras).

Aku: baik kalau gitu, aku kasih satu kesempatan lagi buat lu, sekarang pergi dari sini!
Miss kunti: kalau aku gak mau gimana? *hihihi.
Aku: hey, jangan tertawa jika lu tidak ingin hangus menjadi debu!
Miss kunti: coba saja kalau bisa, sebelum kamu melakukan itu, aku akan terlebih dulu membunuhmu! *hihihi.
Aku: diam lu! Sudah aku bilang mati seseorang itu hak Allah!
Miss kunti: aku juga sudah bilang, aku tidak peduli! *Hihihi, bersiaplah kau untuk mati! *Hihihi.

(Pengiringku bilang lagi kalau dia akan nyerang).

Aku: baiklah kalau lu keras kepala, aku bakal bakar lu sampai hangus.
Miss kunti: dengan apa? *Hihihi.

Sesaat aku menengok kebelakangku, aku lihat teman-temanku hanya terdiam bengong menonton aku yang sedang teriak-teriak sendiri dimata mereka, dan tiba-tiba aku teringat ilmu yang diajarkan bapak kepadaku. Lalu aku menatap tajam sekali ke mata kuntilanak itu.

Aku: apa lu tahu Ajian Kulhu Sungsang?

loading...

(Dia melotot, kali ini benar-benar melotot, sampai mau copot tuh matanya, *haha). Tiba-tiba dia ingin menyerangku, tapi dengan sigap aku membaca mantra ajian itu, saat aku baca mantra ajian itu, dia menggelinjang kepanasan dan berteriak.

Miss kunti: panas, panas, panas! Hentikan itu atau aku akan membunuhmu!

Aku yang tidak bodoh tetap melanjutkan membaca mantra, dan disaat rapalan mantra terkahir yang berkalimat “Agung” dia hangus seketika itu juga dengan diiringi suara ledakan yang lumayan keras. *Duar! Bau hangus pun tercium dihidungku dan teman-temanku, lalu aku menghampiri teman-temanku yang sedang terkejut karena suara ledakan itu.

Isal: wah man, suara meledak apaan tuh?
Ade: iya man, apaan tuh, tapi lu gak apa-apa kan?
Arifin: eh busyet, lu semua tenang saja, firman gitu lho, *haha.
Aku: *haha bisa saja lu fin, tenang saja aku gak apa-apa kok, terus suara meledak itu tadi kuntilanaknya aku bakar.

Isal: oh jadi suara meledak tadi lu ngebakar tuh setan?
aku: iya sal.

(Setelah itu tetanggaku yang bernama om Deny keluar dan bertanya kepada kami).

Om deny: woy anak-anak, suara apaan tadi? berisik banget, ganggu aku lagi tidur saja.
Aku: oh itu om, tadi si isal main petasan, tapi petasannya sudah saya buang, sorry banget nih om ya, jadi ganggu om lagi tidur.
Om deny: iya man gak apa-apa.

(Lalu om deny masuk kerumah untuk melanjutkan tidur. Di saat itu juga bapakku keluar dan bertanya pertanyaan yang sama seperti om deny).

Bapak: man tadi suara ledakan apaan?
Aku: oh itu pak, tadi iman habis ngebakar kuntilanak pakai ajian yang bapak ajarkan.
bapak: oh gitu.

(Bapakku hanya mengangguk seakan hal seperti ini sudah biasa, lalu dia masuk kerumah untuk menunaikan shalat hajat).

Danil: man kok bapak lu biasa saja sih mendengar lu bakar tuh setan?
Aku: ya elah, bapakku mah sudah biasa soal hal kayak gini nil.
Danil: oh gitu ya man.
Aku:iya nil.

Oh ya, kalian mungkin baru membaca percakapan aku dengan si danil, memang si danil ini orangnya yang paling penakut dan juga pendiam, jadi dia tidak banyak ngomong. Itulah sepenggal kisahku tentang pengalaman membakar kuntilanak. Maaf kalau kurang seram bahkan kurang menarik, tapi itulah kisah nyata yang aku alami, bahkan sampai saat ini aku akan membakar jin yang mengganguku dan orang terdekatku, apalagi orang yang aku sayangi.

Sekian cerita dari ku, mohon maaf bila ada kesalahan kata dalam ceritaku ini. Wassalmualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KCH

M Firmansyah

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

M Firmansyah has write 2,694 posts