Penghuni Gang Angker

Hay sobat KHC, perkenalkan nama saya Abrar isqa. Ini cerita Pertama saya. Saya tinggal di kota Pariaman, tetanggaan dengan kota Padang. Kisah saya melihat makhluk halus sekitar 4 tahun lalu, setelah saya tamat SMA. Setelah tamat SMA saya sering keluar malam, dan pulang sekitar jam 2 malaman, karena saya asyik nongkrong sama teman-teman di warung kopi, sambil main domino.

Warung kopi tempat saya nongkrong itu bertempat didalam sebuah gang, gang jengger namanya. Gang ini terkenal angkernya di daerah saya, karena sudah banyak orang yang melihat makhluk halus ketika lewat di gang itu, apalagi pas dekat rimbunan pohon pisang. Tapi sekarang nama gangnya sudah diganti jadi gang Paus, namun ke angkerannya masih tetap ada.

Kisah saya melihat makhluk halus dimulai dari saya ingin pergi nongkrong ke warung kopi tempat biasa di gang paus/jengger tersebut. Saya biasa keluar rumah sehabis sholat isya, lalu saya kerumah teman saya yang biasa pergi kewarung kopi bareng. Hari itu kami pergi ke warung dengan berjalan kaki, biasanya saya keluar pakai motor, tetapi waktu itu motor saya sedang rusak. Warung kopi itu tidak jauh juga dari rumah saya, jaraknya sekitar 100 meteran.

Setiap saya ke warung kopi, pasti saya lewat di gang tersebut. Kalau jam 8 – 10 an orang masih pada ramai jalan disana, karna itu saya dan teman saya santai saja ketika melalui gang tersebut. Lalu pas sampai di warung kopi, kami langsung di tantang teman yang lain buat main domino, taruhanya siapa kalah dia yang bayar minuman. Cuaca waktu itu mau turun hujan, pas kami keasyikan main sekitar jam 11:30 hujan pun turun dengan lebatnya.

loading...

Tapi kami terus main hingga hujan mulai agak reda. Selesai main teman saya mengajak saya untuk beli nasi goreng di depan gang paus dan jam sudah menunjukan pukul 01:00 malam, pertama saya menolak karena melihat cuaca yang begitu dingin, dan saya mengusulkan dia saja pergi sendirian dan saya menunggu di warung. Lalu dia bilang kalau dia pergi sendiri dia akan langsung pulang, dan mau gak mau saya terpaksa pergi berjalan berdua dengannya ke depan gang.

Hujan sudah agak reda, tapi masih gerimis, kami lalu langsung saja berjalan menuju tempat orang jual nasi goreng, di pertengahan jalan perasaan saya sudah gak enak, teman saya jalannya sudah agak dicepatin, dan saya sudah ngerasa ketakutan tengok sana-sini karena sudah gelisah dan bulu kuduk merinding. Pas dekat rimbunan pohon pisang mata saya tertuju pada sesosok nenek kerdil yang rambutnya panjang sampai ngelilit batang pisang, saya sudah tak bisa bicara apa-apa.

Langsung saja saya lari sekuat tenaga saya, dan ternyata teman saya dia sudah lari duluan daripada saya. Sesampai keluar gang, kami tidak jadi beli nasi goreng dan langsung saja menuju rumah teman saya karena saya takut pulang sendirian. Setiba di rumahnya saya langsung bertanya kepada teman saya kenapa dia lari? Lalu dia jawab “saya lihat anak kecil kejar-kejaran di pohon pisang tadi, gak mungkin ada anak-anak keliaran jam segini kan, hujan gerimis lagi” katanya.

Lalu dia bertanya ke saya “kamu juga lihat kan?” saya jawab tidak, tapi saya lihat sesosok nenek berambut panjang di pohon pisang tadi. Kami berdua heran bercampur ketakutan. Tak mau membahas masalah tersebut karena ketakutan, kami langsung saja tidur. Lalu keesokannya saya menceritakan kejadian semalam pada orang-orang disekitar rumah. Sekian kejadian yang saya alami, maaf kalau kurang menyeramkan, bagi yang ingin tau saya bisa lihat fb saya. Terima kasih.
Fb: Abrar isQa

KCH

Abrar isqa

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Abrar isqa has write 2,704 posts

Please vote Penghuni Gang Angker
Penghuni Gang Angker
Rate this post