Penghuni Lain di Rumahku

Hallo pembaca KCH, ini ceritaku yang ke-2. Kejadian ini aku alami di rumahku sendiri. Di ceritaku yang pertama, rumahku masih di samping rumah tanteku. Kali ini rumahku sudah pindah di belakang rumah tanteku. Sekedar di ketahui, posisi rumahku yang baru ini terletak di bawah rumpun bambu, kalau seandainya ada batang bambu yang roboh pasti menimpa rumah. Untung hal itu tidak pernah terjadi. Lahan yang di pakai rumahku ini awalnya lahan kosong dari nenekku. Dulunya kuburan hewan ternak. Ada sapi, kambing, kuda, kerbau, entah apa saja yang pernah di kubur disitu. Di ceritaku yang pertama kambing tanteku yang mati di kubur bapak disitu juga.

Lahan yang didirikan rumahku di tengah tengahnya ada pohon jati yang sangat besar dan tinggi. Konon di huni makhluk tinggi besar, yang sering muncul tiap malam adalah mata sebesar piring yang cuma sebiji dan lampu petromak di pucuk pohon. Di pinggir lahan ada pohon randu yang tak kalah tinggi dan besarnya yang menurut orang di kampungku di huni belelek (makhluk halus yang menyerupai kambing, telinganya sampai tanah, lidahnya menjulur panjang).

Sebelum didirikan rumah untuk keluargaku, sebelumnya di adakan selamatan di lahan tersebut dan melek’an (begadang karena suatu hajat). Paginya kedua pohon itu di tebang dan di bersihkaan lahan itu. Kira-kira dari bersihkan lahan dan dirikan rumah seminggu sudah siap. Waktu itu rumah di kampungku semua terbuat dari kayu. Jadi untuk bangun rumah dengan gotong royong warga sehari saja sudah bisa di tempati, yang lama itu menebang pohon dan bersihkan semak-semak.

Setelah rumah selesai didirikan kami sekeluarga pun pindah. Aku sudah umur 6 tahun waktu itu, aku juga sudah punya adik perempuan. Banyak kejadian penampakan yang tetangga lihat di sekitar rumahku itu. Pernah suatu ketika, kira-kira aku sudah kelas 4 SD. Ini cerita tetanggaku sebut saja namanya mbak puput. Jarak rumahnya dengan rumahku kira-kira 100 meter. Malam itu kira-kira pukul 20.00 Wib. Dia mau cuci muka di samping rumahya.

Waktu itu dia sudah merasa aneh dari biasanya. Tapi mbak puput cuek saja. Ketika dia mulai cuci muka menghadap rumahku dia lihat sepertinya ada orang mirip bapak. Dia mondar mandir di teras rumah. Dalam hati mbak puput berkata untung lah ada pak bi ( panggilan bapakku) jadi seperti ada temannya di luar rumah meski agak jauh sih. Belum sempat basuh sabun di mukanya tiba-tiba penampakan yang di kira bapakku lompat ke atap dan berubah jadi genderuwo.

Tubuhnya yang di penuhi bulu hampir mirip gorilla. Mbak puput hampir teriak. Tapi tak jadi karena dari ujung jalan menuju rumahku ada rombongan keluargaku yang pulang dari nonton *tivi di rumah tetangga. Maklum waktu itu belum punya *tivi. Langsung buru-buru dia masuk rumah paginya baru cerita ke ibuku.

Kejadian berikutnya yang sampai saat ini buat aku masih merinding, ini di alami adikku. Saat itu kakakku main sendiri dengan kawan sekolahnya jadi aku yang jaga adikku. Bapak dan ibu sedang di sawah. Lagi asik main di rumah tetangga, aku mulas ingin BAB. Jadi adik aku ajak pulang dulu, sedang BAB di *jamban berada di luar rumah, adik aku suruh tunggu di teras. Karena tak ada orang jadi pintu rumahku di tutup. Entah kenapa adikku iseng mengintip ke dalam rumah dari celah dinding kayu.

Selesai BAB dia ku ajak makan siang kebetulan sudah jam makan siang, tapi dia menolak bahkan tak mau masuk rumah sambil menunduk terus dan hampir menangis kalau aku paksa. Akhirnya aku yang mengalah tak jadi makan siang. Balik lagi main ke tetangga. Setelah itu adikku berubah, dia seperti ketakutan dan murung terus. Karena ada yang aneh ku tanya dia. Malah nangis kencang sambil bilang tadi waktu kakak BAB, aku mengintip dalam rumah karena seperti ada yang jatuh, saat ku intip di atap ada tangan melambai-lambai. Aku pun jadi takut juga, seharian itu kami tak makan dan tak berani pulang ke rumah sampai orang tuaku pulang dari sawah sore hari.

Sedang ini yang ku alami sendiri, sudah sering kunci rumah atau pun kunci lemari hilang secara misterius. Awalnya sih di anggap salah taruh, karena ketemunya juga secara misterius, bapakku berinisiatif tanya orang pintar. Orang pintar bilang ada makhluk halus jenis genderuwo yang suka iseng sembunyikan kunci-kunci tersebut. Sepulang dari orang pintar, bapak memberitahu aku kalau ada genderuwo yang iseng di rumah harus hati-hati dalam bersikap. Entah kenapa malam itu aku merasakan ada yang beda. Mungkin karena takut juga penasaran kenapa dia iseng ke keluargaku.

Saat tiduran di kursi, aku seperti ada yang menyuruh untuk memejamkan mata, konsentrasi dan kosongkan pikiran lalu hembuskan nafas 7 kali. Aku menurut saja waktu itu, di hembusan nafas yang ke tujuh selesai betapa terkejutnya aku saat itu. Dalam keadaan mata tertutup aku bisa melihat makhluk besar hitam nampak matanya yang kedip-kedip tepat di depanku. Hampir aku teriak karena terkejut, buru-buru buka mataku, makhluk itu sudah tidak ada. Tapi aku masih bisa merasakan kehadirannya. Kembali lagi aku tiduran, ku pejamkan mataku, terkejut lagi aku di buatnya, dia sudah *nangkring di langit-langit rumah. Begitu mata ku buka dia hilang tapi kalau tertutup dia nampak.

Baru aku menyadari kalau aku tutup mata bisa lihat makhluk tak kasat mata. Ternyata di rumahku ada beberapa tapi yang paling jelas makhuk yang hitam besar itu. Malam itu aku tak berani tidur sendiri karena ketakutan, aku minta di temani orang tuaku. Aku di tanya kenapa? Ku ceritakanlah peristiwa yang baru ku alami. Untung orang tuaku memakluminya, Kami tidur seranjang berempat aku, adik dan orang tuaku. Sedang kakakku saat itu sudah lulus SD dan kerja jadi PRT di Jakarta. Saat tengah malam, entah jam berapa ibuku membangunkan bapak minta antar ke belakang ingin BAB yang aku dengar.

Waktu itu aku ikut terbangun, aku di tinggal berdua dengan adikku di kamar. Aku pun mencoba tidur kembali dan alangkah terkejutnya begitu tutup mata, di ranjang harusnya cuma dua orang tapi di penglihatanku ada tiga, tubuhnya panjang banget tertutup selimut. Aku coba buka mata tapi tak bisa. Makhluk itu kemudian hilang, belum hilang rasa terkejut bercampur takutku, aku merasakan ada makhluk lain yang menuju kamarku, yang menakutkan dia tanpa kepala, dan berhenti disisi kamarku kemudian menghilang.

Dalam hati aku berkata, aku harus membuka mata, tapi mataku seperti terkunci. Aku berusaha terus sambil menghadap dinding. Tiba-tiba di pintu kamar ada yang berdiri menghadap keluar, aku kira itu bapakku. Aku bertanya dengan mata masih terpejam, tapi dia diam saja kemudian dia membalikan badan, bersamaan itu aku bisa membuka mata. Berbarengan kami berhadapan, ku lihat dia tak punya wajah tapi aku merasakan sepertinya dia marah. Aku berteriak tapi tak ada suara sedikit pun yang keluar. Tubuhku tak bisa di gerakan, kami saling bertatapan, kali ini aku tak bisa pejamkan mata.

Sayup-sayup aku dengar ada orang bicara, sepertinya suara bapakku. Benar suara bapakku mencoba menyadarkanku karena aku seperti mengigau tapi mata terbuka, melotot melihat pintu. Ibuku mengambilkan minum buatku. Malam itu aku tak mau tidur sampai pagi karena saking takutnya.
Wa: 081990882842
Ig: @toby_kurniawan02

loading...

Toby

All post by:

Toby has write 6 posts

Please vote Penghuni Lain di Rumahku
Penghuni Lain di Rumahku
Rate this post