Penghuni Kantor Proyek Mall di Jakarta

Perkenalkan nama saya Iwan. Kejadian bermula di tahun 2013. Saya di tempatkan di kantor proyek pembangunan mega proyek salah satu mall di jakarta (tempat di rahasiakan). Saya sebagai quantity surveyor tahap 2 yang bertugas dalam pembangunan mall. Awal kisah di mulai pada saat akan di lakukan pengecoran pondasi selama 3 hari 3 malam nonstop.

loading...

Malam pertama saya mendapat tugas membantu di bagian konsumsi. Jam 8 malam saya pindah ke ruang rapat di lantai dasar untuk melaksanakan tugas. Jam 24:00 saya masih sempat naik ke lantai 1 di ruang kerja saya, saat itu ruangan masih terang dan masih ada orang. Saya bermain komputer karena bosan di lantai bawah. Kemudian saya turun kembali ke lantai dasar.

Jam 02:00 tugas membagikan konsumsi selesai dan saya bosan sekali. Saya akhirnya membawa nasi kotak saya ke lantai 1. Setelah dari tangga, ada 2 pintu, kiri ke bagian commercial dan ke kanan ke bagian site enginer. 2 bagian ini di hubungkan oleh lorong di belakang yang berisi ruang rapat, pantry dan balkon untuk melihat proyek. Saat saya masuk ke pintu kiri, tiba-tiba telepon di meja sekertaris berbunyi.

Saya melihat dari line 4 (karena saya orang baru, saya tidak tahu line 4 dari mana). Saya biarkan saja. Kondisi lantai 1 sudah tidak ada lampu yang menyala. Saya kemudian duduk di meja kerja, dan bermain game sambil makan nasi kotak. Saya tidak peduli dengan keadaan gelap dan suara apapun. Setelah 30 menitan, saya mulai sadar dengan hal di sekeliling saya.

Di mulai dari jejak langkah orang menggunakan sepatu proyek di lorong pantry di sebelah kanan saya. Saya dapat merasakan ada orang mondar-mandir di lorong tersebut, tapi saya masih sempat berpikir bahwa langkah itu dari lantai dasar. Selanjutnya saya melihat ke kiri saya, saya merasakan ada laki-laki paruh baya di ujung ruangan sedang melihat saya. Saya memang tidak bisa melihatnya, tapi saya bisa merasakan energinya.

Kemudian saya sadar ternyata telepon di meja sekertaris di depan pintu masuk masih berdering. Selama setengah jam, telepon itu tidak berhenti berdering, dengan cepat saya langsung keluar, tapi saya tetap harus melewati telepon yang berdering tersebut untuk bisa ke lantai dasar.

Keesokan harinya di malam ke dua saya bercerita kepada teman-teman, mereka pada bilang, pada mau kenal. Banyak cerita yang lebih mengerikan yang di alami oleh satpam proyek. Tapi sampai sekarang saya tidak pernah tahu telepon line 4 dari meja mana. Tidak ada yang mau memberi tahu saya.

KCH

Iwan

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Iwan has write 2.657 posts