Pengalaman Pertama Membakar Kuntilanak

Assalamualaikum, perkenalkan namaku Firman, aku tinggal di Bekasi, sekarang aku kelas XI. Aku bukanlah indigo, akan tetapi aku hanya mempunyai kelebihan bisa melihat setan, jin, hantu, makhluk astral, atau apalah kalian menyebutnya. Oke, langsung kecerita! Waktu itu (aku lupa tanggalnya) tepat malam jumat kliwon jam 00.43 tengah malam, aku sedang begadang dirumahku bersama isal, danil, ade, arifin. Kami sedang asyik bernyanyi-nyanyi dengan alat musik gitar dan jimbe, lalu salah seorang temanku mempunyai ide gila untuk menyanyikan lingsir wengi.

Isal: eh kita nyanyi lingsir wengi saja yu, biar kuntilanaknya pada datang.
Aku: *muke gile lu sal, tar kalau dia datang gimana?
isal: lah biarkan saja, kan ada lu ini man.
aku: apaan lu, maksud lu aku jadi tumbalnya gitu?!
isal: jeh bukan gitu, kan lu bisa ngelihat setan man.
aku: iya sih, tapi kan, ah ya sudahlah terserah lu saja.

Lalu mereka menyanyikan lagu dengan versi mereka sendiri diiringi dengan gitar dan jimbe. Aku hanya bisa terdiam saja mendengarkan mereka bernyanyi sambil bersiaga-1 takut kuntilanaknya datang benaran. Baru sekali mereka nyanyikan tak ada kejadian apapun, dua kali mereka nyanyikan juga tidak terjadi apa-apa, lalu saat ketiga kalinya tiba-tiba hawa dingin menerpa kami, kami hanya terdiam dan saling menatap satu sama lain.

Aku tengok kiri kanan tidak ada apa-apa, lalu tiba-tiba suara tertawa khas kuntilanak terdengar lumayan keras dari atas pohon jambu depan rumahku. Lalu kesemua temanku ketakutan, mereka bersembunyi dibelakangku, aku menatap si isal.

Isal: man gimana nih man, “dia” datang benaran tuh.
Aku: lah lu kan yang punya ide kayak gini, ya sudahlah lu yang tanggung jawab!
Isal: ya elah man lu mah gitu banget sama aku.
(Lalu arifin dan ade *nyeletus).

Arifin: tahu lu sal, lu kan yang punya ide!
Ade: tahu lu usir sana tuh kuntilanaknya.
Isal: ya elah aku kagak berani ah.
Aku: yah payah lu sal, berani berbuat kagak berani bertanggung jawab!

loading...

Lalu kuntilanak itu tertawa makin keras, aku lihat keatas pohon jambu, ternyata dia sedang duduk sambil mengayunkan kaki khas gaya duduknya sambil melotot kearahku. Mukanya hancur setengah, matanya merah terang menyala, rambutnya awut-awutan gak jelas (sudah kayak habis kena angin puting beliung, *haha). Lalu aku menatap tajam matanya, aku bangun dan maju beberapa langkah. Aku mencoba untuk berkomunikasi dengan dia.

Aku: maaf kalau lu keganggu karena kami.
Miss kunti: *hihi, ya aku terganggu, kenapa? Tidak suka aku duduk disini?! *hihi.
Aku: bukannya begitu, tapi teman-temanku takut sama lu!
Miss kunti: kalau takut, ngapain kalian memanggilku? *Hihi.
Aku: siapa yang manggil lu?!

Aku membentak dia, lalu dia tambah melotot sambil tertawa, kesabaranku sudah habis. Next ke pengalaman pertama membakar kuntilanak part 2.

KCH

M Firmansyah

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

M Firmansyah has write 2,704 posts

Please vote Pengalaman Pertama Membakar Kuntilanak
Pengalaman Pertama Membakar Kuntilanak
Rate this post